Baptisan = Perubahan Hidup

Baptisan = Perubahan Hidup

Matius 3:13-17

Belum ada komentar 39 Views

Kita dapat mengingat dan memaknai baptisan kita masing-masing dengan berbagai pemahaman dan aksen. Namun 1 hal yang tak boleh kita lupakan adalah: baptisan kita diawali oleh, serta didasarkan pada, baptisan sang Kristus. Tentunya secara hakiki pengertiannya amat jelas: di dalam Dialah kita “dibaptis” (dicuci bersih, dihidupkan kembali dari kematian, dari dosa). Tetapi disamping itu kisah pembaptisan sang Kristus oleh Yohanes Pembaptis setidaknya menyatakan 2 hal yang amat fundamental bagi kita.

Yang pertama, sebelum memulai karya-Nya, Yesus sengaja datang kepada Yohanes. Yohanes pada waktu itu bersama dengan banyak orang yang mengakui dosa di hadapan Tuhan dan memberi diri dibaptis. Yohanes dan banyak orang itu adalah “persekutuan orang beriman”. Dan kepada persekutuan itu Yesus datang dan memberi diri dibaptis. Kita pun pada prinsipnya dipanggil dan dibaptiskan ke dalam jemaat/gereja, ke dalam “persekutuan orang beriman”.

Yang kedua, ketika Yohanes menolak untuk membaptiskan-Nya, Yesus menjawab: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (Mat. 3:15). Kata “kehendak” di situ diterjemahkan dari kata Yunani: dikaiosune, yang harfiah berarti “kebenaran”. Jadi Yesus memberi diri dibaptis, karena IA aktif hendak menggenapi kebenaran yang dinyatakan Allah. Kita pun dibaptis agar “memenuhi” kebenaran Allah, dalam dan melalui hidup kita masing-masing setiap hari.

Baptisan kita tidak dapat dipahami dan dialami terlepas dari baptisan sang Kristus. Kita pun, seperti Yesus, adalah anak-anak yang dikasihi dan diperkenan Allah. Ia ada di dalam kita dan kita di dalam-Nya. Ia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Bersama-sama, sebagai “persekutuan orang beriman” di dalam Dia, kita mesti terus-menerus mengubah hidup kita, menjadi hidup yang berbuah, yang mengikut sang Kristus dan meneladani-Nya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan