Mengampuni = Memulihkan Diri
Kejadian 45:2-8Masa Lalu Yusuf yang sangat buruk karena mengalami kekerasan dari kakak-kakaknya, tentu saja menyakitkan. Herannya, Yusuf tidak lagi memperhitungkan itu sebagai pengalaman yang buruk. Ia bahkan mengatakan bahwa Allahlah yang yang menyuruh Yusuf ke Mesir, sekalipun ia datang ke Mesir karena kejahatan kakak-kakaknya. Mengapa Yusuf dapat tegar dan tangguh seperti itu? Kuncinya adalah pada pengampunan. Yusuf telah berhasil mengampuni kakak-kakaknya yang... [baca..]
Mengasihi Hingga Terluka
Filipi 2:1-11Pemulihan berarti mengembalikan suatu keadaan kembali seperti semula. Sejak Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, seluruh keturunannya mengalami kejatuhan di dalam dosa. Kita dan genersai kita juga lahir di dalam dosa. Dan dosa memisahkan kita dari keadaan yang indah, intim, serta harmonis, bersama dengan Tuhan dan sesama. Anak saya di usia 3,5 tahun pernah mencurahkan isi hatinya, “Mami, saya ingin taat tapi saya tidak bisa taat!” Sejak... [baca..]
Paska IV: Domba yang Baik dari Gembala yang Baik
Yohanes 10:11-18Masih ingat pribahasa yang mengatakan “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”? Guru adalah seseorang yang digugu dan ditiru. Apa yang diajarkan dan dilakukan oleh sang guru menjadi inspirasi dan keteladanan yang memotivasi para murid untuk bertindak serupa. Kita memilikinya di dalam Yesus Kristus, Dialah Guru Agung kita. Yesus, Sang Guru mengajarkan dan menunjukkan sikap : Pengorbanan total untuk memberi yang terbaik bagi domba-Nya... [baca..]
Paska III: Percaya dan Beritakanlah
Lukas 24 : 36-48Kebangkitan Yesus bukanlah halusinasi tetapi sebuah realita. Yesus yang bangkit dan menampakkan diri bukanlah sesosok hantu tetapi Yesus bangkit dengan tubuh yang sempurna (tubuh dan roh-Nya). Betapa pun sulitnya untuk dimengerti oleh pikiran manusia bahwa Yesus yang mati itu bangkit, tidak ada yang dapat membatasi karya Allah yang ajaib. Jika manusia tidak dapat menyelami karya Allah yang luar biasa, bukan berarti bahwa karya Allah dalam kebangkitan... [baca..]
Paska II: Mengalahkan Ketakutan, Melenyapkan Keraguan
Yohanes 20:19-31Peristiwa di Jumat Agung itu masih terasa membekas begitu kuat dalam pikiran para murid sehingga mereka dikuasai rasa takut yang mencekam. Ketakutan ini membuat para murid memilih mengurung diri di ruang tertutup, memilih mengasingkan diri. Yang lain merasakan takut, sementara Tomas merasa ragu. Peristiwa kematian Yesus memberi dampak yang berbeda kepada para murid. Selama mereka kembali pada peristiwa Jumat Agung itu maka ketakutan dan keraguan terus... [baca..]
Aku Telah Melihat Tuhan!
Yohanes 20:1-18 (18)Sebuah ironi terjadi di makam Yesus di Minggu pagi, hari ketiga setelah Yesus mati disalibkan dan dikuburkan. Pada saat itu Yesus menampakkan diri, menyatakan kebangkitan-Nya kepada Maria. Namun Maria memilih untuk membelakangi-Nya, karena mengira Dia adalah tukang kebun. Maria larut dalam kesedihannya sendiri. Ia datang ke kubur kemungkinan besar untuk menuntaskan perawatan jasad Kristus, karena mereka menguburkan-Nya secara terburu-buru berhubung... [baca..]
Siapakah Orang Ini?
Matius 21:1-11 (10)Memasuki kota Yerusalem Yesus disambut dengan kata-kata indah bagi seorang peziarah, yang dikutip dari Mzm 118:26, “Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN..!” Namun selain menyerukan “diberkatilah” (Ibr.: “barak”), orang banyak menyerukan juga “hosana”, tepatnya, “Hosana bagi anak Daud..” “Hosana” berarti “bebaskan kami, menangkan kami” (Ingg.: “be propitious”).... [baca..]
Sunatlah Hatimu..!
Ulangan 10:12-22 (15)Memberi dengan “memberi” bisa berbeda. Begitu pun membantu dengan “membantu”, atau bahkan memerhatikan dengan “memerhatikan”. Yang membedakannya biasanya adalah motivasi di baliknya. Seseorang bisa memberi dengan pamrih tertentu, misalnya menanam budi. Bantuan dapat diberikan dengan mengharapkan imbalan, entah uang atau lainnya. Dan seseorang bisa pula memerhatikan orang secara istimewa karena mengharapkan sesuatu... [baca..]
Tanpa Salib tak mungkin Mengikut Kristus
Matius 16:21-27Salib adalah simbol utama dari iman Kristen. Salib berarti Kristus yang rela menderita sampai mati demi kita. Salib adalah pengejawantahan kasih Allah kepada kita, kepada kemanusiaan, bahkan kepada dunia, meski dunialah yang menyalibkan-Nya. Salib adalah Kristus yang dikorbankan bagi keselamatan dunia dan segenap ciptaan. Maka mestinya bagi kita, konotasi salib adalah pengorbanan yang siap untuk kita lakukan demi mengikut Tuhan. Namun dalam kenyataannya... [baca..]
Tetap mengasihi walau ditolak
Lukas 13:31-35 (34)Kata orang cinta romantik amatlah berbeda dengan cinta sejati. Cinta romantik adalah cinta yang menginginkan diri orang yang dicintai. Apa pun yang ada pada diri orang itu, bahkan perasaannya, mimpinya, sejarahnya, waktunya, ingin dimiliki sepenuhnya. Sedangkan cinta sejati adalah cinta yang menginginkan yang terbaik bagi orang yang dicintai. Apa pun adalah demi orang itu, bahkan ketika itu berarti yang terburuk bagi diri sendiri. Cinta sejati yang... [baca..]



