Hidup Adil, Setia dan Rendah Hati

Hidup Adil, Setia dan Rendah Hati

Belum ada komentar 4436 Views

Amat mencengangkan kemiripan keadaan masyarakat pada masa nabi Mikha yang membuat Allah murka, dengan situasi saat ini: korupsi yang terjadi di kalangan pemimpin politik, penegak hukum, bahkan pemuka agama (Mi. 3:11); penyelewengan di bidang hukum, di mana segala sesuatu dapat diatur seturut kepentingan (Mi. 7:3); kesewenang-wenangan, ketidakadilan dan kekejaman pemimpin yang menindas orang kecil (Mi. 2:1-2); praktik keagamaan yang palsu dan kosong karena di baliknya praktik-praktik di atas berlangsung tanpa gangguan (Mi. 6:6-7), bahkan penyembahan berhala marak (Mi. 5:11-13).

Allah melalui nabi Mikha (Mi. 6:1-8) menyatakan dengan tegas kekecewaan-Nya atas keadaan umat-Nya. Untuk itu Ia mengingatkan umat-Nya akan karya penyelamatan-Nya, serta menuntut pertanggungjawaban mereka (Mi.6:3). Inti dari pesan Allah melalui nabi Mikha dalam situasi yang bobrok seperti itu adalah: “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (Mi. 6:8)

Seruan ini amat pas dengan visi-misi GKI Pondok Indah (juga yang baru). Oleh karena itu seruan ini selain mesti kita refleksikan sebagai jemaat, juga mesti kita ejawantahkan sebagai orang percaya dan sebagai warga jemaat GKI Pondok Indah. Sebab tanpa refleksi pribadi dari setiap warga jemaat, refleksi jemaat akan tidak bermakna.

Hidup ini adalah hidup yang keras, dan yang terus berubah, walau lebih kerap ke arah yang lebih tidak baik, bahkan mungkin lebih parah dan kompleks ketimbang situasi di zaman nabi Mikha. Sebagai orang percaya, kita dipanggil bukan untuk “mengingkari” kehidupan nyata ini (dengan bersembunyi di balik kesalehan atau kerohanian yang sempit, atau di balik mimpi tentang hidup yang indah dan sejati di sorga sana), tetapi untuk menerangi dan menggaraminya, dengan hidup adil, setia dan rendah hati.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...