Hidup Penuh Kasih Karunia

Hidup Penuh Kasih Karunia

Belum ada komentar 16 Views

Ada sebuah artikel menarik yang menggambarkan tentang kasih karunia demikian: jika anak Anda mengalami kecelakaan (ditabrak) dan kemudian meninggal dunia, maka akan ada beberapa reaksi seperti ini:

  1. Memanggil orang yang menabrak dan langsung menjadi hakim sendiri dengan membunuhnya. Ini dinamakan balas dendam.
  2. Atau memberikan si pembunuh tersebut kepada hukum, kepada otoritas setempat dengan melaporkan pada polisi dan membiarkan dia diadili dan masuk penjara. Ini namanya keadilan.
  3. Atau yang lain lagi melakukan sesuatu yang tidak biasa dilakukan yaitu mengampuni si pembunuh, kemudian mengadopsinya untuk menggantikan posisi anak Anda, lalu memberikan semua tempat dan harta anak Anda kepada dia. Ini yang dinamakan kasih karunia.

Kasih karunia adalah sesuatu yang kita terima, meskipun kita sebenarnya tidak layak menerimanya. Ia bukan hanya mengampuni tetapi juga memberi kesempatan pada kita memiliki hubungan damai dengan-Nya. Ini yang Tuhan lakukan pada kita setiap harinya. Seperti gambaran di atas, Tuhan telah menghapus semua dosa-dosa kita dan mengangkat status kita sejajar dengan Yesus. Dia rela mati supaya kita bisa terbebaskan dari hidup menurut hukum Taurat. Karena hukum membuat mata kita terfokus pada kegagalan kita. Tapi kasih karunia membuat mata kita terfokus pada kasih Tuhan.

Hukum memberi kita gambaran tentang hidup yang benar. Tapi kasih karunia memberi kita kekuatan untuk hidup benar sesuai dengan Firman Tuhan. Kasih Karunia adalah ruang lingkup tempat kita berdiri. Kita harus tinggal di mana kasih karunia itu berada. Jangan bertanya, kita harus berada di mana ? Kita wajib berdiri di dalam kasih karunia. (Roma 5:2).

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan