dunia

Bukan Dari Dunia Tapi Di Dalam Dunia

Yohanes 17:6-19

Belum ada komentar 78 Views

Doa terakhir Yesus yang direkam hanya di dalam Injil Yohanes ini sangat mendalam dan menawan. Ia berdoa bukan hanya bagi para murid-Nya saat itu, namun juga bagi kita saat ini, yaitu mereka “yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka” (ay. 20). Jadi, doa Yesus ini bersifat eskatologis, artinya, ia menunjuk pada umat percaya di segala abad dan tempat, hingga sampai akhir zaman. Inti doanya berdimensi ganda. Di satu sisi, Ia berdoa untuk kesatuan umat-Nya, sebagaimana tampil lewat kata-kata, “supaya mereka semua menjadi satu” (ay. 11, 21-23). Di sisi lain, ia berdoa agar para murid-Nya menyadari identitas mereka berhadapan dengan dunia.

Perihal identitas para murid di hadapan dunia, simaklah bagaimana Yesus menyajikan sedikitnya tiga dimensi dari identitas Kristiani: di dalam dunia (ay. 11), bukan dari dunia (ay. 14), dan diutus ke dalam dunia (ay. 18).

Identitas “di dalam dunia” menunjukkan habitasi. Tak ada tempat tinggal lain bagi orang Kristen selain dunia ini. Identitas “bukan dari dunia” menunjukkan distingsi, faktor pembeda orang Kristen dengan dunia, sebab Kristuslah yang menegaskan identitas Kristiani kita. Akhirnya, ketegangan antara habitasi dan distingsi ini dijembatani oleh misi, yaitu identitas para murid yang “diutus ke dalam dunia.”

Ketiga dimensi ini sama pentingnya dan kita tak boleh menekankan yang satu dengan ongkos kedua dimensi lainnya. Terlampau menekankan habitas “ di dalam dunia ” akan mudah menggelincirkan kita ke dalam hidup yang kompromistis. Terlampau menekankan distingsi “bukan dari dunia” akan menjerumuskan kita ke dalam sikap tak acuh pada dunia. Akhirnya, terlampau menekankan misi “ke dalam dunia” dapat membuat kita menjadi komunitas yang arogan, jika tidak malah agresif. Oleh karena itu, selamat menjaga ketegangan dari ketiga dimensi kita sebagai orang Kristen di dalam, bukan dari, sekaligus diutus ke dalam dunia.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan