Anugerah-Nya Tak Terbatas

Keluaran 16:2-15; Mazmur 105:1-6, 37-45; Filipi 1:21-30; Matius 20:1-16

Dalam bacaan Injil minggu ini, Yesus menutup perumpamaan-Nya perihal oran-orang upahan di kebun anggur dengan sebuah kalimat yang menohok, “Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir” (ay. 16). Kalimat itu untuk menunjukkan sikap sang tuan yang memberikan upah yang sama baik kepada mereka yang datang terdahulu maupun yang datang belakangan. Ketika mereka yang datang terdahulu mengajukan... [baca..]

Selalu Mengampuni

Keluaran 14:19-31; Mazmur 114; Roma 14:1-12; Matius 18:21-35

Matius 18:27 merupakan inti dari kisah hamba yang berhutang dan raja yang mengampuni, “Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.” Inilah pesan cinta ilahi yang berbuah pengampunan itu. Sungguh banyak kata “belas kasihan” (splagchnon) muncul di dalam Injil untuk menggambarkan sedekat mungkin isi hati Yesus yang mencerminkan isi hati Allah sendiri. Saya... [baca..]

Bertumbuh dalam Persekutuan

Keluaran 12:1-14; Mazmur 149; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20

Muriel Spark suatu kali menulis, “Adalah tidak mungkin bertobat dari mencintai. Dosa mencintai sama-sekali tidak ada.” Apa yang ingin dikatakan oleh Spark adalah bahwa lawan dari dosa bukanlah kesalehan, sebab kesalehan dapat dengan mudah menjadi topeng bagi dosa. Namun, lawan dari dosa adalah cinta kasih yang murni. Sementara dosa membelokkan arah hidup bukan lagi pada Allah dan sesama namun pada diri sendiri, cinta kasih mengarahkan semua orang... [baca..]

Menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus

Matius 16:21-28

Baru saja Petrus mengakui Yesus adalah Mesias (Mat. 16:13-20). Tetapi ketika Yesus menjelaskan apa artinya menjadi Mesias, Petrus menyangkalnya. Alih-alih menyangkal diri dan memikul salib, Petrus malahan menyangkal ajaran Yesus. Ajaran untuk memberi diri dan berkorban bagi kebaikan sesama memang indah. Tetapi ketika kita harus mengaplikasikannya dalam hidup keseharian, sungguh tidak mudah. Menyangkal diri, memikul salib dalam rangka mengikut Yesus... [baca..]

Dipanggil untuk mewujudnyatakan ibadah yang berkenan bagi Allah

Roma 12:1-8

Nilai-nilai pengorbanan dan pemberian diri bagi kebaikan sesama adalah nilai-nilai yang berdasarkan pengorbanan Kristus di kayu salib. Nilai-nilai ini sungguh berlawanan dengan nilai-nilai duniawi yang justru berpusat pada diri sendiri dan memikirkan kebaikan diri sendiri. Karena itulah, rasul Paulus memberikan nasihat, agar sebagai pengikut Kristus kita selalu membaharui diri kita dengan meninggalkan nilai-nilai duniawi serta menterapkan nilai-nilai... [baca..]

Kerukunan yang Diberkati

Mazmur 133

Hari ini kita merayakan kemerdekaan negara kita yang ke 69. Di hari kemerdekaan ini, keprihatinan saya adalah masalah kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Betapa mudahnya kita dipecah oleh karena perbedaan etnik dan agama. Betapa sulitnya mengembangkan toleransi beragama di bumi Indonesia. Diam bersama dengan rukun? Mungkinkah? Di tengah keprihatinan ini, Mz. 133 memberikan penghiburan tersendiri buat saya. Sebuah Mazmur yang menggambarkan orang-orang... [baca..]

Jangan takut, ini Aku!

Matius 14:22-33

Pernahkah anda memperhatikan seorang anak yang belajar berjalan? Ia mengalami ketakutan, namun ia terus melangkah. Yang menyemangati adalah orangtuanya yang ada di depan. Langkah pertama, kedua, makin lama makin mantap sampai ia mendapatkan orangtuanya. Ketakutan adalah sebuah pengalaman yang sangat manusiawi. Apalagi ketika pengalaman sebelumnya sungguh traumatis. Angin sakal! Itulah sebabnya ketika Yesus menjumpai murid-murid-Nya diawali dengan... [baca..]

Rekonsiliasi dengan Tuhan membuahkan rekonsiliasi dengan sesama

Kejadian 32:22-31;33:4,10

Sungguh indah membayangkan Esau yang berlari memeluk adiknya Yakub. Mungkinkah hal itu terjadi kalau Yakub selalu bersembunyi karena takut berjumpa kakaknya? Sungguh senang mendengar pengakuan Yakub, bahwa ketika ia memandang wajah kakaknya Esau, serasa memandang wajah Allah. Mungkinkah pengakuan ini muncul ketika Yakub memandang kakaknya layaknya monster yang siap menelannya? Perseteruan dan rivalitas dua saudara kembar berakhir dengan indah. Apa... [baca..]

Kelicikan Dibalas Dengan Ketulusan

Kejadian 29:15-28; Mazmur 105:1-11, 45; Roma 8:26-39; Matius 13:31-33, 44-52

Ini bagian kisah yang unik dari rangkaian kisah Yakub sebelumnya. Yakub tahu benar mendapatkan apa yang diinginkannya. Ketika ia menginginkan hak kesulungan Esau, ia meraihnya dengan kebohongan dan kelicikan. Kini dalam hidup perantauannya, ia menempatkan diri sebagai sosok yang bekerja keras dan mendapatkan upah dengan cara yang fair. Ia mengadakan kesepakatan dengan Laban, ia setia dengan kesepakatan itu dan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.... [baca..]

Konfirmasi Janji Tuhan

Kejadian 28:10-19; Mzm. 139:1-12, 23-24; Roma 8:12-25; Matius 13:24-30, 36-43

Peristiwa perebutan hak kesulungan membuat Yakub harus segera keluar dari rumah ayahnya. Ia harus segera melarikan dan menyembunyikan diri dari kemarahan kakaknya. Rasa bersalah menekan dirinya begitu kuat dan ketidakjelasan arah hidupnya selanjutnya setelah menerima berkat kesulungan dari hasil manipulasi dan kebohongan. Ini sebuah perjalanan baru bagi Yakub untuk dibentuk Allah untuk menerima janji Allah. Situasi tidak serta merta menguntungkan... [baca..]

Next Page »