Bawalah Anak Melayani Sesama

Bawalah Anak Melayani Sesama

Belum ada komentar 3 Views

Jikalau anak anda egois namun tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi anak yang suka memberi dan ramah kepada sesamanya, apakah itu berarti mujizat telah terjadi? Saya kira, ya!

Apakah ini yang juga dialami seorang anak yang ternyata namanya hanya muncul di Injil Yohanes 6? Nanti dulu, tergantung anda percaya versi yang mana.

Setidaknya muncul 2 perbedaan pendapat di kalangan orang percaya seputar masalah teknis “mujizat” tersebut. Versi Pertama, rupanya kita dibuat kagum karena membayangkan setelah Yesus menengadah ke langit dan berdoa, ikan dan roti yang ada di tangan-Nya bertambah banyak, ada lagi, ada lagi, ada lagi dan terus ada sampai tumpah-tumpah. Versi Kedua, kontra dengan itu, tetapi juga membuat saya kagum, sebagian orang membayangkan, setelah si anak berani mengeluarkan bekalnya, banyak orang malu dan akhirnya bertobat sehingga rela berbagi bekal mereka juga . Sebuah perubahan sikap dari egois menjadi peduli.

Tetapi kalau boleh, jangan-jangan ada Versi Ketiga, karena Yohanes menyebut bahwa anak itu adalah “A boy” tentunya dia tidak akan pergi menemui Yesus seorang diri. Ia bisa jadi diajak oleh orangtuanya. Dan saat itu, orangtua anak itu sedang memotivasi anaknya agar berani bertemu murid-murid Yesus untuk menyerahkan roti mereka dan ikan mereka. Sebab 5 roti masakan dimakan oleh seorang anak sendirian? Dan hasilnya… teladan orangtua dari anak itu menggugah hati banyak orangtua lainnya. Sehingga merekapun mendorong anak-anaknya untuk memberikan bekal mereka masing-masing.

Ketiga versi itu sama-sama membuat saya kagum. Kagum bahwa Tuhan ternyata bisa memakai anak-anak untuk peduli kepada sesama. Tetapi juga Tuhan bisa memakai orangtua untuk mengajarkan anak-anaknya peduli. Orangtua seperti itukah kita?

Ada satu lagi, ngomong-ngomong darimana munculnya 12 bakul itu, ya? Ah, Yesus memang sangat peduli! Jangankan roti dan ikan, bakulpun Ia sediakan! Akankah kita dan anak-anak kita meneladani-Nya?

[Riajos]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan