Hati yang Cinta Damai

Hati yang Cinta Damai

Belum ada komentar 21 Views

Pada saat makan malam bersama dalam suatu keluarga, seorang anak berumur 6 tahun tiba-tiba bertanya pada orangtuanya: “ayah, tadi dalam cerita Natal diberitahukan bahwa Allah telah turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia, kalau Allah turun ke dunia dan meninggalkan Surga, lalu siapa yang tinggal di sana ya ?”, ayahnya tidak dapat menjawab dan berkata: “ sudah lah makannya diselesaikan dulu, setelah itu kita nonton film seri Flipper bersama ya“. Sambil nonton film bersama, sang ayah pun masih terus merenungkan pertanyaan anaknya yang tak pernah terpikir olehnya.

Pertanyaan sederhana tapi kritis ini sebenarnya memberikan makna yang sangat mendalam. Betapa Allah sangat prihatin pada situasi manusia sehingga Ia perlu mewujudkan karya keselamatan di dunia ini, meskipun harus meninggalkan Surga. Hal ini sekaligus mengingatkan bagi mereka yang mencari Surga agar lebih memfokuskan diri menyatakan kepeduliannya terhadap sesamanya.

Dalam merealisasikan karyaNya ini Allah memilih jalan damai dengan hadir dalam sosok seorang bayi yang mungil, yang tidak akan pernah membahayakan dan mengancam siapapun. Sebaliknya kehadiran seorang bayi selalu memancarkan harapan, sukacita dan kedamaian. Jalan yang dipilih Allah untuk menyelamatkan dan membebaskan manusia dari belenggu kuasa dosa ini mencerminkan karakter Allah yang rendah hati tanpa menonjolkan kekuasaan mutlak yang dimiliki Allah.

Karena itu menjadi tugas panggilan kita, berangkat dari hati yang cinta damai, melakukan “pelayanan pendamaian” dimana ada perpecahan: dalam keluarga, dalam komunitas, dalam masyarakat dimanapun kita ditempatkan oleh Tuhan. Sebab perpecahan adalah tanda yang amat menyedihkan dari keadaan umat manusia yang jauh dari Allah.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan