Dimana sukacita ditemukan?

Dimana sukacita ditemukan?

4 Komentar 1878 Views

Manusia telah mencari sukacita melalui setiap cara yang dapat dibayangkan. Beberapa berhasil menemukannya sementara yang lain gagal. Mungkin akan lebih mudah untuk menggambarkan di mana sukacita tidak dapat ditemukan.

Tidak di dalam ketidakpercayaan—Voltaire adalah contoh dari seseorang tak sama-sekali percaya pada Tuhan. Ia menulis, “Saya berharap saya tak pernah dilahirkan.”

Tidak di dalam kenikmatan hidup—Lord Byron memiliki sebuah kehidupan penuh kenikmatan. Ia menulis, “Cacing, sariawan dan kepedihan menjadi milikku.”

Tidak di dalam uang—Jay Gould, seorang jutawan Amerika, memiliki banyak sekali uang. Ketika sekarat, ia berkata, “Sepertinya aku adalah orang paling malang di dunia ini.”

Tidak di dalam kedudukan dan kemashyuran—Lord Beaconsfield menikmati keduanya. Ia menulis, “Masa muda adalah sebuah kekeliruan; masa dewasa adalah sebuah perjuangan; masa tua adalah sebuah penyesalan.”

Tidak di dalam kemuliaan militer—Aleksander Agung menguasai seluruh dunia yang dikenal pada masanya. Setelah melakukannya, ia menangis di dalam tendanya, sebelum berkata, “Tak ada lagi dunia yang tersisa untuk kutaklukkan.”

Di manakah, kalau demikian, sukacita sejati ditemukan?—Jawabnya sederhana, di dalam Kristus saja.

Disadur dari The Bible Friend, Urning Point, May 1993.

ja

4 Comments

  1. Bodan W

    Mr/Ms Penulis…

    kalo saya membaca uraian singkat diatas tentang sukacita, sepertinya ‘sukacita’ ini suatu keadaan yang bersifat universal, namun kalau boleh bp/ib penulis lebih pampatkan lagi, apa ya kira2 bahasa yg paling sederhana tentang sukacita ini ?

    hal berikutnya, saya masih agak samar dengan kata2 ‘sukacita sejati ditemukan… di dalam Kristus saja’
    saya merasa ini bahasa yg belum jelas untuk di mengerti..
    Sukacita yg seperti apa yang dapat di temukan di dalam Kristus ?, pada saat kapankah ?, pada keadaan apakah ?, dan pada saat kesedihan, kemalangan, dukacita, kesusahan yang teramat berat sedang dialami… bagaimanakah posisi sukactia itu ???

    maaf bk/ib penulis atas uraian yg tdk pandai ini… terimakasih sebelumnya untuk repon balik nya…

  2. afer dirk malanguna

    Gendeng Pamungkas pernah ‘memproklamirkan’ diri sebagai pengikut Kristus. Paranormal ini bahkan secara terbuka membeber ‘iman barunya’ itu di layar kaca….Sederet ‘komentar sukacita’ dari para kristiani pun mengalir deras…Eh, gak lama kemudian…Mr Gendeng tiba-tiba ‘meralat’ keyakinan barunya itu….dia berkata bahwa dia masih tetap di keyakinannya yang lama. Padahal sebelum menjadi Kristen, dia bersaksi di mana2 bahwa kedamaian dan sukacita sejatinya hanya dalam Kristus..lalu, mengapa dia mundur lagi…? Apakah setelah menjadi pengikut Kristus dia ternyata tidak menemukan sukacita di sana….? ILustrasi (yang merupakan kisah nyata ini) sesungguhnya bisa menjadi contoh nyata dalam kita memahami atau memberikan pemahaman tentang apa dan bagaimana SUKACITA DALAM KRISTUS itu sebenarnya. Krn pemahaman banyak org (termasuk pengikut Kristus itu sendiri) menjadi pengikut Kristus akan membuat kita lepas bebas…tanpa masalah berarti (karena masalah akan diselesaikan oleh Kristus sendiri), contoh: soal ekonomi, sakit penyakit, persoalan keluarga….etc….Namun ketika ternyata yang dia hadapi mungkin lebih berat, goyahlah imannya……………..Salam!

  3. budi

    saya setuju hanya didalam Yesus saja sukacita sejati dapat ditemukan bagi orang yg percaya kepada-Nya.amin.Gbu

  4. Dina Esterina

    Justru kata “di dalam Kristus” adalah sesuatu yang tepat. Frasa ini mengingatkan kita bahwa pada akhirnya, kedamaian dan ketenangan itu hanya akan kita dapat ketika kita mengingat Tuhan. Kemalangan yang kita rasakan akan terus menghantui kita di sepanjang langkah, hanya oleh kenangan akan kasih Yesus, kita bisa bertahan. Sukacita itu datang kembali ketika hati kita mengarah pada memuliakan Dia dan mencintai DIa dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kekuatiran, kecemasan, beban kekurangan, tidak akan pernah memuaskan. Kepuasan itu, hanya muncul ketika kita bersama Yesus.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...