Rangkap Tiga

Hidup Benar Rangkap Tiga

Belum ada komentar 116 Views

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mik. 6:8)

Pola hidup benar rangkap tiga yang ditegaskan di dalam Mikha 6:8 ini sungguh sangat terkenal: keadilan, kesetiaan (atau belas kasih), dan kerendahhatian. Sangat banyak ahli yang memandang ketiganya sebagai rangkuman dari kehidupan Israel yang ideal yang diharapkan oleh Allah. “Keadilan” (Ibrani: mishpat) menunjuk pada dimensi sosial, yaitu bahwa kita harus memperjuangkan tata sosial yang adil. “Kesetiaan,” atau lebih tepat diterjemahkan “belas kasih” (chesed) menunjuk pada dimensi antarpersonal, yaitu relasi kita dengan orang-orang di sekeliling kita. Keduanya lantas dilandasi oleh yang ketiga, yaitu “kerendahhatian” (yalak tsana`) adalah dimensi spiritual di hadapan Allah, yaitu sikap merasa diri tak penting dibandingkan Allah sendiri.

Tampaknya, hidup benar akan raib dari diri kita jika satu saja hilang. Kita harus secara utuh memperjuangkan, dengan pertolongan Allah, ketiga kebajikan rohani ini. Yang menarik, LAI memberi judul perikop Mikha 6 ini, “Pengaduan, tuntutan dan hukuman TUHAN terhadap umat-Nya.” Rupanya, Allah mengajukan “pengaduan” karena cara hidup Israel yang berlaku tak adil di masyarakat; “tuntutan” karena mereka hidup tak peduli pada sesama; “hukuman” karena berlaku sombong di hadapan Tuhan.

Sebuah Talmud Yahudi terkenal (Makkot 23b-24a) menuturkan bahwa kebajikan rangkap tiga dalam Mikha 6:8 ini adalah saripati dari enam prinsip dalam Yesaya 33:15-16; sementara itu prinsip dalam kitab Yesaya itu sendiri adalah saripati dari sebelas gagasan hidup baik dalam Mazmur 15; gagasan dalam Mazmur 15 itu sendiri adalah rangkuman dari 613 perintah yang Allah berikan kepada Musa di Gunung Sinai. Menarik, bukan?

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan