Dimana sukacita ditemukan?

Dimana sukacita ditemukan?

4 Komentar 1281 Views

Manusia telah mencari sukacita melalui setiap cara yang dapat dibayangkan. Beberapa berhasil menemukannya sementara yang lain gagal. Mungkin akan lebih mudah untuk menggambarkan di mana sukacita tidak dapat ditemukan.

Tidak di dalam ketidakpercayaan—Voltaire adalah contoh dari seseorang tak sama-sekali percaya pada Tuhan. Ia menulis, “Saya berharap saya tak pernah dilahirkan.”

Tidak di dalam kenikmatan hidup—Lord Byron memiliki sebuah kehidupan penuh kenikmatan. Ia menulis, “Cacing, sariawan dan kepedihan menjadi milikku.”

Tidak di dalam uang—Jay Gould, seorang jutawan Amerika, memiliki banyak sekali uang. Ketika sekarat, ia berkata, “Sepertinya aku adalah orang paling malang di dunia ini.”

Tidak di dalam kedudukan dan kemashyuran—Lord Beaconsfield menikmati keduanya. Ia menulis, “Masa muda adalah sebuah kekeliruan; masa dewasa adalah sebuah perjuangan; masa tua adalah sebuah penyesalan.”

Tidak di dalam kemuliaan militer—Aleksander Agung menguasai seluruh dunia yang dikenal pada masanya. Setelah melakukannya, ia menangis di dalam tendanya, sebelum berkata, “Tak ada lagi dunia yang tersisa untuk kutaklukkan.”

Di manakah, kalau demikian, sukacita sejati ditemukan?—Jawabnya sederhana, di dalam Kristus saja.

Disadur dari The Bible Friend, Urning Point, May 1993.

ja

4 Comments

  1. Bodan W

    Mr/Ms Penulis…

    kalo saya membaca uraian singkat diatas tentang sukacita, sepertinya ‘sukacita’ ini suatu keadaan yang bersifat universal, namun kalau boleh bp/ib penulis lebih pampatkan lagi, apa ya kira2 bahasa yg paling sederhana tentang sukacita ini ?

    hal berikutnya, saya masih agak samar dengan kata2 ‘sukacita sejati ditemukan… di dalam Kristus saja’
    saya merasa ini bahasa yg belum jelas untuk di mengerti..
    Sukacita yg seperti apa yang dapat di temukan di dalam Kristus ?, pada saat kapankah ?, pada keadaan apakah ?, dan pada saat kesedihan, kemalangan, dukacita, kesusahan yang teramat berat sedang dialami… bagaimanakah posisi sukactia itu ???

    maaf bk/ib penulis atas uraian yg tdk pandai ini… terimakasih sebelumnya untuk repon balik nya…

  2. afer dirk malanguna

    Gendeng Pamungkas pernah ‘memproklamirkan’ diri sebagai pengikut Kristus. Paranormal ini bahkan secara terbuka membeber ‘iman barunya’ itu di layar kaca….Sederet ‘komentar sukacita’ dari para kristiani pun mengalir deras…Eh, gak lama kemudian…Mr Gendeng tiba-tiba ‘meralat’ keyakinan barunya itu….dia berkata bahwa dia masih tetap di keyakinannya yang lama. Padahal sebelum menjadi Kristen, dia bersaksi di mana2 bahwa kedamaian dan sukacita sejatinya hanya dalam Kristus..lalu, mengapa dia mundur lagi…? Apakah setelah menjadi pengikut Kristus dia ternyata tidak menemukan sukacita di sana….? ILustrasi (yang merupakan kisah nyata ini) sesungguhnya bisa menjadi contoh nyata dalam kita memahami atau memberikan pemahaman tentang apa dan bagaimana SUKACITA DALAM KRISTUS itu sebenarnya. Krn pemahaman banyak org (termasuk pengikut Kristus itu sendiri) menjadi pengikut Kristus akan membuat kita lepas bebas…tanpa masalah berarti (karena masalah akan diselesaikan oleh Kristus sendiri), contoh: soal ekonomi, sakit penyakit, persoalan keluarga….etc….Namun ketika ternyata yang dia hadapi mungkin lebih berat, goyahlah imannya……………..Salam!

  3. budi

    saya setuju hanya didalam Yesus saja sukacita sejati dapat ditemukan bagi orang yg percaya kepada-Nya.amin.Gbu

  4. Dina Esterina

    Justru kata “di dalam Kristus” adalah sesuatu yang tepat. Frasa ini mengingatkan kita bahwa pada akhirnya, kedamaian dan ketenangan itu hanya akan kita dapat ketika kita mengingat Tuhan. Kemalangan yang kita rasakan akan terus menghantui kita di sepanjang langkah, hanya oleh kenangan akan kasih Yesus, kita bisa bertahan. Sukacita itu datang kembali ketika hati kita mengarah pada memuliakan Dia dan mencintai DIa dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kekuatiran, kecemasan, beban kekurangan, tidak akan pernah memuaskan. Kepuasan itu, hanya muncul ketika kita bersama Yesus.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dengarkanlah
    DENGARKANLAH DIA dan IA MEMBIMBINGMU
    Yes. 55:1-9; Mzm. 63:2-9; 1Kor. 10:1-13; Luk. 13:1-9
    Mendengarkan adalah tindakan yang membutuhkan perhatian untuk membuka diri memahami apa yang dimaksud. Tindakan ini tidak mudah. Pertama-tama kita...
  • dalam
    MENANTI dalam PERCAYA
    Lukas 13: 31 - 35
    Kapan pertolongan itu datang? Ini pertanyaan yang sulit dijawab karena kita tidak berkuasa atas waktu. Kapan semua ini akan...
  • AKU BERSERU, dan IA BERTINDAK
    Ul. 26:1-11; Mzm. 91:1-2, 9-16; Rm. 10:8-13; Luk. 4:1-13
    Ini adalah Minggu Pra Paska kita yang pertama dari rangkaian Paska yang panjang, diawali di Rabu Abu dan berakhir...
  • Saatnya Membuka Kerudung
    Keluaran 34:29-35
    Minggu ini adalah minggu transfigurasi. Minggu Transfigurasi merujuk pada peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung saat bertemu dengan Musa...
  • Mata Ganti Mata Dan Seluruh Dunia Buta
    Lukas 6:27-38
    Bukan hukum “kejahatan dibalas dengan kejahatan”  yang berlaku dalam ajaran Tuhan Yesus, melainkan hukum kasih. Sebab di balik hukum...
Kegiatan