Hidup Kudus Bagi Sesama

Imamat 19:9-18

Belum ada komentar 107 Views

Dalam dunia Perjanjian Lama, hidup dalam kekudusan Allah, adalah hidup yang dipisahkan, dikhususkan untuk suatu misi tertentu, demikian juga ketika diterjemahkan dalam dunia Perjanjian Baru mempunyai makna yang sama. Karena itu, tidak sedikit orang yang menafsirkan bahwa hidup dalam kekudusan Allah berarti hidup yang memisahkan diri dari masyarakat umum, dari kehidupan ‘dunia yang cemar’ ini dan tindakannya cenderung mengasingkan diri.

Menarik untuk memerhatikan kenyataan hidup dalam kekudusan yang dipaparkan dalam kitab Imamat. Pengertian menguduskan Allah berarti memilih hanya Allah lah yang patut dikhususkan untuk disembah, dimuliakan. Ketika seseorang menguduskan Allah maka dengan sendirinya ia akan berusaha menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah, dengan demikian ia akan memiliki hubungan yang baik dengan Allah, karena selalu berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan.

Hidup yang dikuduskan oleh Allah adalah hidup yang melanjutkan misi Allah untuk hidup di tengah-tengah masyarakat dan menyatakan kepeduliannya, seperti memelihara orang-orang miskin, menjauhi kebohongan, tidak mengutuki dan mencelakakan orang-orang yang berkebutuhan khusus (tuli dan buta) serta tidak berbuat curang dalam peradilan, selain itu juga, tidak membenci saudaranya, melainkan mengasihi mereka, sebagaimana Tuhan juga mengasihi semua manusia tanpa membeda-bedakan.

Jadi jelas, bahwa perintah hidup kudus sangat erat kaitannya dengan melakukan tindakan kasih. Orang yang mengasihi atau menguduskan Allah harus memberlakukan kasih Tuhan. Allah adalah “Kasih”, tanpa memberlakukan kasih, mustahil manusia dapat hidup kudus di hadapan Allah.

Berusaha untuk keluar dari lingkaran “kenyamanan” dan masuk dalam pergumulan bersama masyarakat, untuk menyatakan kasih, kepedulian dengan mengungkap kebenaran dan keadilan adalah bagian dari belajar hidup dalam kekudusan Allah.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • demikian
    Perbuatlah Demikian
    Lukas 10:25-37
    Kisah “Orang Samaria yang murah hati” ini sangatlah terkenal. Setelah berkisah, Yesus bertanya kepada ahli Taurat yang mendengar-Nya, “Siapakah...
  • menjadi jawaban
    Menjadi Jawaban Atas Doa Kita Sendiri
    Lukas 10:2-3
    Setelah berujar, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit,” Yesus menasihati para murid-Nya untuk berdoa dan meminta kepada Allah, “Mintalah...
  • kenyamanan
    Melepaskan kenyamanan demi ketaatan
    Lukas 9:51-62
    Yustinus Favius dieksekusi mati oleh kaisar Markus Aurelius pada tahun 165 bersama 6 orang temannya. Dia percaya kematian di...
  • kasih karunia
    Allah Yang Sabar Dan Penuh Kasih Karunia
    Yesaya 65 :1-9
    Sebuah kisah tentang seorang petani mempunyai seorang anak yang tidak pernah membantu ayahnya bekerja di ladang mereka. Akibatnya ia...
  • pengharapan
    ALLAH Trinitas dan Pengharapan Masa Depan
    Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15
    Alkitab menyatakan bahwa menjadi Kristen dan beriman kepada Allah Trinitas tidaklah mudah. Penolakan, pengucilan dan hal-hal yang buruk mungkin...
Kegiatan