kerendahan hati

Rumah Kita : Rumah Tempat Kita Belajar Kerendahan Hati

Lukas 18:9-14

Belum ada komentar 144 Views

Orang Farisi yang berdoa itu, memang bukan perampok, pezinah dan yang lain. Juga bukan pemungut cukai. Tetapi apakah dia bukan pendosa? Bukankah setiap orang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah? Masalah orang sombong itu adalah ketidakmampuannya melihat keterbatasan diri dan hanya melihat kelebihan diri.

Dalam keluarga, banyak juga orang seperti ini. Yang dilihat hanya kelemahan anggota keluarga lain dan tidak mau (mampu) melihat kelemahan diri sendiri. Adakah manusia yang sempurna? Yang baik semua tanpa kelemahan? Dan karena itu hanya bisa menyalahkan orang lain dan tidak melihat bahwa sumber persoalan juga dirinya sendiri.

Mari belajar dari si pemungut cukai. Ia datang dengan sebuah kesadaran akan kelemahan dirinya. Dengan kesadaran ini, ia menerima pembaharuan Allah. Sebaliknya, si orang Farisi, apa yang harus dibaharui? Banyak! Tetapi karena ia tidak melihatnya, maka sulit baginya untuk membaharui dirinya.

Relasi antar anggota keluarga butuh kerendahan hati, bukan ketinggian hati. Hanya dengan kerendahan hati, setiap anggota keluarga akan selalu mawas diri dengan keterbatasan dan kelemahannya, dan menerima pembaharuan Allah. Jadikan rumahmu tempat belajar kerendahan hati. Tidak ada relasi yang tidak dapat dibaharui ketika semuanya datang dengan kerendahan hati!

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • #kekelamandosa #belaskasihAllah #datangdanpulihkanlah
    Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:2-8, 18-20; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
    Hari ini kita memasuki masa Advent (adventus = kedatangan). Dalam empat minggu sebelum Natal, kita akan berada dalam masa...
  • Berjumpa SANG RAJA dalam Kehinaan
    Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7; Efesus 1:15-23; Matius 25: 31-46
    Skenarionya, bukan saya mengerti apa yang saya lakukan, melainkan saya melakukan suatu perbuatan itu -baik atau jahat- sebagai sesuatu...
  • Kepercayaan Dan Tanggung Jawab
    MATIUS 25: 14-30
    “Wenn Gott einmal bei der Arbeit erwischt hat, dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.” (Sekali Tuhan mendapati...
  • Allah itu Besar Kita itu Kecil
    I Tesalonika 4: 13-18
    Setelah manusia mati, kemana? Konsep Surga atau Rumah Bapa menjadi misteri bagi banyak orang di Tesalonika, yang sebagian berasal...
  • Keadilan Tuhan Dinyatakan
    Mikha 3:5-12; Mazmur 43; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
    Mengapa Tuhan Yesus pada akhir hidup-Nya di Kayu Salib berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa...
Kegiatan