Karunia, Kasih dan Persekutuan

Karunia, Kasih dan Persekutuan

Belum ada komentar 11 Views

Ayat ini sering dipakai sebagai rumusan berkat, karena berwatak Trinitaris dan menegaskan penyertaan Allah Tritunggal di dalam hidup kita. Masing-masing Pribadi ilahi dinyatakan secara khusus di dalam kesatuan tak terpisahkan: karunia Kristus, kasih Bapa, dan persekutuan Roh Kudus.

Renungkanlah ketiga cara yang menggambarkan tindakan ilahi tersebut di dalam hidup kita. Bapa dipercaya sebagai sumber cinta kasih, baik di dalam persekutuan ilahi maupun kepada seluruh ciptaan. Kristus adalah tanda terjelas dan paling sempurna dari kasih yang menyelamatkan, yang memberi pengampunan tanpa mensyaratkan perbuatan baik kita. Akhirnya, karena keselamatan senantiasa berwatak komunal dan tidak pernah individual, maka keselamatan dan karunia Allah tersebut menciptakan persekutuan yang diasuh oleh Roh Kudus yang senantiasa mempersatukan Bapa dan Anak maupun Allah dan ciptaan.

Prinsip dasar dan kekuatan dari berkat trinitaris ini tidak ditemukan pada rumusan doktrin Trinitas melainkan pada keyakinan bahwa Allah Trinitas senantiasa menghamburi kita dengan curahan kasih dan karunia yang mengikat kita dengan Allah dan seluruh ciptaan. Hamburan kasih sayang Allah tersebut sungguh-sungguh bersifat surplus, superabundant, melimpah dan turah (Bahasa Jawa untuk melimpah).

Di hadapan hamburan kasih sayang ilahi itu, hidup kita bagaikan sebuah gelas kecil yang menerima curahan air terjun ilahi tersebut. Tak akan mampu ia menampung seluruhnya, bahkan apa yang dapat ditampungnya itu pun melimpah-ruah, siap terbagikan kepada sesama.

Maka ada beberapa sikap spiritual yang patut kita nyatakan dalam menerima limpahan kasih sayang ilahi itu: bersyukur, merasa cukup, sadar akan keterbatasan diri, serta bersedia berbagi. Betapa indah, kehidupan semacam itu.

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • keluarlah
    Keluarlah, Berbuatlah!
    Kisah Para Rasul 2:1-21
    Sebelum peristiwa Pentakosta berlangsung, para murid tampaknya masih berada dalam situasi yang membingungkan hati. Tentu mereka sangat dikuatkan setelah...
  • dunia
    Bukan Dari Dunia Tapi Di Dalam Dunia
    Yohanes 17:6-19
    Doa terakhir Yesus yang direkam hanya di dalam Injil Yohanes ini sangat mendalam dan menawan. Ia berdoa bukan hanya...
  • sahabat
    Bukan Lagi Hamba Melainkan Sahabat
    Yohanes 15:15
    Kita sudah terlanjur memakai kata “pelayan,” “pelayanan,” melayani,” dan sejenis secara berlebihan. Seolah-olah semua kata tersebut menunjuk pada satu-satunya...
  • Cara Pandang Baru
    Cara Pandang Baru
    Kisah Para Rasul 8:26-40; Mazmur 22:25-31; 1 Yohanes 4:7-21; Yohanes 15:1-8
    Hal yang baru tidak selamanya menyenangkan. Hal baru yang mengubah kebiasaan lama bertahun-tahun biasanya tidak disukai bahkan sering mendapatkan...
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
Kegiatan