Hati yang Cinta Damai

Hati yang Cinta Damai

Belum ada komentar 31 Views

Pada saat makan malam bersama dalam suatu keluarga, seorang anak berumur 6 tahun tiba-tiba bertanya pada orangtuanya: “ayah, tadi dalam cerita Natal diberitahukan bahwa Allah telah turun ke dunia untuk menebus dosa-dosa manusia, kalau Allah turun ke dunia dan meninggalkan Surga, lalu siapa yang tinggal di sana ya ?”, ayahnya tidak dapat menjawab dan berkata: “ sudah lah makannya diselesaikan dulu, setelah itu kita nonton film seri Flipper bersama ya“. Sambil nonton film bersama, sang ayah pun masih terus merenungkan pertanyaan anaknya yang tak pernah terpikir olehnya.

Pertanyaan sederhana tapi kritis ini sebenarnya memberikan makna yang sangat mendalam. Betapa Allah sangat prihatin pada situasi manusia sehingga Ia perlu mewujudkan karya keselamatan di dunia ini, meskipun harus meninggalkan Surga. Hal ini sekaligus mengingatkan bagi mereka yang mencari Surga agar lebih memfokuskan diri menyatakan kepeduliannya terhadap sesamanya.

Dalam merealisasikan karyaNya ini Allah memilih jalan damai dengan hadir dalam sosok seorang bayi yang mungil, yang tidak akan pernah membahayakan dan mengancam siapapun. Sebaliknya kehadiran seorang bayi selalu memancarkan harapan, sukacita dan kedamaian. Jalan yang dipilih Allah untuk menyelamatkan dan membebaskan manusia dari belenggu kuasa dosa ini mencerminkan karakter Allah yang rendah hati tanpa menonjolkan kekuasaan mutlak yang dimiliki Allah.

Karena itu menjadi tugas panggilan kita, berangkat dari hati yang cinta damai, melakukan “pelayanan pendamaian” dimana ada perpecahan: dalam keluarga, dalam komunitas, dalam masyarakat dimanapun kita ditempatkan oleh Tuhan. Sebab perpecahan adalah tanda yang amat menyedihkan dari keadaan umat manusia yang jauh dari Allah.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berbahagia walau….
    Lukas 6: 17-26
    Ungkapan “berbahagialah” mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus tentang “Kotbah di Bukit”. Sebutan berbahagialah mereka yang miskin, yang lapar...
  • Melihat Karya Tuhan melalui Kegagalan
    Lukas 5: 1-11
    Kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita, sering menjadi sesuatu yang menakutkan dan menjauhkan kita dari mimpi masa depan yang...
  • MUKJIZAT
    Yohannes 2:1-11
    Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat...
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
Kegiatan