Bekerja atau Berbuah

Bekerja atau Berbuah

Belum ada komentar 66 Views

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, ……………….. (Yoh.15:16).

Jadi jelas sekarang bahwa kehidupan yang berkelimpahan dengan buah inilah yang dikehendaki Tuhan. Meskipun demikian, pernyataan ini bukan sebuah tuntutan, sebab Tuhan berjanji, jika ranting itu tetap menempel pada Pokok Anggur yang benar dan hidup dalam relasi yang akrab, dimana ia ada dalam Kristus dan Kristus didalamnya, maka ia dengan sendirinya akan berbuah banyak.

Kalau demikian, apa sebenarnya perbedaan bekerja bagi Tuhan dan berbuah bagi Tuhan ? Bekerja berkaitan akrab dengan upaya dan usaha seseorang, sedangkan hakikat dari berbuah adalah sesuatu yang dihasilkan secara alami dan tenang dari dalam kehidupan itu sendiri. Seorang tukang kebun misalnya, bisa memelihara pohon apel dengan menanam, memupuki, menyirami, dan bahkan memangkasnya jika diperlukan. Tetapi ia tidak punya kuasa untuk mengeluarkan buah apelnya. Pohon itu sendiri yang akan menghasilkan buah apelnya. Demikian juga halnya dengan buah-buah Roh seperti “kasih, sukacita, damai sejahtera,…….”, hanya akan muncul dalam kehidupan seseorang ketika Roh Kudus yang ada dalam dirinya menolong mewujudkannya. Oleh karena itu Rasul Paulus menggambarkan hubungan antara bekerja dan berbuah seperti “memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik” (Kol.1:10). Pekerjaan baik yang dimaksud adalah suatu pekerjaan yang digerakkan oleh Roh Kudus yang ada dalam diri orang percaya dan bukan karena paksaan dari suatu aturan. Jika pekerjaan itu adalah hasil dari pekerjaan Roh yang tinggal dalam diri kita, maka apa pun yang dikerjakan akan memberikan pertumbuhan iman.

 

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan