Hidup Otentik

1 Samuel 15:34-16:13

Belum ada komentar 100 Views

Menurut kamus dictionary.com, cosmetic berarti “alat-alat superfisial untuk membuat sesuatu tampak lebih baik, lebih menarik, atau lebih mengesankan. ” Dengan definisi ini dapatlah kita berkata bahwa kita hidup di dalam sebuah budaya kosmetik (a cosmetic culture). Segala sesuatu dihias agar tampak baik dan tampak mengesankan. Apa yang terlihat lebih penting dari apa yang sesungguhnya. Hidup beragama pun kerap mengalami kosmetikisasi. Tidak sungguh-sungguh beriman tidak masalah, asal tampak beragama.

Kisah pemilihan Daud sebagai raja Israel tampaknya menggugat budaya kosmetik ini. Dibandingkan semua saudaranya, Daud tampak tidak menjanjikan sebagai seorang calon raja. Sebab “ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok” (ay. 12). Seluruh gambaran ini tidak ingin menegaskan keelokan Daud, malah sebaliknya. Ia tampak kurang gagah, kurang jantan, kurang macho dalam ukuran sosial saat itu. Sebab, “bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” Klaim ini merupakan sebuah budaya tandingan (counter-culture) terhadap budaya kosmetik. Apa yang sesungguhnya ada di dalam hati lebih penting dari apa yang kaulihat.

Pesannya bagi kita sungguh dalam, sekaligus sederhana. Pertama, jangan merasa rendah diri hanya karena Anda tak terlihat OK dalam ukuran sosial. Sebaliknya, kedua, jangan merasa sombong jika Anda terlihat OK dalam ukuran sosial. Ketiga, hal yang sama perlu kita terapkan ketika kita berhadapan dengan orang lain. Jangan pernah menilai orang lain dari apa yang Anda lihat, sebab tak seorang pun, selain Allah, mampu menilai hati seseorang. Ketika ketiga prinsip ini kita pegang, maka kita akan berada di jalur yang tepat, yaitu kehidupan yang otentik.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan