Baptisan = Perubahan Hidup

Baptisan = Perubahan Hidup

Matius 3:13-17

Belum ada komentar 160 Views

Kita dapat mengingat dan memaknai baptisan kita masing-masing dengan berbagai pemahaman dan aksen. Namun 1 hal yang tak boleh kita lupakan adalah: baptisan kita diawali oleh, serta didasarkan pada, baptisan sang Kristus. Tentunya secara hakiki pengertiannya amat jelas: di dalam Dialah kita “dibaptis” (dicuci bersih, dihidupkan kembali dari kematian, dari dosa). Tetapi disamping itu kisah pembaptisan sang Kristus oleh Yohanes Pembaptis setidaknya menyatakan 2 hal yang amat fundamental bagi kita.

Yang pertama, sebelum memulai karya-Nya, Yesus sengaja datang kepada Yohanes. Yohanes pada waktu itu bersama dengan banyak orang yang mengakui dosa di hadapan Tuhan dan memberi diri dibaptis. Yohanes dan banyak orang itu adalah “persekutuan orang beriman”. Dan kepada persekutuan itu Yesus datang dan memberi diri dibaptis. Kita pun pada prinsipnya dipanggil dan dibaptiskan ke dalam jemaat/gereja, ke dalam “persekutuan orang beriman”.

Yang kedua, ketika Yohanes menolak untuk membaptiskan-Nya, Yesus menjawab: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” (Mat. 3:15). Kata “kehendak” di situ diterjemahkan dari kata Yunani: dikaiosune, yang harfiah berarti “kebenaran”. Jadi Yesus memberi diri dibaptis, karena IA aktif hendak menggenapi kebenaran yang dinyatakan Allah. Kita pun dibaptis agar “memenuhi” kebenaran Allah, dalam dan melalui hidup kita masing-masing setiap hari.

Baptisan kita tidak dapat dipahami dan dialami terlepas dari baptisan sang Kristus. Kita pun, seperti Yesus, adalah anak-anak yang dikasihi dan diperkenan Allah. Ia ada di dalam kita dan kita di dalam-Nya. Ia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Bersama-sama, sebagai “persekutuan orang beriman” di dalam Dia, kita mesti terus-menerus mengubah hidup kita, menjadi hidup yang berbuah, yang mengikut sang Kristus dan meneladani-Nya.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup dipelihara Tuhan
    Yohanes 17:1-11
    Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan...
  • Saya Cinta Yesus
    Yohanes 14:15-21
    Definisi cinta yang dimaksud supaya tidak salah arah harus dikaitkan dengan konteks pembicaraan. Mencintai atau mengasihi merupakan kata yang...
  • The Journey Is Home
    Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60
    Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas. Melongok keluar sebentar, maka...
  • Hidup Bersatu
    Hidup Bersatu
    Kisah Para Rasul 2:42-47
    Pada masa ini, kesatuan sebagai warga negara Indonesia tampaknya sedang diuji. Sebab kita sedang menjalani kehidupan yang terpisah dari...
  • Buka Mataku
    Lukas 24:13-35
    Saya suka sekali kisah ini. Koq bisa orang jalan bersama sahabatnya tapi tidak menyadari siapa Dia? Jangan-jangan itulah pengalaman...
Kegiatan