IMAN, HARAP, KASIH:  Nilai-Nilai yang Diwariskan

IMAN, HARAP, KASIH: Nilai-Nilai yang Diwariskan

Belum ada komentar 505 Views

Menjadi keluarga Kristen yang sungguh-sungguh memancarkan nilai-nilai kekristenan dalam hidup dan lakunya, bukanlah hal yang mudah. Dunia, tempat di mana kita hidup dan membangun relasi, juga memberikan nilai-nilainya, yang tampaknya lebih menarik dan mudah untuk dilakukan. Godaan untuk meninggalkan nilai-nilai ilahi begitu kuat kita alami dalam tantangan zaman ini.

Lima tantangan keluarga Kristen masa kini antara lain:

  1. Persaingan. Tiap hari kita diperhadapkan dengan persaingan untuk mempertahankan diri. Persaingan sering kali menempatkan sesamanya sebagai pihak yang harus dikalahkan agar tujuan tercapai.
  2. Kambing Hitam. Berkaitan dengan persaingan yang makin kuat, maka kebiasaan “mencari kambing hitam” kerap terjadi karena tiap orang berusaha untuk menghindar dari tanggung jawabnya.
  3. Egoisme. Egoisme berarti tidak pernah memberikan ruang bagi orang lain. Seluruh kepentingan hanya tertuju kepada diri sendiri.
  4. Bersikap setia kepada Tuhan. Godaan untuk mengingkari Kristus atas nama kebutuhan dan fasilitas menjadi sebuah tawaran yang sangat menggiurkan ketimbang mempertahankannya dan menghadapi banyak tekanan dan kesulitan.
  5. Berpihak kepada mereka yang lemah. Seiring dengan semakin menguatnya persaingan yang membuat tiap orang memikirkan kepentingannya, maka dampaknya tidak ada tempat bagi mereka yang lemah. Posisi mereka akan semakin tertindas karena pementingan diri selalu mengorbankan mereka yang tidak berdaya.

Bukankah tantangan zaman ini begitu dekat dengan segala aktivitas dan relasi kita? Bagaimana keluarga Kristen menyikapinya? Apakah kita bersikap tidak peduli dan membiarkan tantangan zaman melunturkan dan merontokkan nilai-nilai kekristenan?

Panitia Bulan Keluarga mengajak anggota jemaat dan simpatisan untuk bersikap aktif melawan nilai-nilai duniawi dan berpegang teguh pada nilai-nilai ilahi. Nilai-nilai itu adalah iman, harap dan kasih. Nilai inilah yang menjadi tema Bulan Keluarga: Iman, Harap, Kasih: Nilai-Nilai yang Diwariskan.

Diwariskan: sebagai wujud upaya keluarga melahirkan generasi demi generasi yang takut akan Tuhan. Perkembangan dunia dan tantangannya akan semakin berat dan kompleks, untuk itu ketika keluarga menanamkan nilai ilahi sejak dini, diharapkan nilai inilah yang membangun tiap umat menjadi keluarga, jemaat, bangsa yang takut akan Tuhan.

1 Korintus 13:13, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

Iman adalah sikap mengakui serta tunduk kepada kemahakuasaan Allah sekaligus mengandung unsur penyerahan diri secara penuh dan kemauan untuk menaati apa yang menjadi tuntutan dari penyerahan diri tersebut. Artinya, beriman adalah sikap mengakui, tunduk, berserah dan taat kepada Sang Khalik. Pada hakikatnya, iman adalah suatu tindakan yang melibatkan seluruh kepribadian manusia secara utuh. Iman bukan hanya soal hati tapi kesatuan totalitas keberadaan diri manusia kepada Allah.

Pengharapan dinyatakan dalam Ibrani 6:19-20, “Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai perintis bagi kita, ketika Ia menurut pengertian Melkisedek, menjadi imam Besar sampai selama-lamanya.”

Pengharapan adalah respons dari iman kita kepada Allah. Pengharapan lebih dari sekadar sikap optimis, sebab pengharapan kita terletak pada kekuasaan Allah yang dapat mengubah kehidupan menjadi baik. Dasar pengharapan orang percaya adalah terwujudnya Kerajaan Allah di bumi seperti di surga.

