Rangkap Tiga

Hidup Benar Rangkap Tiga

Belum ada komentar 118 Views

“Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mik. 6:8)

Pola hidup benar rangkap tiga yang ditegaskan di dalam Mikha 6:8 ini sungguh sangat terkenal: keadilan, kesetiaan (atau belas kasih), dan kerendahhatian. Sangat banyak ahli yang memandang ketiganya sebagai rangkuman dari kehidupan Israel yang ideal yang diharapkan oleh Allah. “Keadilan” (Ibrani: mishpat) menunjuk pada dimensi sosial, yaitu bahwa kita harus memperjuangkan tata sosial yang adil. “Kesetiaan,” atau lebih tepat diterjemahkan “belas kasih” (chesed) menunjuk pada dimensi antarpersonal, yaitu relasi kita dengan orang-orang di sekeliling kita. Keduanya lantas dilandasi oleh yang ketiga, yaitu “kerendahhatian” (yalak tsana`) adalah dimensi spiritual di hadapan Allah, yaitu sikap merasa diri tak penting dibandingkan Allah sendiri.

Tampaknya, hidup benar akan raib dari diri kita jika satu saja hilang. Kita harus secara utuh memperjuangkan, dengan pertolongan Allah, ketiga kebajikan rohani ini. Yang menarik, LAI memberi judul perikop Mikha 6 ini, “Pengaduan, tuntutan dan hukuman TUHAN terhadap umat-Nya.” Rupanya, Allah mengajukan “pengaduan” karena cara hidup Israel yang berlaku tak adil di masyarakat; “tuntutan” karena mereka hidup tak peduli pada sesama; “hukuman” karena berlaku sombong di hadapan Tuhan.

Sebuah Talmud Yahudi terkenal (Makkot 23b-24a) menuturkan bahwa kebajikan rangkap tiga dalam Mikha 6:8 ini adalah saripati dari enam prinsip dalam Yesaya 33:15-16; sementara itu prinsip dalam kitab Yesaya itu sendiri adalah saripati dari sebelas gagasan hidup baik dalam Mazmur 15; gagasan dalam Mazmur 15 itu sendiri adalah rangkuman dari 613 perintah yang Allah berikan kepada Musa di Gunung Sinai. Menarik, bukan?

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
  • segenap hati
    Dengan Segenap Hati?
    Yohanes 12:20-33
    Saat saya studi, saya bertemu dengan seorang pemimpin aliran UU. “Jadi, siapa Tuhan Yesus menurut aliranmu?” “Yesus itu, Guru...
Kegiatan