Hidup Kudus Bagi Sesama

Imamat 19:9-18

Belum ada komentar 84 Views

Dalam dunia Perjanjian Lama, hidup dalam kekudusan Allah, adalah hidup yang dipisahkan, dikhususkan untuk suatu misi tertentu, demikian juga ketika diterjemahkan dalam dunia Perjanjian Baru mempunyai makna yang sama. Karena itu, tidak sedikit orang yang menafsirkan bahwa hidup dalam kekudusan Allah berarti hidup yang memisahkan diri dari masyarakat umum, dari kehidupan ‘dunia yang cemar’ ini dan tindakannya cenderung mengasingkan diri.

Menarik untuk memerhatikan kenyataan hidup dalam kekudusan yang dipaparkan dalam kitab Imamat. Pengertian menguduskan Allah berarti memilih hanya Allah lah yang patut dikhususkan untuk disembah, dimuliakan. Ketika seseorang menguduskan Allah maka dengan sendirinya ia akan berusaha menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak disukai oleh Allah, dengan demikian ia akan memiliki hubungan yang baik dengan Allah, karena selalu berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan.

Hidup yang dikuduskan oleh Allah adalah hidup yang melanjutkan misi Allah untuk hidup di tengah-tengah masyarakat dan menyatakan kepeduliannya, seperti memelihara orang-orang miskin, menjauhi kebohongan, tidak mengutuki dan mencelakakan orang-orang yang berkebutuhan khusus (tuli dan buta) serta tidak berbuat curang dalam peradilan, selain itu juga, tidak membenci saudaranya, melainkan mengasihi mereka, sebagaimana Tuhan juga mengasihi semua manusia tanpa membeda-bedakan.

Jadi jelas, bahwa perintah hidup kudus sangat erat kaitannya dengan melakukan tindakan kasih. Orang yang mengasihi atau menguduskan Allah harus memberlakukan kasih Tuhan. Allah adalah “Kasih”, tanpa memberlakukan kasih, mustahil manusia dapat hidup kudus di hadapan Allah.

Berusaha untuk keluar dari lingkaran “kenyamanan” dan masuk dalam pergumulan bersama masyarakat, untuk menyatakan kasih, kepedulian dengan mengungkap kebenaran dan keadilan adalah bagian dari belajar hidup dalam kekudusan Allah.

(tt)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
Kegiatan