kebaikan Tuhan

Janganlah lupakan kebaikan TUHAN…!

Mazmur 103:2

Belum ada komentar 1657 Views

Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau, kan kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.

Praktis kita mengenal lagu rohani yang tergolong klasik ini (Kidung Jemaat 439). Lagu yang kata-katanya dengan mudah kita pahami dan amini. Bahkan, walau tidak termasuk ke dalam kelompok lagu persembahan, lagu ini kerap dinyanyikan pada saat kantong persembahan diedarkan. Padahal bila kita simak seluruh kata dalam lirik lagu ini, ia sama sekali bukanlah lagu persembahan. Ia adalah seruan untuk selalu, dalam keadaan bagaimana pun, “menghitung” segala berkat Tuhan, yang senantiasa dikaruniakan-Nya bagi kita.

Seruan Mazmur 103:2 sejiwa dengan itu:
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan- Nya!”
Dan jelas seruan sang pemazmur ini bukanlah sekadar “menghitung” atau tidak melupakan berkat Tuhan dalam pengertian kecukupan materi atau sejenisnya. Ia meliputi segalanya, dari pengampunan-Nya, hingga penebusan hidup dari lubang kubur. Dan semua itu dilakukan Tuhan bagi sang pemazmur, karena pada hakikatnya “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” (Mz. 103:8).

Oleh karena itu pertama-tama sang pemazmur menyerukan untuk tidak melupakan segala kebaikan Tuhan kepada dirinya sendiri: “Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!” (Mz. 103:1). Kata “jiwa” di situ adalah terjemahan dari kata nefesh (Ibr.) yang berarti segenap diri, segenap batin, segala sesuatu yang ada dalam diri. Sebab memuji Tuhan dan “tidak melupakan segala kebaikan Tuhan” mesti ada dalam darah-dagingnya, agar mampu menghadapi apa pun dalam hidup ini.

Kita pun, dalam pasang-surut perjalanan hidup kita, mestinya tak pernah melupakan segala kebaikan Tuhan. Dan itu mesti tertanam dalam nefesh kita, dalam segenap diri kita, dalam darah-daging kita, dalam jantung, hati, ginjal, lambung dan pikiran kita. Sehingga takkan pernah bibir kita berhenti memuji Tuhan.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan