kebenaran

Dipimpin Ke Dalam Seluruh Kebenaran

Yohanes 16:12-15

Belum ada komentar 167 Views

Di Minggu Trinitas tahun ini kita diperhadapkan pada kesaksian Kristus mengenai Roh Kudus yang adalah “Roh Kebenaran” (ay. 13). Sebutan ini mengingatkan kita pada kesaksian Yesus mengenai diri-Nya sendiri di dalam Yohanes 14:6, “Akulah … kebenaran …” Jadi, baik Kristus maupun Roh Kudus sama-sama Pribadi ilahi yang adalah kebenaran. Kata Yunani untuk “kebenaran” adalah aletheia, yang sebenarnya merupakan komposisi dari dua kata, yaitu awalan a yang berarti “tidak” dan kata kerja letho yang berarti “tersembunyi.” Jadi, sementara aletheia diterjemahkan sebagai “kebenaran,” makna aslinya adalah “tak tersembunyi.” Singkatnya, kebenaran tampil ketika sesuatu tak tersembunyi lagi.

Nah, ketika kebenaran menjadi atribut dari Kristus dan Roh Kudus, maka sesungguhnya hendak ditegaskan bahwa kedua Pribadi ilahi ini membuat Sang Bapa yang tersembunyi kini tersibak dan dinyatakan kepada seluruh ciptaan. Namun, jangan berhenti di situ. Allah Bapa yang disingkapkan dan dinyatakan oleh Roh dan Kristus tidak lalu berhenti sebagai Allah yang adalah Sang Misteri. Penyataan Allah di dalam Kristus dalam kuasa Roh Kudus tetap membuat Allah adalah Allah. Penyataan Allah tidak membuat Allah “selesai” disingkapkan. Akan selalu ada yang tersembunyi dari Allah. Sebab, Allah adalah Allah, yang “bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia” (1Tim. 6:16).

Hari ini kita merayakan Minggu Trinitas. Ketiga Pribadi ilahi yang bersekutu dengan sangat akrab di dalam cinta itu kini dinyatakan oleh Kristus Sang Kebenaran dalam kuasa Roh Kebenaran. Sekaligus, Minggu Trinitas ini mengajarkan kepada kita bahwa kita adalah ciptaan, yang sekalipun mengenal Sang Bapa karena dinyatakan oleh Kristus dan Roh, Allah tetaplah Allah yang melampaui segala pemahaman kita. Dua sikap ini sangat penting untuk kita pegang senantiasa: merayakan kebenaran dan mengakui misteri Allah. Dan hiduplah di dalam ketegangan tersebut.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...
  • Hidup Berhikmat, Cukuplah
    Yohanes 6:51-58
    Bagaimana kamu hidup? Pernahkah kita memperhatikan bagaimana kita hidup, mencermati, mengevaluasi dan merefleksikannya? Bagaimana kita telah mempergunakan waktu yang...