Dengarkanlah Dia!

Dengarkanlah Dia!

2 Petrus 1:16-21; Matius 17:1-9

1 Komentar 110 Views

Kata kerja mendengar dan mendengarkan adalah dua hal yang berbeda. Mendengar adalah memfungsikan alat pendengaran tanpa mengikut sertakan hati. Sedangkan mendengarkan selalu melibatkan mata, hati dan pikiran.

Setiap hari berebutan suara yang minta perhatian kita, ada suara yang berkata, “Buktikan bahwa dirimu adalah orang baik.” Suara yang lain berkata, “Semestinya engkau malu terhadap dirimu sendiri.” Ada suara lain lagi yang berkata, “Sebenarnya tidak ada orang yang peduli atas dirimu.” Yang lain lagi berkata, “Berjuanglah untuk menjadi orang yang berhasil, populer, dan berkuasa. “ Tetapi di bawah arus suara yang gegap gempita seperti itu, masih ada arus suara lain yang lembut dan tenang, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Mat.17:5b). Untuk dapat mendengar suara seperti itu dibutuhkan keheningan, ketenangan, dalam refleksi dan doa sehingga kita mampu mendengarkan suara, “Engkau Kukasihi.”

Dalam keheningan, selalu melibatkan tindakan mendengarkan. Lebih mudah untuk sama sekali tidak berbicara dari pada berbicara secukupnya.Yang dibutuhkan adalah : menahan diri untuk tidak berbicara.

Hal yang menyebabkan tidak dapat menahan diri biasanya karena kita merasa tidak berdaya. Kita terbiasa menggunakan kata kata kita untuk menguasai orang lain, untuk dapat diterima oleh orang lain, untuk citra diri kita, untuk menunjukkan kita adalah orang yang dapat dipercaya dan baik.

Berdiam diri ternyata merupakan salah satu cara untuk mencegah kita banyak berbicara. Berdiam diri adalah cara memberi tempat bagi Tuhan untuk menjelaskan dengan cara-Nya dan membiarkan Dia membela perkara kita.

Karena itu, berikan ruang untuk Dia dan dengarkanlah Dia!

(TT)

1 Comment

  1. paulbolla

    Syalom,

    Setiap orang harus mengetahui arah dan prioritas untuk mencapai tujuan hidup sesungguhnya: menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Memiliki tujuan hidup akan memudahkan siapapun untuk membantunya memilah dan memilih suara mana yang harus didengar. Suara-suara yang akan menjauhkannya dari tujuan hidup patut diabaikan. Masalah masa kini adalah banyak orang tidak memiliki tujuan hidup, sehingga hidupnya mengalir tanpa arah.

    salam,
    paul bolla

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Menjadi Gereja Responsif
    Kisah Para Rasul 6: 1-7
    Seorang ibu pernah bercerita mengenai pengalamannya melahirkan anak pertama. Ketika proses kelahiran usai, respon awal sang bayi adalah hal...
  • Yang jauh menjadi dekat
    Surat Filemon ini adalah hadiah buat Gereja di sepanjang abad dan tempat. Jadi bukan hanya surat pribadi dari seorang...
  • Dibutakan Untuk Melihat
    Kisah Para Rasul 9:1-18
    Saulus tiba-tiba tidak dapat melihat, matanya buta. Apa penyebabnya? Dalam Kisah Para Rasul 22:11, Rasul Paulus menceritakan bahwa suatu...
  • Kasih Yang Melampaui Aturan
    Suatu siang terjadi percakapan antara seorang Ibu pedagang gado-gado dan seorang Ibu pembeli gado-gado di sebuah warung. Tukang gado-gado...
  • Keteguhan Hati
    Pernahkah saudara merasa Tuhan tidak mau menjawab doa-doa saudara? Saudara memohon pertolongan Tuhan untuk menyembuhkan seseorang yang sakit atau...