Kesayangan Allah

Harta Kesayangan Allah

Keluaran 19:2-8

Belum ada komentar 141 Views

Periode embara Israel di padang gurun berlangsung selama 40 tahun. Berbeda dari anggapan popular bahwa periode ini berisi penderitaan dan kesukaran hidup, para teolog sebenarnya malah melihatnya sebagai periode “bulan madu” Israel dan Tuhan, mengutip Yeremia 2:2. Bangsa yang telah lama ditindas di Mesir ini mulai belajar mengenal Allah yang hidup dan yang mengasihi mereka. Langkah pertama meninggalkan Mesir adalah langkah meninggalkan kilometer nol kehidupan baru sebagai sebuah bangsa yang baru. Dan 40 tahun itu menjadi proses Israel belajar berjalan, kata nabi Hosea (11:3).

Keluaran 19:3-6 memiliki cara sendiri mengekspresikan kebaikan Allah bagi Israel itu. Mereka bagai anak-anak rajawali yang baru saja menetas dan di atas sayap sang induk rajawali (ay. 4); Israel juga bagai harta kesayangan Allah yang dijaga dan disimpan dengan hati-hati sekaligus penuh cinta (ay. 5); akhirnya, Israel didesain untuk menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus dengan tugas yang jelas untuk mewartakan karya Allah (ay. 6). Ketiga gambaran itu tak lebih dan tak kurang ingin bertutur tentang betapa spesialnya Israel di hadapan Allah; sama seperti setiap komunitas adalah spesial bagi Allah dengan cara yang mungkin berlainan.

Menganggap diri berharga merupakan salah satu kunci kesehatan jiwa manusia. Secara universal kita mengenal konsep “martabat manusia” yang melahirkan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia. Secara kristiani hal itu dimungkinkan karena Allah sendirilah yang menegaskan betapa berharganya setiap manusia, tanpa terkecuali. Nah, masalahnya adalah ketika soal ini masuk ke ranah relasi sosial antarmanusia. Yang satu kerap menganggap yang lain tidak berharga atau menganggap diri sendiri jauh lebih berharga dari orang lain. Problem dunia yang tak pernah usai sesungguhnya adalah buah lebat dari tidak berharganya manusia di mata sesamanya.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
Kegiatan