kebaikan Tuhan

Janganlah lupakan kebaikan TUHAN…!

Mazmur 103:2

Belum ada komentar 2108 Views

Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau, kan kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.

Praktis kita mengenal lagu rohani yang tergolong klasik ini (Kidung Jemaat 439). Lagu yang kata-katanya dengan mudah kita pahami dan amini. Bahkan, walau tidak termasuk ke dalam kelompok lagu persembahan, lagu ini kerap dinyanyikan pada saat kantong persembahan diedarkan. Padahal bila kita simak seluruh kata dalam lirik lagu ini, ia sama sekali bukanlah lagu persembahan. Ia adalah seruan untuk selalu, dalam keadaan bagaimana pun, “menghitung” segala berkat Tuhan, yang senantiasa dikaruniakan-Nya bagi kita.

Seruan Mazmur 103:2 sejiwa dengan itu:
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan- Nya!”
Dan jelas seruan sang pemazmur ini bukanlah sekadar “menghitung” atau tidak melupakan berkat Tuhan dalam pengertian kecukupan materi atau sejenisnya. Ia meliputi segalanya, dari pengampunan-Nya, hingga penebusan hidup dari lubang kubur. Dan semua itu dilakukan Tuhan bagi sang pemazmur, karena pada hakikatnya “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” (Mz. 103:8).

Oleh karena itu pertama-tama sang pemazmur menyerukan untuk tidak melupakan segala kebaikan Tuhan kepada dirinya sendiri: “Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!” (Mz. 103:1). Kata “jiwa” di situ adalah terjemahan dari kata nefesh (Ibr.) yang berarti segenap diri, segenap batin, segala sesuatu yang ada dalam diri. Sebab memuji Tuhan dan “tidak melupakan segala kebaikan Tuhan” mesti ada dalam darah-dagingnya, agar mampu menghadapi apa pun dalam hidup ini.

Kita pun, dalam pasang-surut perjalanan hidup kita, mestinya tak pernah melupakan segala kebaikan Tuhan. Dan itu mesti tertanam dalam nefesh kita, dalam segenap diri kita, dalam darah-daging kita, dalam jantung, hati, ginjal, lambung dan pikiran kita. Sehingga takkan pernah bibir kita berhenti memuji Tuhan.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Serupa Dengan-Nya
    Yohanes 15: 1-8
    Apa yang akan kita katakan ketika seseorang bertanya kepada kita, “Siapakah Anda?” Pertanyaan ini sederhana namun setiap orang bisa...
  • Akukah Domba Yang Baik?
    Saudara, sepenggal kisah dari Yohanes 10:11-18 menceritakan suatu hubungan antara gembala dengan domba yang digembalakan. Yesus adalah sang Gembala...
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...