Bapa, Anak dan Roh Kudus (Minggu Trinitas)

Bapa, Anak dan Roh Kudus (Minggu Trinitas)

2 Komentar 872 Views

Nikodemus, pemimpin agama Yahudi yang monoteis itu, tentulah tak bisa memahami dengan baik kata-kata Yesus yang penuh teka-teki, “… jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kebingungan Nikodemus, sesungguhnya, bukan saja menyangkut ketidakmungkinan “dilahirkan kembali,” tetapi juga karena seluruh ucapan Yesus dalam pertemuan mereka berdua itu menghadirkan misteri Allah Tritunggal. Ketiga pribadi ilahi itu-Allah (Bapa), Anak dan Roh-hadir silih berganti dalam kalimat-kalimat Yesus. “Dilahirkan dari Roh,” “Angin (Roh) bertiup ke mana ia mau,” “Sebab Allah mengutus Anak-Nya,” dan serentetan kalimat trinitarian lainnya.

Namun, harus diakui, kebingungan itu kerap melanda orang Kristen juga; Anda dan saya. Persoalannya dua, menurut saya. Pertama, iman Kristen yang trinitarian itu kerap tidak terhayati sepenuhnya dalam seluruh aspek hidup kita. Dalam praktik, kita lebih cenderung menjadi seorang unitarian (hanya satu Allah saja), atau binatarian (Bapa dan Kristus saja). Padahal bahasa trinitarian sungguh menjadi inti iman Kristen, yaitu bahwa di dalam persekutuan ilahi-Bapa, Anak dan Roh Kudus-kita dapat berpartisipasi dan mengalami kehidupan sejati.

Kedua, kita menyangka bahwa hanya dengan memahami misteri Tritunggal kita bisa mengimani-Nya. Ini keliru. Misteri tidak sama dengan masalah. Masalah bisa dan perlu diselesaikan. Namun, misteri bukan untuk diselesaikan. Ia hanya mungkin untuk dihayati dan diimani. Dipuja dan dipuji. Pemahaman dan penjelasan tentang Tritunggal hadir setelah itu, dalam keterbatasan yang harus diakui. Untunglah, kita tak perlu memahami misteri Allah Tritunggal sepenuhnya untuk bisa mengimani-Nya. Yang perlu kita lakukan, yang pertama dan yang utama, adalah menghadirkan diri dipeluk dan direngkuh oleh kehidupan baru yang ditawarkan Sang Bapa, melalui Anak dan Roh Kudus.

Selamat merayakan Hari Trinitas. Hormat bagi Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus!

JA

2 Comments

  1. Jenny Karuh

    Singkat, padat, jelas mudah dipahami untuk memahami Trinitas. 1+1+1=1
    Thanks sudah berbagi pemahaman firman Tuhan.
    Tuhan memberkati.

  2. Harold Maran

    BARU TIGA SAJA KOK REPOT ?

    Suatu hari pada tahun 1990 di Polimak Jayapura, seseorang dari penentang Trinitas menyoal saya soal Iman Kristen tentang Trinitas dan saya jawab bahwa Kekristenan tidak menyembah tiga allah, tapi satu Pribadi Allah yang berkarya dalam tiga keberadaan.
    “Anda percaya Allah Maha Kuasa ?”. Dia jawab “ya”.
    “Apa itu artinya DIA dapat melakukan apa saja termasuk terhadap diri-Nya sendiri ?”. “Tentu saja”, kata orang itu.
    “Apakah kemahakuasaan itu termasuk DIA dapat menjadi apa saja dan berada dimana saja pada saat yang sama ?”. “Ya”, jawab orang tersebut dengan sangat yakin.
    Lalu saya bertanya : “Mengapa anda persoalkan apa yang anda sendiri yakini ? Bukankah Allah Yang Maha Kuasa dapat menjadikan dirinya dalam berbagai wujud dan dalam jumlah yang tak terhingga ?. Bukankah dengan demikian Dia dapat menjadi Bapa sekaligus Anak dan Roh Kudus ? Siapa tolak Trinitas, ia tolak Kemahakuasaan Allah.

    Dua hal ini penting : Pertama, pemahaman kita tentang monoteisme tidak boleh membuat kita mengabaikan kemahakuasaan dan kebebasan Allah. Kedua, jangan ukur Allah yang tidak terbatas dengan ukuran manusia yang terbatas, karna kita tidak bisa menjadi Bapa sekaligus Anak sekaligus Roh Kudus, tetapi Allah bisa !, bahkan bisa lebih dari itu !. “Baru tiga aja kok repot ?”

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • medengarkan
    Berbicaralah Hamba-Mu Mendengarkan
    Peristiwa penyataan Allah pada Imam Eli dan Samuel, merupakan pengalaman yang langka dan mengejutkan mereka. Mengapa begitu sulit seseorang...
  • Berkenan Di Hadapan Allah
    Markus 1:4-11
    Baptisan Yesus menjadi peristiwa peneguhan yang dinyatakan Allah bukan saja bagi Yesus tetapi juga bagi setiap orang. Bagi setiap...
  • Merayakan Kebaikan Tuhan
    Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40
    Pengalaman hidup adalah pengalaman mengalami kebaikan Tuhan. Setiap hari kebaikan Tuhan dinyatakan bagi kita. Namun sering kali tidak peka...
  • Tak Pernah Ingkar Janji
    2 Samuel 7:1-11, 16; Mazmur 89:1-4, 19-26; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
    Sempurnalah kabar baik itu dengan berita tentang kelahiran Yesus. Allah yang menjadi manusia. Ini adalah fakta yang menggemparkan. Peristiwa...
  • kabar baik
    Kabar Baik
    Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
    Apa yang diharapkan selain kebaikan dari situasi yang serba buruk, menderita, dan tidak adil? Situasi itu menggelisahkan kita seiring...
Kegiatan