Hidup Kudus Bagi Sesama

Imamat 19:9-18

Belum ada komentar 85 Views

Dalam dunia Perjanjian Lama, hidup dalam kekudusan Allah, adalah hidup yang dipisahkan, dikhususkan untuk suatu misi tertentu, demikian juga ketika diterjemahkan dalam dunia Perjanjian Baru mempunyai makna yang sama. Karena itu, tidak sedikit orang yang menafsirkan bahwa hidup dalam kekudusan Allah berarti hidup yang memisahkan diri dari masyarakat umum, dari kehidupan ‘dunia yang cemar’ ini dan tindakannya cenderung mengasingkan diri.

Menarik untuk memerhatikan kenyataan hidup dalam kekudusan yang dipaparkan dalam kitab Imamat. Pengertian menguduskan Allah berarti memilih hanya Allah lah yang patut dikhususkan untuk disembah, dimuliakan. Ketika seseorang menguduskan Allah maka dengan sendirinya ia akan berusaha menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah, dengan demikian ia akan memiliki hubungan yang baik dengan Allah, karena selalu berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan.

Hidup yang dikuduskan oleh Allah adalah hidup yang melanjutkan misi Allah untuk hidup di tengah-tengah masyarakat dan menyatakan kepeduliannya, seperti memelihara orang-orang miskin, menjauhi kebohongan, tidak mengutuki dan mencelakakan orang-orang yang berkebutuhan khusus (tuli dan buta) serta tidak berbuat curang dalam peradilan, selain itu juga, tidak membenci saudaranya, melainkan mengasihi mereka, sebagaimana Tuhan juga mengasihi semua manusia tanpa membeda-bedakan.

Jadi jelas, bahwa perintah hidup kudus sangat erat kaitannya dengan melakukan tindakan kasih. Orang yang mengasihi atau menguduskan Allah harus memberlakukan kasih Tuhan. Allah adalah “Kasih”, tanpa memberlakukan kasih, mustahil manusia dapat hidup kudus di hadapan Allah.

Berusaha untuk keluar dari lingkaran “kenyamanan” dan masuk dalam pergumulan bersama masyarakat, untuk menyatakan kasih, kepedulian dengan mengungkap kebenaran dan keadilan adalah bagian dari belajar hidup dalam kekudusan Allah.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
  • segenap hati
    Dengan Segenap Hati?
    Yohanes 12:20-33
    Saat saya studi, saya bertemu dengan seorang pemimpin aliran UU. “Jadi, siapa Tuhan Yesus menurut aliranmu?” “Yesus itu, Guru...
Kegiatan