Ibadah Yang Berkenan Kepada-Nya

Ibadah Yang Berkenan Kepada-Nya

3 Komentar 508 Views

Cukup banyak orang yang memahami, bahwa ‘Ibadah” adalah sekedar menjalankan aturan dan ritual keagamaan. Tentu itu penting. Namun ibadah yang berkenan kepadaNya bukan sekedar menjalankan aturan dan ritual keagamaan. Dalam surat Ibrani, nasihat mengenai ‘ibadah yang berkenan pada Allah’ (Ibr. 12:28) diletakkan dalam konteks Allah yang membebaskan, memberikan  sukacita dan kasih karunia (Ibr. 12:22-24).

Kita sebagai umatNya seharusnya mewujudkan model ibadah yang sesuai dengan kehendakNya, yaitu ibadah yang membebaskan, menghadirkan sukacita dan membawa kasih karunia. Dalam kerangka berpikir semacam itulah, kita bisa memahami, tindakan Yesus yang menyembuhkan seorang perempuan di hari Sabath. Kasih karunia yang Yesus nyatakan kepada perempuan itu tidak bisa dilepaskan dari ibadah yang sedang Ia lakukan di Bait Allah.

Begitu juga dalam kitab Trito Yesaya. Umat kembali diingatkan bahwa menjalankan ibadah bukan sekedar menjalankan ritual, seperti berpuasa, tetapi membebaskan orang dari belenggu kelaliman (Yes. 58:5-6). Tuhan berjanji akan menyertai umat yang melakukan ibadah konkrit seperti itu (Yes. 58:10-12).

Lalu bagaimana dengan model ibadah kita? Sudahkan kita menghadirkan kasih karunia Allah melalui ibadah kita?  Semoga melalui GKI yang hari ini berulang tahun, pembebasan dan kasih karunia Allah semakin nyata dirasakan oleh lingkungan di mana GKI di tempatkan Tuhan.

[RDj]

3 Comments

  1. Martinus

    Terima kasih pak Rudi untuk artikel di atas.
    Artikel di atas juga mengingatkan saya untuk terus beribadah secara nyata di tengah-tengah lingkungan kerja saya yang seringkali masih mengutamakan karir semata tanpa memberikan hasil kerja yang dapat menghadirkan kasih karunia Allah.
    Selamat beribadah sesuai dengan kehendakNya.

  2. Robert. Ħ Manumpil

    Terima kasih, firman Tuhan pagi ini mengingatkan saya untuk melakukan yg benar dan berkenan kepada Tuhan sbg ibadah yg sejati.

  3. Hengky

    Syalom Pak Rudi, terima kasih, renungan ini sangat menolong saya untuk memperkuat persiapan saya dalam melayani Tuhan di jemaat kami
    salam damai dari Tanah Papua

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan