kecil

Kecil Itu Indah

Amos 8:4-7; Mazmur 113; 1Timotius 2:1-7; Lukas 16:1-13.

Belum ada komentar 152 Views

Antisipasi adalah cara kita untuk berjaga-jaga menghadapi situasi buruk. Di dalam Perumpamaan Injil Lukas, bendahara mengantisipasi masa depannya dengan membangun pertemanan di atas rasa hutang budi. Ia mengurangi jumlah hutang yang harus dibayarkan nasabah ke tuannya. Ia berharap tindakannya ini dapat menjadi solusi untuk menghadapi masa depannya. Ia bergantung pada uang untuk menyelesaikan masalahnya. Bagi sang tuan apa yang dilakukan bendaharanya adalah sebuah kecerdikan yaitu menggunakan kesempatan dengan memberikan bantuan yang dikemudian hari dapat ditagihkan kepada mereka di masa-masa sulitnya.

Perumpamaan ini menjadi tidak mudah ketika Yesus menutupnya dengan perkataan, “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi (ayat 9).” Yesus menunjukkan kepada kita bahwa hidup tidak sejelas hitam putih, banyak hal yang perlu kita sikapi dengan bijak di bawah terang kasih dan kebenaran Allah. Walaupun bendahara telah bertindak cerdik dengan membangun relasi menggunakan harta tetapi Yesus mengingatkan keterikatan kita dengan mamon akan membawa kita pada ketertundukan pada yang satu dan pengabaian yang lain.

Setia pada perkara kecil adalah kewaspadaan kita terhadap setiap keputusan yang kita ambil. Batu yang kecil dapat membuat kita tersandung tetapi kita sering mengabaikannya. Hati-hati dengan keputusan-keputusan yang kita buat dalam rangka menyelesaikan masalah. Bagaimana cara kita meraih tujuan mempengaruhi hasil. Mengabdilah kepada Allah agar kita dapat melepas keterikatan dengan mamon. Mamon dapat bermanfaat dalam hidup kita maka manfaatkanlah dengan bijak. Manfaatkanlah mamon di dalam ketaatan kepada Allah dan bukan sebaliknya. Bendahara memanfaatkan mamon untuk menolong kesulitan yang akan dia hadapi di depan, ia menempatkan mamon sebagai alat. Tempatkanlah mamon sebagai alat yang menopang kehidupan dan bukan tujuan sebab Kristus adalah pusat kehidupan.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan