kerendahan hati

Rumah Kita : Rumah Tempat Kita Belajar Kerendahan Hati

Lukas 18:9-14

Belum ada komentar 113 Views

Orang Farisi yang berdoa itu, memang bukan perampok, pezinah dan yang lain. Juga bukan pemungut cukai. Tetapi apakah dia bukan pendosa? Bukankah setiap orang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah? Masalah orang sombong itu adalah ketidakmampuannya melihat keterbatasan diri dan hanya melihat kelebihan diri.

Dalam keluarga, banyak juga orang seperti ini. Yang dilihat hanya kelemahan anggota keluarga lain dan tidak mau (mampu) melihat kelemahan diri sendiri. Adakah manusia yang sempurna? Yang baik semua tanpa kelemahan? Dan karena itu hanya bisa menyalahkan orang lain dan tidak melihat bahwa sumber persoalan juga dirinya sendiri.

Mari belajar dari si pemungut cukai. Ia datang dengan sebuah kesadaran akan kelemahan dirinya. Dengan kesadaran ini, ia menerima pembaharuan Allah. Sebaliknya, si orang Farisi, apa yang harus dibaharui? Banyak! Tetapi karena ia tidak melihatnya, maka sulit baginya untuk membaharui dirinya.

Relasi antar anggota keluarga butuh kerendahan hati, bukan ketinggian hati. Hanya dengan kerendahan hati, setiap anggota keluarga akan selalu mawas diri dengan keterbatasan dan kelemahannya, dan menerima pembaharuan Allah. Jadikan rumahmu tempat belajar kerendahan hati. Tidak ada relasi yang tidak dapat dibaharui ketika semuanya datang dengan kerendahan hati!

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
  • Madu atau Racun ?
    Ulangan 30: 15-20
    Dalam perjalanan umat Tuhan memasuki “tanah perjanjian” Musa mengingatkan bahwa mereka sedang dihadapkan pada sebuah pilihan kehidupan atau kematian,...
  • Semakin serupa seperti Kristus
    Thomas Kempis dalam bukunya “Imitatio Christi”, memulai dengan mengutip Yoh.8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan...
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
Kegiatan