Didikan Yang Diwariskan

Didikan Yang Diwariskan

1 Komentar 16 Views

Keluarga masa kini sangat menyadari betapa pentingnya pendidikan. Tidak mengherankan jika orang tua berupaya keras untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak mereka, di mulai dengan sekolah internasional sampai segala bentuk les. Tetapi bagaimana dengan pendidikan iman anak? Apakah orang tua juga memiliki perhatian dan upaya yang sama besar untuk memperhatikan pola didikan iman dalam keluarga di tengah segala kesibukan dan pergumulan keluarga?

Allah sangat peduli dengan pola didikan iman dalam kehidupan keluarga umat Israel. Dari keluarga yang hidup takut akan Tuhan akan melahirkan bangsa yang takut akan Tuhan. Oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada orangtua sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk mengajarkan mereka berulang-ulang kali tentang pekerjaan Allah dalam sejarah Israel.

Membentuk umat yang mengasihi Allah dengan segenap hati dan takut akan Dia, adalah sebuah proses hidup tanpa batas. Pengalaman-pengalaman hidup bersama Tuhan yang membentuk penghayatan iman umat. Allah yang berbicara, Allah yang bertindak telah terbukti dalam sejarah hidup umat Israel di masa lalu.

Allah menginginkan pengalaman-pengalaman ini terus diwariskan dari generasi ke generasi, dengan demikian mereka dapat mengenal Allah yang mereka sembah dan percayai. Pengalaman sejarah masa lalu memberikan sebuah keyakinan dan pengharapan bahwa sejarah kehidupan mereka di masa kini pun ada dalam peliharaan kasih Tuhan.

Pada awal bulan keluarga ini, kembali kita diajak untuk terus menggali dan menanamkan pola didikan iman dalam keluarga dengan nilai-nilai iman, harap dan kasih agar dari generasi ke generasi nilai-nilai ini terus diwariskan untuk menghadirkan hidup yang berkenan kepada Allah. Marilah melalui bulan keluarga ini, kita terpanggil untuk memperkenalkan Allah kepada generasi muda kita sebagai warisan yang bernilai agar mereka bertumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan. Kemuliaan bagi Allah dinyatakan di tengah keluarga orang percaya.

 

dva

1 Comment

  1. johana dyah susanti

    saya sangat dukung orang tua yang rindu mewariskan pengalaman hidupnya bersama Tuhan kepada anak cucunya.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menjadi Gereja Responsif
    Kisah Para Rasul 6: 1-7
    Seorang ibu pernah bercerita mengenai pengalamannya melahirkan anak pertama. Ketika proses kelahiran usai, respon awal sang bayi adalah hal...
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...