Hati yang Menyembah

Hati yang Menyembah

Belum ada komentar 254 Views

Setiap orang (baca: hati) menyambut kedatangan Kristus dengan caranya sendiri-sendiri. Maria dengan pujian syukur dan ketaatannya. Yusuf dalam diam namun percaya, patuh dan berserah. Para gembala yang meninggalkan ternak mereka untuk menjumpai sang Kristus yang terbaring di palungan (barangkali) di kandang Betlehem. Herodes yang amat menguatirkan tahtanya, sehingga bersedia melakukan apapun demi menyingkirkan sang Kristus. Dan hari ini kita baca tentang para majus.

Secara romantis kita bisa mengatakan, bahwa para majus adalah raja-raja (lokal) yang tunduk pada kebesaran sang Kristus, menyembah-Nya serta mempersembahkan pemberian yang hanya patut bagi seorang raja. Atau secara simbolik kita bisa pula mengatakan bahwa kedatangan para majus adalah isyarat bahwa rencana penyelamatan Allah dalam Kristus menjangkau semua bangsa, bahkan segenap ciptaan. Yang jelas tersurat, adalah bahwa para majus adalah orang-orang yang percaya pada sang Kristus serta datang menyembah-Nya. Dan untuk itu mereka tidak menghitung-hitung siapa diri mereka, jarak dan waktu, usaha serta cara, apalagi harta.

Bagaimanakah dengan kita sendiri? “Epifani” berarti penyingkapan. Penyingkapan akan datangnya sang Kristus yang adalah sang Terang bagi dunia. Bila memang kita percaya bahwa kita berada dalam terang dan berarti adalah anak-anak terang, kita bisa belajar dari para majus bagaimana menyembah sang Terang itu. Menjumpai Dia tanpa menghitung-hitung apapun, serta bersedia menjadi alat-alat terang-Nya, dalam hidup ini.

[PWS]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • pengharapan
    ALLAH Trinitas dan Pengharapan Masa Depan
    Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15
    Alkitab menyatakan bahwa menjadi Kristen dan beriman kepada Allah Trinitas tidaklah mudah. Penolakan, pengucilan dan hal-hal yang buruk mungkin...
  • persekutuan
    Kesatuan Gerejawi : Refleksi Allah Persekutuan
    Yohanes 17:20-26
    Rambut sama hitam tapi pikiran berbeda. Pepatah ini mengungkapkan masing-masing orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda satu sama lain. Bagaimana...
  • ketaatan
    Iman dan Ketaatan yang Teruji
    Yohanes 14: 23-29
    “Tak kenal maka tak sayang” begitu kata pepatah. “Tak sayang, maka tak mungkin percaya dan menjalin relasi” demikian logikanya....
  • baru
  • Kemenangan Kristus
    Merayakan Kemenangan Kristus
    Wahyu 7:9-17
    Cara manusia menangkap kehadiran dan kuasa Tuhan sangat beragam. Ada yang menangkap hadirnya Tuhan melalui alam, melalui pengalaman saling...
Kegiatan