Bawalah Anak Melayani Sesama

Bawalah Anak Melayani Sesama

Belum ada komentar 5 Views

Jikalau anak anda egois namun tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi anak yang suka memberi dan ramah kepada sesamanya, apakah itu berarti mujizat telah terjadi? Saya kira, ya!

Apakah ini yang juga dialami seorang anak yang ternyata namanya hanya muncul di Injil Yohanes 6? Nanti dulu, tergantung anda percaya versi yang mana.

Setidaknya muncul 2 perbedaan pendapat di kalangan orang percaya seputar masalah teknis “mujizat” tersebut. Versi Pertama, rupanya kita dibuat kagum karena membayangkan setelah Yesus menengadah ke langit dan berdoa, ikan dan roti yang ada di tangan-Nya bertambah banyak, ada lagi, ada lagi, ada lagi dan terus ada sampai tumpah-tumpah. Versi Kedua, kontra dengan itu, tetapi juga membuat saya kagum, sebagian orang membayangkan, setelah si anak berani mengeluarkan bekalnya, banyak orang malu dan akhirnya bertobat sehingga rela berbagi bekal mereka juga . Sebuah perubahan sikap dari egois menjadi peduli.

Tetapi kalau boleh, jangan-jangan ada Versi Ketiga, karena Yohanes menyebut bahwa anak itu adalah “A boy” tentunya dia tidak akan pergi menemui Yesus seorang diri. Ia bisa jadi diajak oleh orangtuanya. Dan saat itu, orangtua anak itu sedang memotivasi anaknya agar berani bertemu murid-murid Yesus untuk menyerahkan roti mereka dan ikan mereka. Sebab 5 roti masakan dimakan oleh seorang anak sendirian? Dan hasilnya… teladan orangtua dari anak itu menggugah hati banyak orangtua lainnya. Sehingga merekapun mendorong anak-anaknya untuk memberikan bekal mereka masing-masing.

Ketiga versi itu sama-sama membuat saya kagum. Kagum bahwa Tuhan ternyata bisa memakai anak-anak untuk peduli kepada sesama. Tetapi juga Tuhan bisa memakai orangtua untuk mengajarkan anak-anaknya peduli. Orangtua seperti itukah kita?

Ada satu lagi, ngomong-ngomong darimana munculnya 12 bakul itu, ya? Ah, Yesus memang sangat peduli! Jangankan roti dan ikan, bakulpun Ia sediakan! Akankah kita dan anak-anak kita meneladani-Nya?

[Riajos]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Tidak Mengerti Namun Segan Menanyakannya
    Markus 9:30-37
    Bertanya adalah bagian dari proses belajar. Dengan bertanya kita membuka ruang untuk berdialog, membagi dan mendapat pengertian yang baru....
  • Memilih Menyuarakan Kebenaran
    Markus 8:27-38
    Siapa sih di dunia ini yang ingin mendengarkan kebohongan atau mendengarkan sesuatu yang tidak sebenarnya? Rasanya setiap kita ingin...
  • Iman Yang Membebaskan
    Markus 7: 24-37
    Kebebasan adalah hal yang mendasar dalam kehidupan manusia dan seharusnya mencirikan martabat manusia yang bertanggung jawab dalam menentukan dirinya...
  • Hidup Dalam Dia, Cukuplah
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mzmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8,14-15,21-23
    Mengenal firman dan menghidupi firman menjadi cara kita hidup di dalam Dia. Hidup di dalam Dia bukan hanya ditandai...
  • Pemeliharaan Allah, Cukuplah
    Yosua 24:1-2,14-18; Mazmur 34:16-23; Efesus 6:10-20; Yohanes 6:56-69
    Berjalan bersama, mengalami bersama adalah cara kita membuktikan kasih penyertaan Tuhan dalam hidup. Peristiwa demi peristiwa baik di saat...