kebaikan Tuhan

Janganlah lupakan kebaikan TUHAN…!

Mazmur 103:2

Belum ada komentar 673 Views

Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau, kan kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.

Praktis kita mengenal lagu rohani yang tergolong klasik ini (Kidung Jemaat 439). Lagu yang kata-katanya dengan mudah kita pahami dan amini. Bahkan, walau tidak termasuk ke dalam kelompok lagu persembahan, lagu ini kerap dinyanyikan pada saat kantong persembahan diedarkan. Padahal bila kita simak seluruh kata dalam lirik lagu ini, ia sama sekali bukanlah lagu persembahan. Ia adalah seruan untuk selalu, dalam keadaan bagaimana pun, “menghitung” segala berkat Tuhan, yang senantiasa dikaruniakan-Nya bagi kita.

Seruan Mazmur 103:2 sejiwa dengan itu:
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan- Nya!”
Dan jelas seruan sang pemazmur ini bukanlah sekadar “menghitung” atau tidak melupakan berkat Tuhan dalam pengertian kecukupan materi atau sejenisnya. Ia meliputi segalanya, dari pengampunan-Nya, hingga penebusan hidup dari lubang kubur. Dan semua itu dilakukan Tuhan bagi sang pemazmur, karena pada hakikatnya “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” (Mz. 103:8).

Oleh karena itu pertama-tama sang pemazmur menyerukan untuk tidak melupakan segala kebaikan Tuhan kepada dirinya sendiri: “Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!” (Mz. 103:1). Kata “jiwa” di situ adalah terjemahan dari kata nefesh (Ibr.) yang berarti segenap diri, segenap batin, segala sesuatu yang ada dalam diri. Sebab memuji Tuhan dan “tidak melupakan segala kebaikan Tuhan” mesti ada dalam darah-dagingnya, agar mampu menghadapi apa pun dalam hidup ini.

Kita pun, dalam pasang-surut perjalanan hidup kita, mestinya tak pernah melupakan segala kebaikan Tuhan. Dan itu mesti tertanam dalam nefesh kita, dalam segenap diri kita, dalam darah-daging kita, dalam jantung, hati, ginjal, lambung dan pikiran kita. Sehingga takkan pernah bibir kita berhenti memuji Tuhan.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
Kegiatan