kerendahan hati

Rumah Kita : Rumah Tempat Kita Belajar Kerendahan Hati

Lukas 18:9-14

Belum ada komentar 110 Views

Orang Farisi yang berdoa itu, memang bukan perampok, pezinah dan yang lain. Juga bukan pemungut cukai. Tetapi apakah dia bukan pendosa? Bukankah setiap orang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah? Masalah orang sombong itu adalah ketidakmampuannya melihat keterbatasan diri dan hanya melihat kelebihan diri.

Dalam keluarga, banyak juga orang seperti ini. Yang dilihat hanya kelemahan anggota keluarga lain dan tidak mau (mampu) melihat kelemahan diri sendiri. Adakah manusia yang sempurna? Yang baik semua tanpa kelemahan? Dan karena itu hanya bisa menyalahkan orang lain dan tidak melihat bahwa sumber persoalan juga dirinya sendiri.

Mari belajar dari si pemungut cukai. Ia datang dengan sebuah kesadaran akan kelemahan dirinya. Dengan kesadaran ini, ia menerima pembaharuan Allah. Sebaliknya, si orang Farisi, apa yang harus dibaharui? Banyak! Tetapi karena ia tidak melihatnya, maka sulit baginya untuk membaharui dirinya.

Relasi antar anggota keluarga butuh kerendahan hati, bukan ketinggian hati. Hanya dengan kerendahan hati, setiap anggota keluarga akan selalu mawas diri dengan keterbatasan dan kelemahannya, dan menerima pembaharuan Allah. Jadikan rumahmu tempat belajar kerendahan hati. Tidak ada relasi yang tidak dapat dibaharui ketika semuanya datang dengan kerendahan hati!

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
Kegiatan