kerendahan hati

Rumah Kita : Rumah Tempat Kita Belajar Kerendahan Hati

Lukas 18:9-14

Belum ada komentar 109 Views

Orang Farisi yang berdoa itu, memang bukan perampok, pezinah dan yang lain. Juga bukan pemungut cukai. Tetapi apakah dia bukan pendosa? Bukankah setiap orang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah? Masalah orang sombong itu adalah ketidakmampuannya melihat keterbatasan diri dan hanya melihat kelebihan diri.

Dalam keluarga, banyak juga orang seperti ini. Yang dilihat hanya kelemahan anggota keluarga lain dan tidak mau (mampu) melihat kelemahan diri sendiri. Adakah manusia yang sempurna? Yang baik semua tanpa kelemahan? Dan karena itu hanya bisa menyalahkan orang lain dan tidak melihat bahwa sumber persoalan juga dirinya sendiri.

Mari belajar dari si pemungut cukai. Ia datang dengan sebuah kesadaran akan kelemahan dirinya. Dengan kesadaran ini, ia menerima pembaharuan Allah. Sebaliknya, si orang Farisi, apa yang harus dibaharui? Banyak! Tetapi karena ia tidak melihatnya, maka sulit baginya untuk membaharui dirinya.

Relasi antar anggota keluarga butuh kerendahan hati, bukan ketinggian hati. Hanya dengan kerendahan hati, setiap anggota keluarga akan selalu mawas diri dengan keterbatasan dan kelemahannya, dan menerima pembaharuan Allah. Jadikan rumahmu tempat belajar kerendahan hati. Tidak ada relasi yang tidak dapat dibaharui ketika semuanya datang dengan kerendahan hati!

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan