Kesayangan Allah

Harta Kesayangan Allah

Keluaran 19:2-8

Belum ada komentar 151 Views

Periode embara Israel di padang gurun berlangsung selama 40 tahun. Berbeda dari anggapan popular bahwa periode ini berisi penderitaan dan kesukaran hidup, para teolog sebenarnya malah melihatnya sebagai periode “bulan madu” Israel dan Tuhan, mengutip Yeremia 2:2. Bangsa yang telah lama ditindas di Mesir ini mulai belajar mengenal Allah yang hidup dan yang mengasihi mereka. Langkah pertama meninggalkan Mesir adalah langkah meninggalkan kilometer nol kehidupan baru sebagai sebuah bangsa yang baru. Dan 40 tahun itu menjadi proses Israel belajar berjalan, kata nabi Hosea (11:3).

Keluaran 19:3-6 memiliki cara sendiri mengekspresikan kebaikan Allah bagi Israel itu. Mereka bagai anak-anak rajawali yang baru saja menetas dan di atas sayap sang induk rajawali (ay. 4); Israel juga bagai harta kesayangan Allah yang dijaga dan disimpan dengan hati-hati sekaligus penuh cinta (ay. 5); akhirnya, Israel didesain untuk menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus dengan tugas yang jelas untuk mewartakan karya Allah (ay. 6). Ketiga gambaran itu tak lebih dan tak kurang ingin bertutur tentang betapa spesialnya Israel di hadapan Allah; sama seperti setiap komunitas adalah spesial bagi Allah dengan cara yang mungkin berlainan.

Menganggap diri berharga merupakan salah satu kunci kesehatan jiwa manusia. Secara universal kita mengenal konsep “martabat manusia” yang melahirkan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia. Secara kristiani hal itu dimungkinkan karena Allah sendirilah yang menegaskan betapa berharganya setiap manusia, tanpa terkecuali. Nah, masalahnya adalah ketika soal ini masuk ke ranah relasi sosial antarmanusia. Yang satu kerap menganggap yang lain tidak berharga atau menganggap diri sendiri jauh lebih berharga dari orang lain. Problem dunia yang tak pernah usai sesungguhnya adalah buah lebat dari tidak berharganya manusia di mata sesamanya.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
  • Bangunlah dan Makanlah
    1 Raja-Raja 19:4-8; Mazmur 34:1-8; Efesus 4:25-5:2; Yohanes 6:35, 41-51
    Sosok nabi Elia, dengan kisah-kisahnya dikenal sebagai seorang utusan Tuhan yang mengagumkan, tetapi sebagai seorang manusia, ia juga mempunyai...
  • Kehadiran Allah
    Menikmati Kehadiran Allah
    Kel. 16:2-4, 9-15; Mzm. 78:23-29; Ef. 4:1-16; Yoh. 6:24-35
    Roti gambaran energi yang dibutuhkan seseorang untuk dapat tetap hidup. Ketergantungan pada roti menunjukkan ketergantungan seseorang pada energi yang...
  • dalam kasih
    Berakar Dan Berdasar Dalam Kasih
    2 Raja-Raja 4:42-44; Mazmur 145:10-18; Efesus 3:14-21; Yohanes 6:1-21
    Kristus tentu tidak dapat dipisahkan dari kasih-Nya yang lebar dan dalam. Karena itu menerima Kristus berarti menerima kasih-Nya yang...
  • REKONSILIASI KEMANUSIAAN
    Rekonsiliasi Kemanusiaan
    Yeremia 23:1-6; Mazmur 23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Dunia kita adalah dunia yang terpecah-belah. Karena kita selalu menekankan identitas primordial. Apalagi diperkuat dengan politik identitas. Di tengah...
Kegiatan