kebenaran

Dipimpin Ke Dalam Seluruh Kebenaran

Yohanes 16:12-15

Belum ada komentar 112 Views

Di Minggu Trinitas tahun ini kita diperhadapkan pada kesaksian Kristus mengenai Roh Kudus yang adalah “Roh Kebenaran” (ay. 13). Sebutan ini mengingatkan kita pada kesaksian Yesus mengenai diri-Nya sendiri di dalam Yohanes 14:6, “Akulah … kebenaran …” Jadi, baik Kristus maupun Roh Kudus sama-sama Pribadi ilahi yang adalah kebenaran. Kata Yunani untuk “kebenaran” adalah aletheia, yang sebenarnya merupakan komposisi dari dua kata, yaitu awalan a yang berarti “tidak” dan kata kerja letho yang berarti “tersembunyi.” Jadi, sementara aletheia diterjemahkan sebagai “kebenaran,” makna aslinya adalah “tak tersembunyi.” Singkatnya, kebenaran tampil ketika sesuatu tak tersembunyi lagi.

Nah, ketika kebenaran menjadi atribut dari Kristus dan Roh Kudus, maka sesungguhnya hendak ditegaskan bahwa kedua Pribadi ilahi ini membuat Sang Bapa yang tersembunyi kini tersibak dan dinyatakan kepada seluruh ciptaan. Namun, jangan berhenti di situ. Allah Bapa yang disingkapkan dan dinyatakan oleh Roh dan Kristus tidak lalu berhenti sebagai Allah yang adalah Sang Misteri. Penyataan Allah di dalam Kristus dalam kuasa Roh Kudus tetap membuat Allah adalah Allah. Penyataan Allah tidak membuat Allah “selesai” disingkapkan. Akan selalu ada yang tersembunyi dari Allah. Sebab, Allah adalah Allah, yang “bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia” (1Tim. 6:16).

Hari ini kita merayakan Minggu Trinitas. Ketiga Pribadi ilahi yang bersekutu dengan sangat akrab di dalam cinta itu kini dinyatakan oleh Kristus Sang Kebenaran dalam kuasa Roh Kebenaran. Sekaligus, Minggu Trinitas ini mengajarkan kepada kita bahwa kita adalah ciptaan, yang sekalipun mengenal Sang Bapa karena dinyatakan oleh Kristus dan Roh, Allah tetaplah Allah yang melampaui segala pemahaman kita. Dua sikap ini sangat penting untuk kita pegang senantiasa: merayakan kebenaran dan mengakui misteri Allah. Dan hiduplah di dalam ketegangan tersebut.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan