Bukan Keperkasaan Bukan Kekuatan

Bukan Keperkasaan Bukan Kekuatan

Belum ada komentar 183 Views

Khotbah Zakaria berisi pesan Allah yang amat jelas, yaitu bahwa upaya Zerubabel untuk melakukan tugasnya sebagai pemimpin Israel, termasuk membangun kembali Bait Allah, niscaya akan berhasil. Asalkan ia tak melupakan, bahwa itu hanya akan terjadi, “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku..” (Za. 4:6).

Ini adalah tema yang amat kita gemari sejak Sekolah Minggu: “Tuhan yang akan berperang bagi kita! Dan bila IA di pihak kita, siapakah yang dapat melawan kita…?” Apakah ini lalu berarti bahwa dalam berbagai usaha dan pemecahan persoalan dalam hidup kita, kita cukup berpangku tangan saja dan menyilakan Tuhan yang bertindak? Ada 2 hal yang amat prinsipial di sini.

Pertama, segala sesuatu terjadi karena kekuatan Roh Allah. Dengan kemampuan dan kekuatan kita sendiri, kita takkan mampu melaksanakan apa pun yang Tuhan kehendaki bagi kita. Jelas yang dirujuk di situ adalah keperkasaan dan kekuatan tentara Israel. Tetapi juga dapat menunjuk pada kemampuan dan kekuatan kita dalam hidup ini.

Yang kedua, itu lalu berarti bahwa kita kemudian tidak dapat berpangku tangan saja. Khotbah Zakaria ditujukan kepada Zerubabel dan siapa pun yang aktif bekerja serta berusaha dalam “pekerjaan” Tuhan. Dalam diri Zerubabel hal itu adalah upayanya dengan segala daya untuk menuntaskan pembangunan Bait Allah. Sedangkan kita, dalam segala upaya kita untuk membangun hidup kita, dan jemaat kita, dengan segala program di dalamnya (termasuk Community Center), dalam terang pembangunan Kerajaan Allah. Di situ segala kemampuan dan kekuatan kita dibutuhkan, walau bukan yang terutama menjamin keberhasilan. Namun kesediaan kita untuk memberikan serta mengerahkan segenap pemberian Allah untuk “membangun”, niscaya akan dimanfaatkan Allah sebagai wahana karya-Nya.

Inilah sikap yang kiranya kita kembangkan dalam menantikan, menyambut dan mengalami kembali, penebusan Allah dalam Kristus.

 

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan