Didikan Yang Diwariskan

Didikan Yang Diwariskan

1 Komentar 14 Views

Keluarga masa kini sangat menyadari betapa pentingnya pendidikan. Tidak mengherankan jika orang tua berupaya keras untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak mereka, di mulai dengan sekolah internasional sampai segala bentuk les. Tetapi bagaimana dengan pendidikan iman anak? Apakah orang tua juga memiliki perhatian dan upaya yang sama besar untuk memperhatikan pola didikan iman dalam keluarga di tengah segala kesibukan dan pergumulan keluarga?

Allah sangat peduli dengan pola didikan iman dalam kehidupan keluarga umat Israel. Dari keluarga yang hidup takut akan Tuhan akan melahirkan bangsa yang takut akan Tuhan. Oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada orangtua sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk mengajarkan mereka berulang-ulang kali tentang pekerjaan Allah dalam sejarah Israel.

Membentuk umat yang mengasihi Allah dengan segenap hati dan takut akan Dia, adalah sebuah proses hidup tanpa batas. Pengalaman-pengalaman hidup bersama Tuhan yang membentuk penghayatan iman umat. Allah yang berbicara, Allah yang bertindak telah terbukti dalam sejarah hidup umat Israel di masa lalu.

Allah menginginkan pengalaman-pengalaman ini terus diwariskan dari generasi ke generasi, dengan demikian mereka dapat mengenal Allah yang mereka sembah dan percayai. Pengalaman sejarah masa lalu memberikan sebuah keyakinan dan pengharapan bahwa sejarah kehidupan mereka di masa kini pun ada dalam peliharaan kasih Tuhan.

Pada awal bulan keluarga ini, kembali kita diajak untuk terus menggali dan menanamkan pola didikan iman dalam keluarga dengan nilai-nilai iman, harap dan kasih agar dari generasi ke generasi nilai-nilai ini terus diwariskan untuk menghadirkan hidup yang berkenan kepada Allah. Marilah melalui bulan keluarga ini, kita terpanggil untuk memperkenalkan Allah kepada generasi muda kita sebagai warisan yang bernilai agar mereka bertumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan. Kemuliaan bagi Allah dinyatakan di tengah keluarga orang percaya.

 

dva

1 Comment

  1. johana dyah susanti

    saya sangat dukung orang tua yang rindu mewariskan pengalaman hidupnya bersama Tuhan kepada anak cucunya.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menghidupi Pertobatan
    Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:1-2, 8-13; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
    Pertobatan memanggil seseorang untuk menghayati hidupnya dengan cara baru. Pertobatan artinya berbalik dari cara kehidupan lama menuju kehidupan baru....
  • Keluar Dari Kekelaman
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:1-7, 17-19; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Apakah Anda mengingat permainan petak umpet? Pada saat saya masih kecil, kami sering memainkan permainan ini. Satu orang menutup...
  • Yesus Raja dan Gembala
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24
    Minggu ini adalah Minggu Kristus Raja, akhir tahun liturgi gereja. Minggu depan adalah Adven I, awal tahun gereja. Gelar...
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
Kegiatan