Hati yang Menyembah

Hati yang Menyembah

Belum ada komentar 105 Views

Setiap orang (baca: hati) menyambut kedatangan Kristus dengan caranya sendiri-sendiri. Maria dengan pujian syukur dan ketaatannya. Yusuf dalam diam namun percaya, patuh dan berserah. Para gembala yang meninggalkan ternak mereka untuk menjumpai sang Kristus yang terbaring di palungan (barangkali) di kandang Betlehem. Herodes yang amat menguatirkan tahtanya, sehingga bersedia melakukan apapun demi menyingkirkan sang Kristus. Dan hari ini kita baca tentang para majus.

Secara romantis kita bisa mengatakan, bahwa para majus adalah raja-raja (lokal) yang tunduk pada kebesaran sang Kristus, menyembah-Nya serta mempersembahkan pemberian yang hanya patut bagi seorang raja. Atau secara simbolik kita bisa pula mengatakan bahwa kedatangan para majus adalah isyarat bahwa rencana penyelamatan Allah dalam Kristus menjangkau semua bangsa, bahkan segenap ciptaan. Yang jelas tersurat, adalah bahwa para majus adalah orang-orang yang percaya pada sang Kristus serta datang menyembah-Nya. Dan untuk itu mereka tidak menghitung-hitung siapa diri mereka, jarak dan waktu, usaha serta cara, apalagi harta.

Bagaimanakah dengan kita sendiri? “Epifani” berarti penyingkapan. Penyingkapan akan datangnya sang Kristus yang adalah sang Terang bagi dunia. Bila memang kita percaya bahwa kita berada dalam terang dan berarti adalah anak-anak terang, kita bisa belajar dari para majus bagaimana menyembah sang Terang itu. Menjumpai Dia tanpa menghitung-hitung apapun, serta bersedia menjadi alat-alat terang-Nya, dalam hidup ini.

[PWS]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan