Berkarya dengan hati

Berkarya dengan hati

Belum ada komentar 15 Views

Dalam budaya hari Raya Purim di Yahudi, ada kebiasaan dimana masyarakat Yahudi harus mencari orang yang lebih miskin (poor) dari dirinya untuk memberikan persembahannya. Tidak diduga, pada waktu itu, bukanlah orang yang paling kaya yang paling murah hati, sebaliknya orang-orang yang paling jarang memberilah yang justru paling siap memberi. Mengapa? Karena merekalah yang benar-benar merasakan pengalaman kekurangan.

Gereja kita hari ini secara formal memasuki usia 26 tahun. Di ulang tahun ini, apa yang akan kita berikan untuk Gereja Tuhan? Ayat ini mengajak kita untuk memberi, bahkan menghasilkan karya dengan hati. Apa yang dapat kita hayati melalui perikop ini?

Pertama, Perlunya Perasaan kekurangan. Perasaan ini bukanlah cara agar kita berteriak meminta tolong atau bahkan menuntut gereja serta orang lain untuk memenuhi kebutuhan kita. Melainkan merupakan cara Tuhan agar kita dapat merasakan apa yang dirasakan orang-orang yang berkekurangan lainnya.

Kedua, Perlunya Pikiran untuk Memberi. Tuhan datang memberikan hidupNya bagi kita. Itu sebabnya hidup Kristiani adalah “hidup memberi”. Seperti Yesus, Paulus dan orang-orang Yahudi, marilah kita belajar memberi sebagian dari diri kita. No gift can be in any real sense a gift unless the giver gives with it a bit of himself.

Ketiga, Perlunya Pengalaman berkelebihan. Paulus yang dipenjara, dicambuk dan menderita karena Kristus, selalu merasa berkelebihan.  Tidak heran jika ia tidak henti-hentinya berdoa bukan untuk dirinya tetapi untuk orang lain. Air matanya tercurah bagi jemaat Tuhan dan hidupnya diberikan bagi Kristus. Ia tahu bahwa kelebihan yang ada pada dirinya adalah titipan Tuhan melalui dirinya untuk orang lain.

Dengan ketiga hal di atas inilah, kita dapat berkarya dengan hati bagi Tuhan, gereja, masyarakat dan keluarga kita. Tuhan memberkati!

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • kudus
    Setiap Hariku Adalah Hari Kudus!
    Matius 24:36-44
    Dikotomi kotor-bersih, duniawi-rohani, dan dosa-suci, melahirkan pelbagai persoalan serius dalam kehidupan umat percaya. Katakanlah sebagai contoh di sebuah gereja...
  • dilayani
    Datang Untuk Melayani Bukan Untuk Dilayani
    Lukas 23:33-43
    Sang Raja … memang sulit untuk dipahami … alih-alih menyelamatkan diri-Nya, Ia malah memilih mati untuk sesama … Sang...
  • teladan
    Jadilah Teladan
    2 Tes. 3:6-13; Lk. 21:5-19
    Hidup mengikut Yesus, bukan sekedar hidup dengan menyandang nama Kristus, tetapi hidup Yesus itu sendiri harus nampak melalui hidup...
  • kebangkitan
    Kehidupan, Kematian Dan Kebangkitan
    Dalam janji pernikahan selalu ditutup dengan pernyataan: ‘sampai kematian memisahkan kita’. Satu penutup sebuah janji yang kurang menyenangkan! Kenapa...
  • putih salju
    Ketika Kita Menjadi Putih Seperti Salju
    Yesaya 1:10-18
    Resiko punya mobil warna putih, ya harus sering-sering dicuci. Apalagi di musim hujan. Warna putih membuat kotor sedikit langsung...
Kegiatan