Yesus – Anak yang berkenan di hadapan Allah

Minggu ini kita memasuki minggu Epifania yang menunjuk kepada penampakan (an appearence, a manifestation) ilahi. Peristiwa baptisan di sungai Yordan misalnya, merupakan penyataan Allah dalam mengungkapkan Yesus sebagai Anak Allah, yang kemudian diteguhkan dengan kehadiran Roh Kudus dalam wujud seekor burung merpati. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan hubungan trinitarian antara Allah sebagai Bapa – Anak – Roh Kudus. Gambaran burung merpati, sosok... [baca..]

Engkau Bukanlah Yang Terkecil

Hal- hal kecil akan mudah terabaikan jika kita hanya fokus pada hal-hal besar. Perhatian lebih gampang tertuju kepada hal-hal besar daripada hal- hal kecil. Pola yang demikian sering terjadi dalam kehidupan manusia. Melalui kelahiran Yesus di Betlehem, Allah merombak cara pandang dan sikap manusia, untuk tidak meremehkan hal-hal yang kecil. Atau tidak takut sebagai kelompok minoritas di tengah dunia. Persoalannya, tidak terletak di dalam kecil atau... [baca..]

Kami Telah Melihat Bintangnya

Reaksi orang-orang yang menyambut Kelahiran Jesus setidaknya mengandung 3 hal yang kontradiktif : Pertama, di satu sisi Malaikat, Gembala dan Para Majus bersorak menyembah Dia. Di sisi lain Maria menyimpan semua didalam hatinya. Kedua, di satu sisi ada senyum bahagia di hati kedua orangtuanya. Di sisi lain banyak orangtua menangis meratapi kematian anak-anaknya akibat pembunuhan yang dilakukan Herodes karena panik di mana Sang Bayi berada. Ketiga,... [baca..]

Diberkatilah Engkau di antara Semua Perempuan

Respon Elisabet ketika berjumpa dengan Maria cukup menarik, ia berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu..” Kedua orang bersaudara ini telah mengalami jamahan Tuhan, mujizat Tuhan. Lho, bukankah Elisabet juga perempuan yang terberkati karena ia mengandung seorang anak yang kelak akan membuka jalan bagi Sang Juruselamat? Anak yang dikandungnya menjadi seorang nabi yang besar.... [baca..]

Berbuat Seperti Yang Diperintahkan

Respon Yusuf juga menarik untuk dibahas dalam Adven ke-3 ini. Saya jadi ingat Mazmur 127 yang mengatakan bahwa Tuhan memberikan berkat-Nya pada waktu kita tidur. Dan Yusuf mengalami hal itu. Dalam kebingungan, kekesalan dan kekecewaan yang mungkin sekali dirasakannya, Yusuf dikatakan, “…mempertimbangkannya”. Kita dapat menduga bahwa Yusuf bingung dengan pertimbangan pertama, yaitu mempertimbangkan untuk menceraikan Maria dengan diam-diam... [baca..]

Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan

Respon yang seringkali muncul ketika kita mendengar kabar yang merugikan atau keadaan yang menyulitkan kita adalah menolak. Hal ini wajar saja. Ketika Maria diberitahu akan mengandung sementara ia sendiri belum sah sebagai seorang istri, tentu saja membuat Maria merasa dirugikan. Ia bisa dicap sebagai perempuan sundal, dan sebagai perempuan sundal berarti dia harus rela disingkirkan dari “peradaban” sosial, harus rela direndahkan dan dilecehkan,... [baca..]

Bagaimanakah Aku Tahu?

Respon Zakaria, “How can/will I know?” – ayat 18 rupanya terulang kembali saat Maria memberi respon yang serupa, “Bagaimana mungkin hal itu terjadi?” ayat 34. Setidaknya, ada 3 hambatan yang membuat seseorang sulit menerima panggilan Tuhan, Logika. Alkitab NIV menerjemahkan, “… I’m a virgin!” (Saya masih perawan). Tradisi. Alkitab CEV menerjemahkan,”… I’m not marriage!” (Saya belum menikah). Status.... [baca..]

Memeluk dan Menyambut

Ironis sekali! Sementara Yesus dengan penuh pilu di dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem mulai mewartakan penderitaan-Nya (sejak Mrk. :31), menuruni lereng curam ke lembah maut, para murid justru berdesakan menaiki bukit kehormatan, “mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka” (ay. 34). Lantas, itu sebabnya, Yesus memakai cara yang lebih radikal dari sekadar berbicara dan mengajar para murid yang bebal itu. Ia mengambil seorang... [baca..]

ANAK TIMEUS

Secara sengaja penulis Injil Markus menulis siapa yang dijumpai Yesus di dalam perjalanan-Nya keluar dari Yerikho: “… ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.” Anak Timeus! Siapa Timeus? Tentu tak ada informasi apa pun di dalam Alkitab tentang Timeus, ayah si pengemis buta ini. Namun, mereka yang menyukai teks-teks filsafat klasik pastilah mengenal sebuah buku indah dari sang filsuf... [baca..]

Terang Yang Terpancar

Sebuah pepatah Cina, yang kemudian menjadi terkenal setelah muncul dari mulut Eleanor Roosevelt, berbunyi, “Adalah lebih baik menyalakan sebuah lilin daripada mengutuki kegelapan.”” Kalimat bijak ini bukan hanya mencerminkan sebuah kebijakan sosial yang luar biasa, namun juga sebuah kedalaman spiritual yang sesuai dengan iman   Kristen. Acap kali, orang Kristen mengeluhkan “kegelapan,” memprotesnya, membencinya … mengutukinya.... [baca..]

« Previous PageNext Page »