Rangkap Tiga

Hidup Benar Rangkap Tiga

Belum ada komentar 121 Views

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mik. 6:8)

Pola hidup benar rangkap tiga yang ditegaskan di dalam Mikha 6:8 ini sungguh sangat terkenal: keadilan, kesetiaan (atau belas kasih), dan kerendahhatian. Sangat banyak ahli yang memandang ketiganya sebagai rangkuman dari kehidupan Israel yang ideal yang diharapkan oleh Allah. “Keadilan” (Ibrani: mishpat) menunjuk pada dimensi sosial, yaitu bahwa kita harus memperjuangkan tata sosial yang adil. “Kesetiaan,” atau lebih tepat diterjemahkan “belas kasih” (chesed) menunjuk pada dimensi antarpersonal, yaitu relasi kita dengan orang-orang di sekeliling kita. Keduanya lantas dilandasi oleh yang ketiga, yaitu “kerendahhatian” (yalak tsana`) adalah dimensi spiritual di hadapan Allah, yaitu sikap merasa diri tak penting dibandingkan Allah sendiri.

Tampaknya, hidup benar akan raib dari diri kita jika satu saja hilang. Kita harus secara utuh memperjuangkan, dengan pertolongan Allah, ketiga kebajikan rohani ini. Yang menarik, LAI memberi judul perikop Mikha 6 ini, “Pengaduan, tuntutan dan hukuman TUHAN terhadap umat-Nya.” Rupanya, Allah mengajukan “pengaduan” karena cara hidup Israel yang berlaku tak adil di masyarakat; “tuntutan” karena mereka hidup tak peduli pada sesama; “hukuman” karena berlaku sombong di hadapan Tuhan.

Sebuah Talmud Yahudi terkenal (Makkot 23b-24a) menuturkan bahwa kebajikan rangkap tiga dalam Mikha 6:8 ini adalah saripati dari enam prinsip dalam Yesaya 33:15-16; sementara itu prinsip dalam kitab Yesaya itu sendiri adalah saripati dari sebelas gagasan hidup baik dalam Mazmur 15; gagasan dalam Mazmur 15 itu sendiri adalah rangkuman dari 613 perintah yang Allah berikan kepada Musa di Gunung Sinai. Menarik, bukan?

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan