Kesayangan Allah

Harta Kesayangan Allah

Keluaran 19:2-8

Belum ada komentar 225 Views

Periode embara Israel di padang gurun berlangsung selama 40 tahun. Berbeda dari anggapan popular bahwa periode ini berisi penderitaan dan kesukaran hidup, para teolog sebenarnya malah melihatnya sebagai periode “bulan madu” Israel dan Tuhan, mengutip Yeremia 2:2. Bangsa yang telah lama ditindas di Mesir ini mulai belajar mengenal Allah yang hidup dan yang mengasihi mereka. Langkah pertama meninggalkan Mesir adalah langkah meninggalkan kilometer nol kehidupan baru sebagai sebuah bangsa yang baru. Dan 40 tahun itu menjadi proses Israel belajar berjalan, kata nabi Hosea (11:3).

Keluaran 19:3-6 memiliki cara sendiri mengekspresikan kebaikan Allah bagi Israel itu. Mereka bagai anak-anak rajawali yang baru saja menetas dan di atas sayap sang induk rajawali (ay. 4); Israel juga bagai harta kesayangan Allah yang dijaga dan disimpan dengan hati-hati sekaligus penuh cinta (ay. 5); akhirnya, Israel didesain untuk menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus dengan tugas yang jelas untuk mewartakan karya Allah (ay. 6). Ketiga gambaran itu tak lebih dan tak kurang ingin bertutur tentang betapa spesialnya Israel di hadapan Allah; sama seperti setiap komunitas adalah spesial bagi Allah dengan cara yang mungkin berlainan.

Menganggap diri berharga merupakan salah satu kunci kesehatan jiwa manusia. Secara universal kita mengenal konsep “martabat manusia” yang melahirkan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia. Secara kristiani hal itu dimungkinkan karena Allah sendirilah yang menegaskan betapa berharganya setiap manusia, tanpa terkecuali. Nah, masalahnya adalah ketika soal ini masuk ke ranah relasi sosial antarmanusia. Yang satu kerap menganggap yang lain tidak berharga atau menganggap diri sendiri jauh lebih berharga dari orang lain. Problem dunia yang tak pernah usai sesungguhnya adalah buah lebat dari tidak berharganya manusia di mata sesamanya.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
  • Luka di Hati, Bukan Prasasti
    Imamat 19:1-2, 15-18; Mazmur 1; 1 Tesalonika 2:1-8; Matius 22:34-46
    Siapa yang tidak tahu tentang luka? Kerusakan yang terjadi pada diri sendiri dan seringkali akan menimbulkan rasa sakit. Rasa...
Kegiatan