Karunia, Kasih dan Persekutuan

Karunia, Kasih dan Persekutuan

Belum ada komentar 27 Views

Ayat ini sering dipakai sebagai rumusan berkat, karena berwatak Trinitaris dan menegaskan penyertaan Allah Tritunggal di dalam hidup kita. Masing-masing Pribadi ilahi dinyatakan secara khusus di dalam kesatuan tak terpisahkan: karunia Kristus, kasih Bapa, dan persekutuan Roh Kudus.

Renungkanlah ketiga cara yang menggambarkan tindakan ilahi tersebut di dalam hidup kita. Bapa dipercaya sebagai sumber cinta kasih, baik di dalam persekutuan ilahi maupun kepada seluruh ciptaan. Kristus adalah tanda terjelas dan paling sempurna dari kasih yang menyelamatkan, yang memberi pengampunan tanpa mensyaratkan perbuatan baik kita. Akhirnya, karena keselamatan senantiasa berwatak komunal dan tidak pernah individual, maka keselamatan dan karunia Allah tersebut menciptakan persekutuan yang diasuh oleh Roh Kudus yang senantiasa mempersatukan Bapa dan Anak maupun Allah dan ciptaan.

Prinsip dasar dan kekuatan dari berkat trinitaris ini tidak ditemukan pada rumusan doktrin Trinitas melainkan pada keyakinan bahwa Allah Trinitas senantiasa menghamburi kita dengan curahan kasih dan karunia yang mengikat kita dengan Allah dan seluruh ciptaan. Hamburan kasih sayang Allah tersebut sungguh-sungguh bersifat surplus, superabundant, melimpah dan turah (Bahasa Jawa untuk melimpah).

Di hadapan hamburan kasih sayang ilahi itu, hidup kita bagaikan sebuah gelas kecil yang menerima curahan air terjun ilahi tersebut. Tak akan mampu ia menampung seluruhnya, bahkan apa yang dapat ditampungnya itu pun melimpah-ruah, siap terbagikan kepada sesama.

Maka ada beberapa sikap spiritual yang patut kita nyatakan dalam menerima limpahan kasih sayang ilahi itu: bersyukur, merasa cukup, sadar akan keterbatasan diri, serta bersedia berbagi. Betapa indah, kehidupan semacam itu.

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...
  • Hidup Berhikmat, Cukuplah
    Yohanes 6:51-58
    Bagaimana kamu hidup? Pernahkah kita memperhatikan bagaimana kita hidup, mencermati, mengevaluasi dan merefleksikannya? Bagaimana kita telah mempergunakan waktu yang...