Kasih menjadi yang utama, yang membungkus iman dan pengharapan. Iman tanpa kasih menjadi dingin dan pengharapan tanpa kasih menjadi suram. Paulus mengawali uraiannya dengan karunia tetapi semua karunia tanpa kasih, tidak mempunyai makna. Kasih adalah api yang menyalakan iman dan cahaya yang mengubah pengharapan menjadi kepastian (William Barclay).

Nilai iman, harap dan kasih ini menjadi sangat relevan bagi keluarga dalam menghadapi pergumulan hidup di tengah-tengah tantangan zaman. Nilai ini yang memampukan keluarga bertahan di tengah badai dengan tidak meragukan kuasa Allah. Pengharapan yang membakar kekuatan untuk bertahan dan tidak jatuh kepada keputusasaan. Kasih menyirami kehidupan dengan keteduhan, kelembutan, ketulusan dan pengorbanan. Nilai yang melebihi warisan materi, nilai yang tidak akan pudar oleh perkembangan zaman dan tidak lekang oleh waktu.

Kiranya melalui momen Bulan Keluarga tahun ini, tiap keluarga kembali termotivasi untuk membangun dan menumbuhkan nilai iman, harap, dan kasih sebagai nilai-nilai pendidikan dalam keluarga. Nilai-nilai yang menjadi warisan untuk menghadapi segala pergumulan keluarga di tengah dunia dengan tetap memancarkan kemuliaan Allah.

Bukan hanya pergumulan keluarga inti yang kita lewati dengan nilai iman, harap dan kasih, tetapi juga pergumulan keluarga jemaat Tuhan di GKI Pondok Indah. Begitu banyak upaya yang terus kita lakukan untuk mewujudkan tri-tugas panggilan gereja. Tugas ini tidak mudah, banyak hambatan dan tantangan zaman yang menghadang, tetapi hal itu tidak akan menghentikan kita untuk terus berjuang menghadirkan kemuliaan nama Allah di tengah dunia.

Secara khusus kita terus menggumulkan pembangunan dan program Community Center. Program yang lahir dari sebuah kerinduan untuk melayani Tuhan lebih luas lagi. GKI Pondok Indah sebagai sebuah keluarga, terpanggil untuk menunjukkan sikap kasih dengan mengembangkan sikap kepedulian kepada mereka yang lemah, mengikis keegoisan sebagai bentuk imannya kepada Allah. Amat disadari bahwa program ini adalah sebuah program besar yang sering kali memunculkan keraguan apakah semua ini dapat terwujud?

Untuk itu sebagai sebuah keluarga jemaat Allah, melalui momen Bulan Keluarga ini, kita diajak bergandengan tangan dalam iman, harap dan kasih untuk mewujudkan pembangunan dan program Community Center. Program Community Center adalah salah satu bentuk pelayanan keluarga jemaat Allah di GKI Pondok Indah untuk semakin menggarami dan menerangi kehidupan di dunia ini dengan nilai-nilai ilahi.

Kiranya nilai iman, harap, kasih adalah sebuah nilai yang terus diwariskan dari generasi ke generasi, dimulai dari lingkup keluarga, jemaat dan masyarakat.

Pdt. Dahlia Vera Aruan

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan
  • Bersyukur & Bersaksi
    Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. (1 Tawarikh 16:8) Mengucap syukur sejatinya adalah sebuah kesaksian....
  • Menyongsong Fajar Kebangkitan
    Orang bilang bahwa dalam mempertimbangkan atau mengalami banyak hal, yang menentukan adalah “suasana hati.” Dalam pengalaman sehari-hari, memang kerap...
  • berbuah
    Pemimpin: Dari Hamba Ke Sahabat
    Kita sudah terlalu sering memakai kata “pelayan,” “pelayanan,” atau “melayani” untuk menunjuk pada karya dan kegiatan kristiani di dalam...
  • Walau Ditolak …
    Pernahkah Anda ditolak? Jelas bukan pengalaman yang menyenangkan. Ketika permintaan Anda ditolak oleh seseorang, Anda masih dapat mengatakan kepada...
  • GEREJA: Rumah Kita RUMAH: Gereja Kita
    Ketika kita berbicara tentang ‘gereja’ maka itu berarti kita sedang berbicara tentang ‘persekutuan’, dan bukan ‘gedung’. Sedangkan saya memahaminya...
Kegiatan