dunia

Bukan Dari Dunia Tapi Di Dalam Dunia

Yohanes 17:6-19

Belum ada komentar 88 Views

Doa terakhir Yesus yang direkam hanya di dalam Injil Yohanes ini sangat mendalam dan menawan. Ia berdoa bukan hanya bagi para murid-Nya saat itu, namun juga bagi kita saat ini, yaitu mereka “yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka” (ay. 20). Jadi, doa Yesus ini bersifat eskatologis, artinya, ia menunjuk pada umat percaya di segala abad dan tempat, hingga sampai akhir zaman. Inti doanya berdimensi ganda. Di satu sisi, Ia berdoa untuk kesatuan umat-Nya, sebagaimana tampil lewat kata-kata, “supaya mereka semua menjadi satu” (ay. 11, 21-23). Di sisi lain, ia berdoa agar para murid-Nya menyadari identitas mereka berhadapan dengan dunia.

Perihal identitas para murid di hadapan dunia, simaklah bagaimana Yesus menyajikan sedikitnya tiga dimensi dari identitas Kristiani: di dalam dunia (ay. 11), bukan dari dunia (ay. 14), dan diutus ke dalam dunia (ay. 18).

Identitas “di dalam dunia” menunjukkan habitasi. Tak ada tempat tinggal lain bagi orang Kristen selain dunia ini. Identitas “bukan dari dunia” menunjukkan distingsi, faktor pembeda orang Kristen dengan dunia, sebab Kristuslah yang menegaskan identitas Kristiani kita. Akhirnya, ketegangan antara habitasi dan distingsi ini dijembatani oleh misi, yaitu identitas para murid yang “diutus ke dalam dunia.”

Ketiga dimensi ini sama pentingnya dan kita tak boleh menekankan yang satu dengan ongkos kedua dimensi lainnya. Terlampau menekankan habitas “ di dalam dunia ” akan mudah menggelincirkan kita ke dalam hidup yang kompromistis. Terlampau menekankan distingsi “bukan dari dunia” akan menjerumuskan kita ke dalam sikap tak acuh pada dunia. Akhirnya, terlampau menekankan misi “ke dalam dunia” dapat membuat kita menjadi komunitas yang arogan, jika tidak malah agresif. Oleh karena itu, selamat menjaga ketegangan dari ketiga dimensi kita sebagai orang Kristen di dalam, bukan dari, sekaligus diutus ke dalam dunia.

ja

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Keajaiban Belas Kasihan
    Apa bedanya kasihan dengan belas kasihan Tuhan? Dua puluh tahun yang lalu waktu saya melayani di sebuah rumah singgah,...
  • Keajaiban Pengampunan
    Mazmur 25:1-10
    Mana yang lebih mudah: meminta maaf atau memaafkan orang yang menyakiti kita? Kehadiran Tuhan dalam hidup orang percaya mengajak...
  • raja
    Raja-kan Yesus
    Raja menciptakan, sekaligus memimpin kerajaan mereka; dan sebuah kerajaan akan mencerminkan pemimpinnya. Tuhan Yesus kerap diumpamakan sebagai seorang raja...
  • Mendekat atau Menjauh?
    Ibrani 10:11-25
    Saudara, pernahkan saudara menolong seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, dan saudara tidak mengharapkan ia membalas pertolongan saudara karena saudara...
  • Menderita Berulang?
    Ibrani 9:24-28
    Apakah Yesus harus berulang-ulang disalib karena dosa kita? Suatu kali seorang anak bertanya kepada ayahnya, “Apa itu Papa?” Papanya...
Kegiatan