Hari Tuhan, Takut atau Senang?

Hari Tuhan, Takut atau Senang?

1 Komentar 6 Views

Merapi menyala dan merajalela. “Wedus gembel” memporakporandakan apa saja yang dilandanya. Tetapi lihatlah, kemanusiaan sedang dibangun. Ketika rumah-rumah dibuka untuk para pengungsi. Ketika semua bersatu padu untuk membuat nasi bungkus buat para korban merapi. Suatu ‘nyanyian baru’ (Mz. 98:1) sudah dinyanyikan di tengah kebejatan moral disekitar kita! Surya kebenaran dan kesembuhan (Mal. 4:2) terbit buat para pengungsi. Semua itu ‘membakar’ dan mempermalukan (Mal. 4:1) mereka yang fasik dan tak bernurani!

Apakah semua itu kebetulan saja? Dalam perspektif iman kita melihat dibalik itu Tuhan yang datang melawat umatNya. Hari Tuhan datang! Pada waktu kebejatan moral terjadi di masa Maleachi. Hari Tuhan datang pada saat Merapi menyala dan merajalela. Hari Tuhan datang, setiap hari, dalam setiap pergumulan hidup kita. Menyemangati dan membangkitkan pengharapan kita. Tuhan tidak tidur. Gusti Allah ora sare! Tuhan terus bekerja untuk menyatakan kasih dan keadilanNya.

Karena itu sambutlah Tuhanmu dengan sukacita. Jangan kehilangan pengharapan di tengah kehidupan yang nampaknya tak berpengharapan. Perbaharui terus karya kasihmu! Nyanyikan selalu ‘nyanyian baru’ dari Tuhan. Jangan ikut ‘menyanyikan’ nada sumbang ketidak adilan dan kebejatan moral di sekitar kita. Jangan takut terhadap mereka yang fasik. Jangan takut tidak populer. Jangan takut tidak naik pangkat.

“Bahwa sesungguhnya hari itu datang….” (Mal. 4:1)

The day is coming….Haleluyah!

[RDj]

1 Comment

  1. Martinus

    Pak Rudi,
    Matur nuwun untuk artikel yang menguatkan..
    Kita terus berdoa untuk kita dan saudara seiman kita agar tetap mendapat kekuatan
    dalam menghadapi hari-hari yang tidak menentu ini.
    Tuhan Yesus memberkati

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan