Hidup Otentik

1 Samuel 15:34-16:13

Belum ada komentar 165 Views

Menurut kamus dictionary.com, cosmetic berarti “alat-alat superfisial untuk membuat sesuatu tampak lebih baik, lebih menarik, atau lebih mengesankan. ” Dengan definisi ini dapatlah kita berkata bahwa kita hidup di dalam sebuah budaya kosmetik (a cosmetic culture). Segala sesuatu dihias agar tampak baik dan tampak mengesankan. Apa yang terlihat lebih penting dari apa yang sesungguhnya. Hidup beragama pun kerap mengalami kosmetikisasi. Tidak sungguh-sungguh beriman tidak masalah, asal tampak beragama.

Kisah pemilihan Daud sebagai raja Israel tampaknya menggugat budaya kosmetik ini. Dibandingkan semua saudaranya, Daud tampak tidak menjanjikan sebagai seorang calon raja. Sebab “ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok” (ay. 12). Seluruh gambaran ini tidak ingin menegaskan keelokan Daud, malah sebaliknya. Ia tampak kurang gagah, kurang jantan, kurang macho dalam ukuran sosial saat itu. Sebab, “bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” Klaim ini merupakan sebuah budaya tandingan (counter-culture) terhadap budaya kosmetik. Apa yang sesungguhnya ada di dalam hati lebih penting dari apa yang kaulihat.

Pesannya bagi kita sungguh dalam, sekaligus sederhana. Pertama, jangan merasa rendah diri hanya karena Anda tak terlihat OK dalam ukuran sosial. Sebaliknya, kedua, jangan merasa sombong jika Anda terlihat OK dalam ukuran sosial. Ketiga, hal yang sama perlu kita terapkan ketika kita berhadapan dengan orang lain. Jangan pernah menilai orang lain dari apa yang Anda lihat, sebab tak seorang pun, selain Allah, mampu menilai hati seseorang. Ketika ketiga prinsip ini kita pegang, maka kita akan berada di jalur yang tepat, yaitu kehidupan yang otentik.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
  • Schooling Fish
    Yesaya 45:1-7; Mazmur 96:1-9; 1 Tesalonika 1:1-10; Matius 22:15-22
    Bayangkan saja kalau kita menjadi seekor ikan kecil. Kalau saja kita diberikan pilihan untuk hidup di akuarium atau di...
  • Rasa Haus
    Air menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan. Banyak hal membutuhkan air. Mulai dari tubuh manusia sebagian besar terdiri...
  • Apa yang kita letakkan pertama?
    Yesaya 5:1-7; Mazmur 80:8-16; Filipi 3:4-14; Matius 21:33-46
    “Selalu ada yang pertama untuk segalanya.” Apa anda pernah mendengar kalimat tersebut? Ya, sebagian besar dari kita tentu akan...
  • Hidup Dalam Keramahan Dan Cinta
    Yehezkiel 18: 1-4, 25-32 Mazmur 25: 1-9 Filipi 2: 1-13. Matius 21: 23-32
    Perubahan ke arah yang lebih baik adalah dambaan semua orang. Saya yakin dan percaya bahwa semua orang, tanpa kecuali...
Kegiatan