Hidup Adil, Setia dan Rendah Hati

Hidup Adil, Setia dan Rendah Hati

Belum ada komentar 3764 Views

Amat mencengangkan kemiripan keadaan masyarakat pada masa nabi Mikha yang membuat Allah murka, dengan situasi saat ini: korupsi yang terjadi di kalangan pemimpin politik, penegak hukum, bahkan pemuka agama (Mi. 3:11); penyelewengan di bidang hukum, di mana segala sesuatu dapat diatur seturut kepentingan (Mi. 7:3); kesewenang-wenangan, ketidakadilan dan kekejaman pemimpin yang menindas orang kecil (Mi. 2:1-2); praktik keagamaan yang palsu dan kosong karena di baliknya praktik-praktik di atas berlangsung tanpa gangguan (Mi. 6:6-7), bahkan penyembahan berhala marak (Mi. 5:11-13).

Allah melalui nabi Mikha (Mi. 6:1-8) menyatakan dengan tegas kekecewaan-Nya atas keadaan umat-Nya. Untuk itu Ia mengingatkan umat-Nya akan karya penyelamatan-Nya, serta menuntut pertanggungjawaban mereka (Mi.6:3). Inti dari pesan Allah melalui nabi Mikha dalam situasi yang bobrok seperti itu adalah: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mi. 6:8)

Seruan ini amat pas dengan visi-misi GKI Pondok Indah (juga yang baru). Oleh karena itu seruan ini selain mesti kita refleksikan sebagai jemaat, juga mesti kita ejawantahkan sebagai orang percaya dan sebagai warga jemaat GKI Pondok Indah. Sebab tanpa refleksi pribadi dari setiap warga jemaat, refleksi jemaat akan tidak bermakna.

Hidup ini adalah hidup yang keras, dan yang terus berubah, walau lebih kerap ke arah yang lebih tidak baik, bahkan mungkin lebih parah dan kompleks ketimbang situasi di zaman nabi Mikha. Sebagai orang percaya, kita dipanggil bukan untuk “mengingkari” kehidupan nyata ini (dengan bersembunyi di balik kesalehan atau kerohanian yang sempit, atau di balik mimpi tentang hidup yang indah dan sejati di sorga sana), tetapi untuk menerangi dan menggaraminya, dengan hidup adil, setia dan rendah hati.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berbahagia walau….
    Lukas 6: 17-26
    Ungkapan “berbahagialah” mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus tentang “Kotbah di Bukit”. Sebutan berbahagialah mereka yang miskin, yang lapar...
  • Melihat Karya Tuhan melalui Kegagalan
    Lukas 5: 1-11
    Kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita, sering menjadi sesuatu yang menakutkan dan menjauhkan kita dari mimpi masa depan yang...
  • MUKJIZAT
    Yohannes 2:1-11
    Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat...
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
Kegiatan