Tatkala Kita Merasa Benar…

Lukas 13:1-9

Bertobat berarti berbalik. Semula jahat menjadi baik, tadinya sesat berubah saleh. Dalam teks (Injil) kita hari ini, Yesus menyerukan pertobatan dari beberapa mentalitas dan/atau sikap hidup. Pertama-tama, bertobat dari mentalitas “merasa benar” sehingga dengan mudahnya menghakimi orang. Bahkan mengaitkan malapetaka yang dialami orang lain dengan dosa, seolah kita, karena sudah percaya, tidak (lagi) berdosa sehingga tak mengalami malapetaka yang... [baca..]

Tatkala DIA Sungguh Dekat

Mazmur 27

Jika kita menyimak kalimat “Dia Sungguh Dekat!”, sebenarnya ada 2 makna setidaknya yang muncul. Di satu sisi, kalimat ini mengingatkan kita bahwa Dia memang tidak jauh dari kita. Dia hanya sejauh doa. Dia ada dalam segala situasi dan Dia hadir menemani kita. Di sisi lain, kalimat ini mengingatkan kita bahwa kedatangan-Nya sungguh sudah dekat. Pemazmur dalam bacaan kita, setidaknya memahami kedekatan Allah seperti makna yang pertama. Pertanyaannya,... [baca..]

Tatkala Kita Membutuhkan Rasa Aman

Mazmur 91 : 1-2, 9-16

Rasa aman adalah sesuatu yang sungguh kita butuhkan. Sulit rasanya hidup tanpa adanya rasa aman. Banyak keputusan yang kita ambil dalam hidup ini yang salah satunya dilandasi kebutuhan akan adanya rasa aman. Persoalannya, di mana kita bisa mendapatkan rasa aman yang sejati? Harta? Kenyataannya justru orang yang banyak hartanya yang cenderung merasa tidak aman. Ilmu? Ada syndrome mahasiswa kedokteran yang merasa dirinya menderita penyakit tertentu... [baca..]

Natal Musti Usai!

Lukas 9:29-43

Perjumpaan dengan Tuhan adalah sesuatu yang amat indah dan takkan tergantikan oleh apapun, sehingga kita ingin tetap memeganginya dan enggan melepaskannya. Itulah yang terjadi  pada murid-murid di puncak gunung Tabor. Petrus bahkan mengusulkan untuk membuat kemah bagi Yesus, Musa dan Elia (ayat 33). Itulah juga yang kerap terjadi pada Natal kita. Kita mensyukuri, menyanyikan dan merayakan perjumpaan kita dengan    Tuhan dalam bayi Kristus. Tetapi... [baca..]

Dedikasi: Ini Aku, Utuslah Aku

Yesaya 6:1-8, 9-13

Tidak jarang kita mendengar bahkan memakai ungkapan: “Saya terbeban untuk melakukan ini atau itu…” Bandingkanlah ini dengan jawaban Yesaya atas panggilan Tuhan: “Ini aku, utuslah aku…!” (ayat 8). “Terbeban” punya konotasi (agak) terpaksa, tidak punya pilihan lain. Sedangkan pada Yesaya nyata niatannya untuk mengabdikan atau mendedikasikan diri sepenuhnya melakukan tugas pengutusan Tuhan. Setidaknya ada dua hal yang mendasari... [baca..]

Vokasi: Allah Memanggilmu

Yeremia 1:4-10; Mazmur 71:1-6

Suatu kali, Leo Tolstoy, penulis dan filsuf asal Rusia itu berkata, “Vokasi setiap laki-laki dan perempuan adalah untuk melayani sesamanya.” Apa yang ingin dikatakan oleh Tolstoy adalah, setiap orang memiliki panggilan yang sama, siapa pun dia. Kata vokasi (vocation) berasal dari kata Latin, vocare, yang berarti “memanggil.” Namun, ia juga kerap dikonotasikan sebagai pekerjaan atau profesi seseorang. Keduanya tentu bisa dipahami secara utuh,... [baca..]

Aksi: Ketika Roh Menuntunmu Keluar

I Korintus 12: 12-31a dan Lukas 4:14-21

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, …………. (Luk.4:18-19). Nubuatan Yesaya ini (Yes.61:1-2) telah terwujud dalam diri Tuhan Yesus Kristus sebagai pribadi yang berperan membebaskan dan menyelamatkan umat manusia. Roh Tuhanlah yang memungkinkan semua ini terjadi. Oleh karena itu hanya... [baca..]

ATENSI: Mendengarkan Seperti Tuhan

Yohanes 2:1-11

MENDENGARKAN bukanlah sesuatu yang sederhana apalagi gampang. Banyak sekali kendalanya, baik dari luar maupun dan ter utama dari diri sendiri. Akibat terjadinya “tidak mendengarkan”, tidak dapat diduga. Baik itu dalam relasi, dalam keluarga, dalam persekutuan jemaat, maupun dalam pekerjaan, bahkan dalam kehidupan bersama Tuhan. Syukur Allah kita adalah Tuhan yang sunguh-sungguh mendengarkan kita dan menghendaki kita mendengarkan-Nya,... [baca..]

Anda Sungguh Berharga

Yesaya 43:1-7

Suatu siang yang terik, seorang anak laki-laki penjual asongan mengetuk pintu rumah seorang wanita muda. Karena dagangannya belum terjual satupun sejak pagi, dengan perut kelaparan dia memberanikan diri meminta segelas air. Karena iba pada anak tersebut dan menduga anak itu belum makan, sang wanita memberikan segelas besar susu. “Berapakah aku harus membayarnya?” tanya anak itu. Sang wanita menjawab, “Ibuku mengajarku untuk tidak meminta bayaran... [baca..]

Inkarnasi: Dia berkemah di antara kita

Yohannes 1:1-18

Memasuki minggu pertama tahun 2010, Allah menyapa kita melalui Firman-Nya dalam injil Yohanes 1. Natal versi Yohanes ini mau menjelaskan kepada kita, bahwa Allah bukan hanya berkarya dalam sejarah hidup manusia, namun juga menjadi bagian dari sejarah hidup manusia. Dia ada di tengah kita, berkemah di antara kita. Terang itu menerobos kegelapan hidup manusia dan mengubah kegelapan itu menjadi terang. Inkarnasi Allah, Firman yang mewujud dalam daging... [baca..]

Next Page »