IA datang, walau dunia menolak-Nya

Yohanes 1:1-14 (10-11)

Belum ada komentar 59 Views

Natal adalah proklamasi datangnya sang Firman dan Terang, ke dan bagi dunia yang terperangkap dalam kebingungan, kekacauan, dan kegelapan. Dunia kita adalah dunia yang terasing dari Allah, dari segenap ciptaan, dan dari dirinya sendiri. Sang Firman dan Terang itu adalah Tuhan sendiri yang berkenan untuk memulihkan ciptaan-Nya yang dikasihi-Nya. Namun dunia tidak mengenali-Nya, bahkan menolak-Nya. Dunia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, sehingga gagal “melihat” tangan kasih Tuhan yang terulur kepadanya. Dunia terlalu sibuk dengan “hal-hal lain” yang lebih mengasyikkan dan menarik hatinya, sehingga tidak menyadari betapa parah keadaannya sendiri, serta menjadikannya kian tidak peka pada niat baik Tuhan baginya.

Namun demikian IA tetap datang ke dan bagi dunia. Kekacauan dan kebingungan tak dapat menghampakan makna kebenaran-Nya. Kegelapan tak dapat menutupi atau menguasai-Nya. Kasih-Nya yang tak terukur itu datang dan dinyatakan, untuk membarui dunia yang tak mengenali bahkan menolak-Nya. Kasih yang dinyatakan tanpa syarat. Kasih yang tetap membara walau ditolak.

Kasih yang sama ditunjukkan-Nya kepada kita. Kita yang pada hakikatnya kerap menolak-Nya dengan berbagai cara. Dengan pengingkaran kita atas iman dan tugas panggilan kita sebagai orang percaya. Dengan kecenderungan untuk hidup menurut ukuran kita sendiri bahkan dunia. Dengan egosentrisme kita. Dengan tipisnya integritas kita, dan banyak lagi.

Maka Natal mestinya menjadi momen untuk membarui diri. Momen untuk menyadari betapa tidak layaknya kita, namun betapa Tuhan berkenan merengkuh kita dalam pelukan kasih-Nya. Momen bercermin pada kasih-Nya dalam relasi-relasi kita. Momen untuk bangkit mewartakan kasih-Nya yang tak terukur itu.

Selamat Hari Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 dalam kasih-Nya yang murni, tulus dan agung itu.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan