Baptisan = Perubahan Hidup

Baptisan = Perubahan Hidup

Matius 3:13-17

Belum ada komentar 59 Views

Kita dapat mengingat dan memaknai baptisan kita masing-masing dengan berbagai pemahaman dan aksen. Namun 1 hal yang tak boleh kita lupakan adalah: baptisan kita diawali oleh, serta didasarkan pada, baptisan sang Kristus. Tentunya secara hakiki pengertiannya amat jelas: di dalam Dialah kita “dibaptis” (dicuci bersih, dihidupkan kembali dari kematian, dari dosa). Tetapi disamping itu kisah pembaptisan sang Kristus oleh Yohanes Pembaptis setidaknya menyatakan 2 hal yang amat fundamental bagi kita.

Yang pertama, sebelum memulai karya-Nya, Yesus sengaja datang kepada Yohanes. Yohanes pada waktu itu bersama dengan banyak orang yang mengakui dosa di hadapan Tuhan dan memberi diri dibaptis. Yohanes dan banyak orang itu adalah “persekutuan orang beriman”. Dan kepada persekutuan itu Yesus datang dan memberi diri dibaptis. Kita pun pada prinsipnya dipanggil dan dibaptiskan ke dalam jemaat/gereja, ke dalam “persekutuan orang beriman”.

Yang kedua, ketika Yohanes menolak untuk membaptiskan-Nya, Yesus menjawab: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (Mat. 3:15). Kata “kehendak” di situ diterjemahkan dari kata Yunani: dikaiosune, yang harfiah berarti “kebenaran”. Jadi Yesus memberi diri dibaptis, karena IA aktif hendak menggenapi kebenaran yang dinyatakan Allah. Kita pun dibaptis agar “memenuhi” kebenaran Allah, dalam dan melalui hidup kita masing-masing setiap hari.

Baptisan kita tidak dapat dipahami dan dialami terlepas dari baptisan sang Kristus. Kita pun, seperti Yesus, adalah anak-anak yang dikasihi dan diperkenan Allah. Ia ada di dalam kita dan kita di dalam-Nya. Ia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Bersama-sama, sebagai “persekutuan orang beriman” di dalam Dia, kita mesti terus-menerus mengubah hidup kita, menjadi hidup yang berbuah, yang mengikut sang Kristus dan meneladani-Nya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Keajaiban Belas Kasihan
    Apa bedanya kasihan dengan belas kasihan Tuhan? Dua puluh tahun yang lalu waktu saya melayani di sebuah rumah singgah,...
  • Keajaiban Pengampunan
    Mazmur 25:1-10
    Mana yang lebih mudah: meminta maaf atau memaafkan orang yang menyakiti kita? Kehadiran Tuhan dalam hidup orang percaya mengajak...
  • raja
    Raja-kan Yesus
    Raja menciptakan, sekaligus memimpin kerajaan mereka; dan sebuah kerajaan akan mencerminkan pemimpinnya. Tuhan Yesus kerap diumpamakan sebagai seorang raja...
  • Mendekat atau Menjauh?
    Ibrani 10:11-25
    Saudara, pernahkan saudara menolong seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, dan saudara tidak mengharapkan ia membalas pertolongan saudara karena saudara...
Kegiatan