Berkarya dengan hati

Berkarya dengan hati

Belum ada komentar 10 Views

Dalam budaya hari Raya Purim di Yahudi, ada kebiasaan dimana masyarakat Yahudi harus mencari orang yang lebih miskin (poor) dari dirinya untuk memberikan persembahannya. Tidak diduga, pada waktu itu, bukanlah orang yang paling kaya yang paling murah hati, sebaliknya orang-orang yang paling jarang memberilah yang justru paling siap memberi. Mengapa? Karena merekalah yang benar-benar merasakan pengalaman kekurangan.

Gereja kita hari ini secara formal memasuki usia 26 tahun. Di ulang tahun ini, apa yang akan kita berikan untuk Gereja Tuhan? Ayat ini mengajak kita untuk memberi, bahkan menghasilkan karya dengan hati. Apa yang dapat kita hayati melalui perikop ini?

Pertama, Perlunya Perasaan kekurangan. Perasaan ini bukanlah cara agar kita berteriak meminta tolong atau bahkan menuntut gereja serta orang lain untuk memenuhi kebutuhan kita. Melainkan merupakan cara Tuhan agar kita dapat merasakan apa yang dirasakan orang-orang yang berkekurangan lainnya.

Kedua, Perlunya Pikiran untuk Memberi. Tuhan datang memberikan hidupNya bagi kita. Itu sebabnya hidup Kristiani adalah “hidup memberi”. Seperti Yesus, Paulus dan orang-orang Yahudi, marilah kita belajar memberi sebagian dari diri kita. No gift can be in any real sense a gift unless the giver gives with it a bit of himself.

Ketiga, Perlunya Pengalaman berkelebihan. Paulus yang dipenjara, dicambuk dan menderita karena Kristus, selalu merasa berkelebihan.  Tidak heran jika ia tidak henti-hentinya berdoa bukan untuk dirinya tetapi untuk orang lain. Air matanya tercurah bagi jemaat Tuhan dan hidupnya diberikan bagi Kristus. Ia tahu bahwa kelebihan yang ada pada dirinya adalah titipan Tuhan melalui dirinya untuk orang lain.

Dengan ketiga hal di atas inilah, kita dapat berkarya dengan hati bagi Tuhan, gereja, masyarakat dan keluarga kita. Tuhan memberkati!

Riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan