Hidup Kudus Bagi Sesama

Imamat 19:9-18

Belum ada komentar 133 Views

Dalam dunia Perjanjian Lama, hidup dalam kekudusan Allah, adalah hidup yang dipisahkan, dikhususkan untuk suatu misi tertentu, demikian juga ketika diterjemahkan dalam dunia Perjanjian Baru mempunyai makna yang sama. Karena itu, tidak sedikit orang yang menafsirkan bahwa hidup dalam kekudusan Allah berarti hidup yang memisahkan diri dari masyarakat umum, dari kehidupan ‘dunia yang cemar’ ini dan tindakannya cenderung mengasingkan diri.

Menarik untuk memerhatikan kenyataan hidup dalam kekudusan yang dipaparkan dalam kitab Imamat. Pengertian menguduskan Allah berarti memilih hanya Allah lah yang patut dikhususkan untuk disembah, dimuliakan. Ketika seseorang menguduskan Allah maka dengan sendirinya ia akan berusaha menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah, dengan demikian ia akan memiliki hubungan yang baik dengan Allah, karena selalu berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan.

Hidup yang dikuduskan oleh Allah adalah hidup yang melanjutkan misi Allah untuk hidup di tengah-tengah masyarakat dan menyatakan kepeduliannya, seperti memelihara orang-orang miskin, menjauhi kebohongan, tidak mengutuki dan mencelakakan orang-orang yang berkebutuhan khusus (tuli dan buta) serta tidak berbuat curang dalam peradilan, selain itu juga, tidak membenci saudaranya, melainkan mengasihi mereka, sebagaimana Tuhan juga mengasihi semua manusia tanpa membeda-bedakan.

Jadi jelas, bahwa perintah hidup kudus sangat erat kaitannya dengan melakukan tindakan kasih. Orang yang mengasihi atau menguduskan Allah harus memberlakukan kasih Tuhan. Allah adalah “Kasih”, tanpa memberlakukan kasih, mustahil manusia dapat hidup kudus di hadapan Allah.

Berusaha untuk keluar dari lingkaran “kenyamanan” dan masuk dalam pergumulan bersama masyarakat, untuk menyatakan kasih, kepedulian dengan mengungkap kebenaran dan keadilan adalah bagian dari belajar hidup dalam kekudusan Allah.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Transfigurasi
    Minggu Transfigurasi
    Keluaran 24:12-18; Mazmur 2; 2 Petrus 1:16-21; Matius 17:1-9
    Minggu ini kita merayakan Minggu Transfigurasi. Di dalam tradisi Protestan pada umumnya, Minggu Transfigurasi dirayakan pada Minggu sebelum Rabu...
  • memilih hidup
    Memilih Hidup
    Ulangan 30:15-20; Mazmur 119:1-8; 1 Korintus 3:1-9; Matius 5:21-37
    ‘Apa iya ada orang yang tidak memilih kehidupan?’ lazimnya semua orang memilih kehidupan, bukan? Betul, semua orang ingin hidup...
  • Pendetaku
    Mazmur 103:1-14
    Kehadiran pendeta dalam perjalanan panjang sejarah gereja, menimbulkan banyak kesan baik positif maupun negatif. Ada umat yang memandang pendeta...
  • #HidupMengenalAllah #BahagiaDalamYesus
    Mikha 6:1-8; Mazmur 15; 1 Korintus 1:18-31; Matius 5:1-12
    Bahagia bagi sebagian orang ditentukan dari apa yang dia peroleh. Seorang pelari bahagia ketika ia mencapai targetnya. Marketer bahagia...
  • apakah
    Apakah yang Kamu Cari?
    Yesaya 49:1-7; Mazmur 40:2-12;1 Korintus 1:1-9; Yohanes 1:29-42
    Injil Yohanes diawali dengan dua tema yang saling berkaitan: identitas Yesus dan makna dari pemuridan. “Lihatlah Anak domba Allah!”...
Kegiatan