Kesayangan Allah

Harta Kesayangan Allah

Keluaran 19:2-8

Belum ada komentar 118 Views

Periode embara Israel di padang gurun berlangsung selama 40 tahun. Berbeda dari anggapan popular bahwa periode ini berisi penderitaan dan kesukaran hidup, para teolog sebenarnya malah melihatnya sebagai periode “bulan madu” Israel dan Tuhan, mengutip Yeremia 2:2. Bangsa yang telah lama ditindas di Mesir ini mulai belajar mengenal Allah yang hidup dan yang mengasihi mereka. Langkah pertama meninggalkan Mesir adalah langkah meninggalkan kilometer nol kehidupan baru sebagai sebuah bangsa yang baru. Dan 40 tahun itu menjadi proses Israel belajar berjalan, kata nabi Hosea (11:3).

Keluaran 19:3-6 memiliki cara sendiri mengekspresikan kebaikan Allah bagi Israel itu. Mereka bagai anak-anak rajawali yang baru saja menetas dan di atas sayap sang induk rajawali (ay. 4); Israel juga bagai harta kesayangan Allah yang dijaga dan disimpan dengan hati-hati sekaligus penuh cinta (ay. 5); akhirnya, Israel didesain untuk menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus dengan tugas yang jelas untuk mewartakan karya Allah (ay. 6). Ketiga gambaran itu tak lebih dan tak kurang ingin bertutur tentang betapa spesialnya Israel di hadapan Allah; sama seperti setiap komunitas adalah spesial bagi Allah dengan cara yang mungkin berlainan.

Menganggap diri berharga merupakan salah satu kunci kesehatan jiwa manusia. Secara universal kita mengenal konsep “martabat manusia” yang melahirkan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia. Secara kristiani hal itu dimungkinkan karena Allah sendirilah yang menegaskan betapa berharganya setiap manusia, tanpa terkecuali. Nah, masalahnya adalah ketika soal ini masuk ke ranah relasi sosial antarmanusia. Yang satu kerap menganggap yang lain tidak berharga atau menganggap diri sendiri jauh lebih berharga dari orang lain. Problem dunia yang tak pernah usai sesungguhnya adalah buah lebat dari tidak berharganya manusia di mata sesamanya.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • medengarkan
    Berbicaralah Hamba-Mu Mendengarkan
    Peristiwa penyataan Allah pada Imam Eli dan Samuel, merupakan pengalaman yang langka dan mengejutkan mereka. Mengapa begitu sulit seseorang...
  • Berkenan Di Hadapan Allah
    Markus 1:4-11
    Baptisan Yesus menjadi peristiwa peneguhan yang dinyatakan Allah bukan saja bagi Yesus tetapi juga bagi setiap orang. Bagi setiap...
  • Merayakan Kebaikan Tuhan
    Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40
    Pengalaman hidup adalah pengalaman mengalami kebaikan Tuhan. Setiap hari kebaikan Tuhan dinyatakan bagi kita. Namun sering kali tidak peka...
  • Tak Pernah Ingkar Janji
    2 Samuel 7:1-11, 16; Mazmur 89:1-4, 19-26; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
    Sempurnalah kabar baik itu dengan berita tentang kelahiran Yesus. Allah yang menjadi manusia. Ini adalah fakta yang menggemparkan. Peristiwa...
  • kabar baik
    Kabar Baik
    Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
    Apa yang diharapkan selain kebaikan dari situasi yang serba buruk, menderita, dan tidak adil? Situasi itu menggelisahkan kita seiring...
Kegiatan