Bekerja atau Berbuah

Bekerja atau Berbuah

Belum ada komentar 94 Views

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, ……………….. (Yoh.15:16).

Jadi jelas sekarang bahwa kehidupan yang berkelimpahan dengan buah inilah yang dikehendaki Tuhan. Meskipun demikian, pernyataan ini bukan sebuah tuntutan, sebab Tuhan berjanji, jika ranting itu tetap menempel pada Pokok Anggur yang benar dan hidup dalam relasi yang akrab, dimana ia ada dalam Kristus dan Kristus didalamnya, maka ia dengan sendirinya akan berbuah banyak.

Kalau demikian, apa sebenarnya perbedaan bekerja bagi Tuhan dan berbuah bagi Tuhan ? Bekerja berkaitan akrab dengan upaya dan usaha seseorang, sedangkan hakikat dari berbuah adalah sesuatu yang dihasilkan secara alami dan tenang dari dalam kehidupan itu sendiri. Seorang tukang kebun misalnya, bisa memelihara pohon apel dengan menanam, memupuki, menyirami, dan bahkan memangkasnya jika diperlukan. Tetapi ia tidak punya kuasa untuk mengeluarkan buah apelnya. Pohon itu sendiri yang akan menghasilkan buah apelnya. Demikian juga halnya dengan buah-buah Roh seperti “kasih, sukacita, damai sejahtera,…….”, hanya akan muncul dalam kehidupan seseorang ketika Roh Kudus yang ada dalam dirinya menolong mewujudkannya. Oleh karena itu Rasul Paulus menggambarkan hubungan antara bekerja dan berbuah seperti “memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik” (Kol.1:10). Pekerjaan baik yang dimaksud adalah suatu pekerjaan yang digerakkan oleh Roh Kudus yang ada dalam diri orang percaya dan bukan karena paksaan dari suatu aturan. Jika pekerjaan itu adalah hasil dari pekerjaan Roh yang tinggal dalam diri kita, maka apa pun yang dikerjakan akan memberikan pertumbuhan iman.

 

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...