Belas Kasihan dan Integritas

Belas Kasihan dan Integritas

Belum ada komentar 121 Views

Dalam presidential lecture di Istana Negara, Rabu 15 September 2010, Profesor David T. Elwood (Dekan Harvard Kennedy School) menyebutkan 4 syarat (elemen) penciptaan lapangan kerja dan penghapusan kemiskinan: ekonomi kuat, keunggulan komparatif, kelembagaan dan pemerintahan yang mantap, serta progam mengatasi kemiskinan yang dirancang baik. Tentunya tak perlu diragukan kompetensi Elwood mengajukan 4 syarat itu. Namun ada sebuah pertanyaan yang mengusik: “Bisakah kemiskinan benar-benar diatasi, bila masyarakat kita terdiri atas orang-orang yang tak kenal belas kasihan dan kepedulian pada (nasib) orang miskin?”

Seruan keadilan sosial, terutama belas-kasihan kepada mereka yang tidak seberuntung kita, yang tertindas dalam segala hal, yang miskin, dalam kitab Amos (Amos 8:4-7), menunjukkan sebuah syarat lain yang hakiki. Tanpa belas kasihan kehidupan bersama akan kian digeragoti mentalitas menguntungkan diri sendiri yang memperlakukan sesama sekadar sumber menimbun keuntungan tanpa mempertimbangkan kejujuran apalagi keadilan. Lebih jauh lagi Nabi Amos menegaskan, bahwa hal itu hanya mungkin bila kehidupan dilihat dan dijalani secara utuh (integrated) bersama Tuhan, yang empunya kehidupan.

Amat indah kata-kata Thomas Merton (penulis dunia, biarawan ) tentang belas-kasihan: “The whole idea of compassion is based on a keen awareness of the interdependence of all these living beings, which are all part of one another, and all involved in one another.” Sebab belas kasihan bukanlah sekadar tindakan sesaat apalagi sesekali. Belas kasihan yang insidental, bisa dan biasanya berdasar pada berbagai motivasi yang tidak tulus apalagi lurus. Belas kasihan mesti menjadi sesuatu yang menetap, bahkan gaya hidup. Belas kasihan yang takkan mungkin tanpa integritas.

Mari, kita mulai dari diri kita masing-masing: menjaga integritas kita di hadapan Tuhan dan sesama, sehingga belas kasihan menjadi second nature kita, orang percaya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • tanah yang baik
    Menjadi Tanah Yang Baik
    Matius 13:1-9,18-23
    Dalam perenungan minggu ini, kita diajak untuk mengevaluasi keadaan hati kita dalam menerima pemberitaan Firman Tuhan. Menurut Yesus dalam...
  • pergumulan hidup
    Memenangkan Pergumulan Hidup
    Roma 7:15-25
    Semua manusia mengalami pergumulan yang sangat bervariasi dalam hidup. Menjadi Pengikut YESUS (Kristen) bukan berarti bebas dari pergumulan. Kekristenan...
  • Berani Bersaksi Karena Perlindungan Tuhan
    Matius 10:29
    Bersaksi adalah salah satu tugas orang-orang percaya (Gereja), yang harus dilakukan sampai kedatangan Tuhan. Bersaksi bukanlah pekerjaan yang gampang....
  • burung pipit
    Dua Ekor Burung Pipit Seduit
    “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar...
  • Kesayangan Allah
    Harta Kesayangan Allah
    Keluaran 19:2-8
    Periode embara Israel di padang gurun berlangsung selama 40 tahun. Berbeda dari anggapan popular bahwa periode ini berisi penderitaan...
Kegiatan