Dengarkanlah Dia!

Dengarkanlah Dia!

2 Petrus 1:16-21; Matius 17:1-9

1 Komentar 13 Views

Kata kerja mendengar dan mendengarkan adalah dua hal yang berbeda. Mendengar adalah memfungsikan alat pendengaran tanpa mengikut sertakan hati. Sedangkan mendengarkan selalu melibatkan mata, hati dan pikiran.

Setiap hari berebutan suara yang minta perhatian kita, ada suara yang berkata, “Buktikan bahwa dirimu adalah orang baik.” Suara yang lain berkata, “Semestinya engkau malu terhadap dirimu sendiri.” Ada suara lain lagi yang berkata, “Sebenarnya tidak ada orang yang peduli atas dirimu.” Yang lain lagi berkata, “Berjuanglah untuk menjadi orang yang berhasil, populer, dan berkuasa. “ Tetapi di bawah arus suara yang gegap gempita seperti itu, masih ada arus suara lain yang lembut dan tenang, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Mat.17:5b). Untuk dapat mendengar suara seperti itu dibutuhkan keheningan, ketenangan, dalam refleksi dan doa sehingga kita mampu mendengarkan suara, “Engkau Kukasihi.”

Dalam keheningan, selalu melibatkan tindakan mendengarkan. Lebih mudah untuk sama sekali tidak berbicara dari pada berbicara secukupnya.Yang dibutuhkan adalah : menahan diri untuk tidak berbicara.

Hal yang menyebabkan tidak dapat menahan diri biasanya karena kita merasa tidak berdaya. Kita terbiasa menggunakan kata kata kita untuk menguasai orang lain, untuk dapat diterima oleh orang lain, untuk citra diri kita, untuk menunjukkan kita adalah orang yang dapat dipercaya dan baik.

Berdiam diri ternyata merupakan salah satu cara untuk mencegah kita banyak berbicara. Berdiam diri adalah cara memberi tempat bagi Tuhan untuk menjelaskan dengan cara-Nya dan membiarkan Dia membela perkara kita.

Karena itu, berikan ruang untuk Dia dan dengarkanlah Dia!

(TT)

1 Comment

  1. paulbolla

    Syalom,

    Setiap orang harus mengetahui arah dan prioritas untuk mencapai tujuan hidup sesungguhnya: menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Memiliki tujuan hidup akan memudahkan siapapun untuk membantunya memilah dan memilih suara mana yang harus didengar. Suara-suara yang akan menjauhkannya dari tujuan hidup patut diabaikan. Masalah masa kini adalah banyak orang tidak memiliki tujuan hidup, sehingga hidupnya mengalir tanpa arah.

    salam,
    paul bolla

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berbahagia walau….
    Lukas 6: 17-26
    Ungkapan “berbahagialah” mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus tentang “Kotbah di Bukit”. Sebutan berbahagialah mereka yang miskin, yang lapar...
  • Melihat Karya Tuhan melalui Kegagalan
    Lukas 5: 1-11
    Kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita, sering menjadi sesuatu yang menakutkan dan menjauhkan kita dari mimpi masa depan yang...
  • MUKJIZAT
    Yohannes 2:1-11
    Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat...
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
Kegiatan