Kesayangan Allah

Harta Kesayangan Allah

Keluaran 19:2-8

Belum ada komentar 788 Views

Periode embara Israel di padang gurun berlangsung selama 40 tahun. Berbeda dari anggapan popular bahwa periode ini berisi penderitaan dan kesukaran hidup, para teolog sebenarnya malah melihatnya sebagai periode “bulan madu” Israel dan Tuhan, mengutip Yeremia 2:2. Bangsa yang telah lama ditindas di Mesir ini mulai belajar mengenal Allah yang hidup dan yang mengasihi mereka. Langkah pertama meninggalkan Mesir adalah langkah meninggalkan kilometer nol kehidupan baru sebagai sebuah bangsa yang baru. Dan 40 tahun itu menjadi proses Israel belajar berjalan, kata nabi Hosea (11:3).

Keluaran 19:3-6 memiliki cara sendiri mengekspresikan kebaikan Allah bagi Israel itu. Mereka bagai anak-anak rajawali yang baru saja menetas dan di atas sayap sang induk rajawali (ay. 4); Israel juga bagai harta kesayangan Allah yang dijaga dan disimpan dengan hati-hati sekaligus penuh cinta (ay. 5); akhirnya, Israel didesain untuk menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus dengan tugas yang jelas untuk mewartakan karya Allah (ay. 6). Ketiga gambaran itu tak lebih dan tak kurang ingin bertutur tentang betapa spesialnya Israel di hadapan Allah; sama seperti setiap komunitas adalah spesial bagi Allah dengan cara yang mungkin berlainan.

Menganggap diri berharga merupakan salah satu kunci kesehatan jiwa manusia. Secara universal kita mengenal konsep “martabat manusia” yang melahirkan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia. Secara kristiani hal itu dimungkinkan karena Allah sendirilah yang menegaskan betapa berharganya setiap manusia, tanpa terkecuali. Nah, masalahnya adalah ketika soal ini masuk ke ranah relasi sosial antarmanusia. Yang satu kerap menganggap yang lain tidak berharga atau menganggap diri sendiri jauh lebih berharga dari orang lain. Problem dunia yang tak pernah usai sesungguhnya adalah buah lebat dari tidak berharganya manusia di mata sesamanya.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...
  • Anugerah yang Mengganggu
    Matius 20:1-16
    Pada umumnya kita ingin mendapat lebih banyak dari orang lain, apalagi kita bekerja lebih lama, lebih berat dari yang...