Belas Kasihan dan Integritas

Belas Kasihan dan Integritas

Belum ada komentar 123 Views

Dalam presidential lecture di Istana Negara, Rabu 15 September 2010, Profesor David T. Elwood (Dekan Harvard Kennedy School) menyebutkan 4 syarat (elemen) penciptaan lapangan kerja dan penghapusan kemiskinan: ekonomi kuat, keunggulan komparatif, kelembagaan dan pemerintahan yang mantap, serta progam mengatasi kemiskinan yang dirancang baik. Tentunya tak perlu diragukan kompetensi Elwood mengajukan 4 syarat itu. Namun ada sebuah pertanyaan yang mengusik: “Bisakah kemiskinan benar-benar diatasi, bila masyarakat kita terdiri atas orang-orang yang tak kenal belas kasihan dan kepedulian pada (nasib) orang miskin?”

Seruan keadilan sosial, terutama belas-kasihan kepada mereka yang tidak seberuntung kita, yang tertindas dalam segala hal, yang miskin, dalam kitab Amos (Amos 8:4-7), menunjukkan sebuah syarat lain yang hakiki. Tanpa belas kasihan kehidupan bersama akan kian digeragoti mentalitas menguntungkan diri sendiri yang memperlakukan sesama sekadar sumber menimbun keuntungan tanpa mempertimbangkan kejujuran apalagi keadilan. Lebih jauh lagi Nabi Amos menegaskan, bahwa hal itu hanya mungkin bila kehidupan dilihat dan dijalani secara utuh (integrated) bersama Tuhan, yang empunya kehidupan.

Amat indah kata-kata Thomas Merton (penulis dunia, biarawan ) tentang belas-kasihan: “The whole idea of compassion is based on a keen awareness of the interdependence of all these living beings, which are all part of one another, and all involved in one another.” Sebab belas kasihan bukanlah sekadar tindakan sesaat apalagi sesekali. Belas kasihan yang insidental, bisa dan biasanya berdasar pada berbagai motivasi yang tidak tulus apalagi lurus. Belas kasihan mesti menjadi sesuatu yang menetap, bahkan gaya hidup. Belas kasihan yang takkan mungkin tanpa integritas.

Mari, kita mulai dari diri kita masing-masing: menjaga integritas kita di hadapan Tuhan dan sesama, sehingga belas kasihan menjadi second nature kita, orang percaya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan