Keluarga yang Menerapkan Sabda Kasih Allah

Matius 22:34-46

Banyak orang Kristen menghidupi imannya dengan memegangi erat-erat berbagai kepastian yang tak dapat ditawar-tawar. Surga ada di atas, neraka ada di bawah, dan mereka tahu persis siapa saja yang akhirnya akan ke atas atau ke bawah. Dunia diciptakan selama 6 hari atau 144 jam, tidak kurang dan tidak lebih. Tidak ada ruang untuk bertanya atau bersikap ragu-ragu. Inilah sikap para Farisi dan sang ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus: “Guru, hukum... [baca..]

Keluarga yang Mempersaksikan Sabda Allah

1 Tesalonika1:1-10

Pada hakikatnya, “bersaksi tentang” atau “mempersaksikan” Sabda Allah tidak dapat dilakukan hanya di dalam ibadah, kebaktian kebangunan rohani, kelompok pemahaman Alkitab, atau di tengah persekutuan doa. Tentu amat menyejukkan dan membesarkan hati mendengarkan itu semua. Tetapi bila berbagai kesaksian itu tidak mengarah dan bertujuan ke luar, maka semua itu, meminjam kata-kata rasul Paulus, hanyalah “membangun diri sendiri”. “Mempersaksikan... [baca..]

Keluarga yang Setia Pada Sabda Allah

Keluaran 32:1-14

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi kata “setia” adalah antara lain: berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh, taat (bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankannya); tetap dan teguh hati (dalam persahabatan dan sebagainya). Jelas sikap seperti itu tidak ditunjukkan umat Israel ketika menantikan kedatangan Musa dalam bacaan kita hari ini. Dan sikap seperti ini justru yang kian kelihatan bahkan menonjol dalam relasi... [baca..]

Keluarga yang Hidup Dalam Sabda Allah

Keluaran 20:1-4, 7-9, 12-20

Istilah “hukum” (law) atau “perintah/aturan” (commandments/regulations) hampir selalu diasosiasikan dengan sesuatu yang bila tidak dilakukan konsekuensinya berat, bahkan menakutkan. Sebenarnya tidak demikian halnya dengan 10 Hukum bagi Israel. Menurut H.L. Ellison, seorang pakar Perjanjian Lama, Tuhan mengaruniakan “hukum-Nya” sebagai ungkapan grace (anugerah) bukan compulsion (kewajiban). Sebab 10 Hukum itu diberikan setelah proklamasi... [baca..]

Belajarlah dari Sejarah

Keluaran 17:1-7; Mazmur 78:1-4, 12-16; Filipi 2:1-13; Matius 21:23-32

Beberapa waktu belakangan, muncul sebuah pameo yang laris-manis di kalangan aktivis sosial di Indonesia, yaitu: “Menolak Lupa!” Pameo ini sangat penting terkhusus bagi sebuah bangsa seperti Indonesia, yang tampaknya memang suka melupakan sejarah masa silam. Beberapa pemikir, mulai dari Edmund Burke hingga George Santayana, mengingatkan, “Siapa yang melupakan masa silam akan terkutuk untuk mengulanginya.” Rupanya, iman Kristen meneruskan cara... [baca..]

Anugerah-Nya Tak Terbatas

Keluaran 16:2-15; Mazmur 105:1-6, 37-45; Filipi 1:21-30; Matius 20:1-16

Dalam bacaan Injil minggu ini, Yesus menutup perumpamaan-Nya perihal oran-orang upahan di kebun anggur dengan sebuah kalimat yang menohok, “Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir” (ay. 16). Kalimat itu untuk menunjukkan sikap sang tuan yang memberikan upah yang sama baik kepada mereka yang datang terdahulu maupun yang datang belakangan. Ketika mereka yang datang terdahulu mengajukan... [baca..]

Selalu Mengampuni

Keluaran 14:19-31; Mazmur 114; Roma 14:1-12; Matius 18:21-35

Matius 18:27 merupakan inti dari kisah hamba yang berhutang dan raja yang mengampuni, “Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.” Inilah pesan cinta ilahi yang berbuah pengampunan itu. Sungguh banyak kata “belas kasihan” (splagchnon) muncul di dalam Injil untuk menggambarkan sedekat mungkin isi hati Yesus yang mencerminkan isi hati Allah sendiri. Saya... [baca..]

Bertumbuh dalam Persekutuan

Keluaran 12:1-14; Mazmur 149; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20

Muriel Spark suatu kali menulis, “Adalah tidak mungkin bertobat dari mencintai. Dosa mencintai sama-sekali tidak ada.” Apa yang ingin dikatakan oleh Spark adalah bahwa lawan dari dosa bukanlah kesalehan, sebab kesalehan dapat dengan mudah menjadi topeng bagi dosa. Namun, lawan dari dosa adalah cinta kasih yang murni. Sementara dosa membelokkan arah hidup bukan lagi pada Allah dan sesama namun pada diri sendiri, cinta kasih mengarahkan semua orang... [baca..]

Menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus

Matius 16:21-28

Baru saja Petrus mengakui Yesus adalah Mesias (Mat. 16:13-20). Tetapi ketika Yesus menjelaskan apa artinya menjadi Mesias, Petrus menyangkalnya. Alih-alih menyangkal diri dan memikul salib, Petrus malahan menyangkal ajaran Yesus. Ajaran untuk memberi diri dan berkorban bagi kebaikan sesama memang indah. Tetapi ketika kita harus mengaplikasikannya dalam hidup keseharian, sungguh tidak mudah. Menyangkal diri, memikul salib dalam rangka mengikut Yesus... [baca..]

Dipanggil untuk mewujudnyatakan ibadah yang berkenan bagi Allah

Roma 12:1-8

Nilai-nilai pengorbanan dan pemberian diri bagi kebaikan sesama adalah nilai-nilai yang berdasarkan pengorbanan Kristus di kayu salib. Nilai-nilai ini sungguh berlawanan dengan nilai-nilai duniawi yang justru berpusat pada diri sendiri dan memikirkan kebaikan diri sendiri. Karena itulah, rasul Paulus memberikan nasihat, agar sebagai pengikut Kristus kita selalu membaharui diri kita dengan meninggalkan nilai-nilai duniawi serta menterapkan nilai-nilai... [baca..]

Next Page »