Kami Akan Beribadah Kepada Tuhan

Kami Akan Beribadah Kepada Tuhan

1 Komentar 89 Views

Ayat ini rupanya secara implisit mengingatkan kita bahwa pernikahan campur (antar umat Allah dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah YHWH) merupakan salah satu pergumulan yang serius bagi bangsa Israel. Mengapa? Karena ketika bangsa ini terpengaruh untuk tidak lagi sepenuh hati mengasihi Tuhan, mereka tidak mengalami bahagia di dalam Tuhan.

Kalau begitu, bagaimana dengan keluarga-keluarga kita di masa kini?

Pembacaan kita mengingatkan bahwa sesungguhnya ada 2 hal yang sangat penting bagi keluarga: Di satu sisi, keluarga Kristen harus memiliki rasa hormat kepada Tuhan. Itu berarti menyadari bahwa pimpinan keluarga tertinggi bukanlah bapak atau ibu atau bahkan anak-anak, melainkan Tuhan sebagai Pemimpin-Nya.

Di sisi lain, Keluarga Kristen harus melayani Tuhan. Melayani bukan sekadar mengikuti sebanyak-banyaknya kegiatan gerejawi atau aksi-aksi sosial. Melainkan semua anggota keluarga, diarahkan dan diingatkan terus untuk memiliki sikap hati yang mau taat kepada Tuhan dengan senang hati. Sehingga dengan kesadaran dan sukacita, setiap anggota keluarga menyadari panggilan mereka untuk melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang Tuhan anugerahkan kepada mereka, dimanapun mereka berada.

Tentu saja untuk menghormati dan melayani Tuhan, diperlukan perjuangan dan pengorbanan bukan hanya secara fisik tetapi juga batin. Namun saat anggota keluarga saling mendukung dan mendorong, Tuhan akan menguatkan keluarga. Dengan demikian, keluarga seperti itulah yang disebut sebagai keluarga yang beribadah kepada Tuhan! Apakah kita dan keluarga kita sudah memiliki komitmen untuk beribadah kepada Tuhan?

Proyek Keluarga Sepanjang Tahun, sebelum Bulan keluarga 2010: Doakan, dukung dan doronglah anggota keluarga kita untuk menghormati dan melayani Tuhan saja dalam segala hal.

[Riajos]

1 Comment

  1. afer dirk malanguna

    Melayani bukan sekadar mengikuti sebanyak-banyaknya kegiatan gerejawi atau aksi-aksi sosial. Melainkan semua anggota keluarga, diarahkan dan diingatkan terus untuk memiliki sikap hati yang mau taat kepada Tuhan dengan senang hati…….UNgkapan ini sesungguhnya yang harus dipahami oleh setiap warga kristiani….secara sederhana dapat saya katakan bahwa menjadi Pengikut Kristus yang paling penting adalah bagaimana ‘kualitas’ dan bukan ‘kuantitas’…..Celakanya, untuk hal2 yang sangat subyektif, terkadang gereja cenderung ‘mengancam; warganya dengan IBrani 10:25……..janganlah kamu menjauhkan diri dari ibadah…………menjelang hari TUhan yang kian mendekat….. Ayat ini kemudian lebih di-blowup- dari sisi kuantitasnya. Sesungguhnya, pengertian IBADAH secara LUAS dan PRAKTIS dalam konteks kristiani seharusnya yang selalu diajarkan dan diingatkan kepada seluruh warga jemaat, yaitu KASIH yang tanpa pamrih. Sebuah kisah: Saya pernah punya teman (seorang muslim) yang ‘curhat’ kepada saya. Ketika itu, keluarganya mendapat musibah. Anaknya yang balita sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Saat itu hari MINGGU subuh jam 04.00 mana hujan lagi. Kebetulan tetangga samping rumahnya adalah seorang Kristen dan punya mobil. Si teman pun mencoba minta tolong untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Si Kristen menolak karena pagi hari itu juga jam 06.00 dia akan ke gereja………….Entah, pendapat setiap org pasti ‘pro dan kontra’ menanggapi ‘kasus’ ini……tapi yang pasti…..inilah kristen yang menjalankan ibadahnya secara kuantitas dan hukan kualitas…………………….SALAM………..!!

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Damai Sejahtera Bagi Kita
    Damai Sejahtera Bagi Kita
    Yohanes 20:19-31
    Pada murid-murid yang berkumpul, mengunci diri dalam sebuah ruangan karena takut, Yesus yang bangkit datang menyatakan diri. Ia berdiri...
  • fajar kebangkitan
    Menyongsong Fajar Kebangkitan
    Lukas 24:13-49
    Perjalanan kedua murid pulang ke Emaus pada senja hari Kebangkitan, adalah perjalanan yang mencekam, di akhir dari hari yang...
  • menjadi berkat
    Bertahan Dalam Kesengsaraan dan Menjadi Berkat
    Yesaya 50:4-9; Matius 27:11-54
    Minggu Palmarum adalah peringatan saat Yesus memasuki Yerusalem untuk menyongsong sengsara bahkan kematian-Nya demi mengemban misi Bapa-Nya di sorga....
  • Menyongsong Sang Pemberi Kehidupan
    Yehezkiel 37:1-14
    Dalam teks kita keadaan Israel yang dihancurkan dan yang kemudian dibuang ke Babilonia adalah mengenaskan. Yerusalem hancur, bahkan Bait...
  • kegelapan
    Meninggalkan kegelapan
    Efesus 5:8-14
    Minggu pra paskah ke 4 semakin menegaskan sebuah fakta teologis, bahwa Allah telah berkarya membawa kita keluar dari kegelapan...
Kegiatan