kecil

Kecil Itu Indah

Amos 8:4-7; Mazmur 113; 1Timotius 2:1-7; Lukas 16:1-13.

Belum ada komentar 141 Views

Antisipasi adalah cara kita untuk berjaga-jaga menghadapi situasi buruk. Di dalam Perumpamaan Injil Lukas, bendahara mengantisipasi masa depannya dengan membangun pertemanan di atas rasa hutang budi. Ia mengurangi jumlah hutang yang harus dibayarkan nasabah ke tuannya. Ia berharap tindakannya ini dapat menjadi solusi untuk menghadapi masa depannya. Ia bergantung pada uang untuk menyelesaikan masalahnya. Bagi sang tuan apa yang dilakukan bendaharanya adalah sebuah kecerdikan yaitu menggunakan kesempatan dengan memberikan bantuan yang dikemudian hari dapat ditagihkan kepada mereka di masa-masa sulitnya.

Perumpamaan ini menjadi tidak mudah ketika Yesus menutupnya dengan perkataan, “Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi (ayat 9).” Yesus menunjukkan kepada kita bahwa hidup tidak sejelas hitam putih, banyak hal yang perlu kita sikapi dengan bijak di bawah terang kasih dan kebenaran Allah. Walaupun bendahara telah bertindak cerdik dengan membangun relasi menggunakan harta tetapi Yesus mengingatkan keterikatan kita dengan mamon akan membawa kita pada ketertundukan pada yang satu dan pengabaian yang lain.

Setia pada perkara kecil adalah kewaspadaan kita terhadap setiap keputusan yang kita ambil. Batu yang kecil dapat membuat kita tersandung tetapi kita sering mengabaikannya. Hati-hati dengan keputusan-keputusan yang kita buat dalam rangka menyelesaikan masalah. Bagaimana cara kita meraih tujuan mempengaruhi hasil. Mengabdilah kepada Allah agar kita dapat melepas keterikatan dengan mamon. Mamon dapat bermanfaat dalam hidup kita maka manfaatkanlah dengan bijak. Manfaatkanlah mamon di dalam ketaatan kepada Allah dan bukan sebaliknya. Bendahara memanfaatkan mamon untuk menolong kesulitan yang akan dia hadapi di depan, ia menempatkan mamon sebagai alat. Tempatkanlah mamon sebagai alat yang menopang kehidupan dan bukan tujuan sebab Kristus adalah pusat kehidupan.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan