Bangkitlah, kemuliaan Tuhan terbit atasmu

Yesaya 60:1-6; Mazmur 72:1-7, 11-15; Efesus. 3:1-12; Matius 2:1-12

Belum ada komentar 368 Views

Epifani mengingatkan kita pada tindakan penyelamatan Allah bagi dunia. Kedatangan-Nya yang disimbolkan sebagai terang illahi. Terang yang membawa perubahan (transformasi) dalam kehidupan. Ketika seluruh kehidupan telah rusak, kehilangan harapan maka terang illahi mengubah segala sesuatunya. Terang itu bukan milik Israel, bukan juga milik kita. Bukan karena pengetahuan moralitas, apa yang baik dan benar maka kita mampu menyatakan terang tetapi terang itu adalah anugerah. Terang itu adalah Allah.

Perubahan hidup tidak terjadi seperti sulap, terang illahi mengundang kita bukan saja untuk menerima terang dan hidup di dalamnya tetapi juga mengutus kita untuk menyatakan terang dalam kehidupan. Bangkitlah dan menjadi teranglah adalah sebuah seruan dan undangan bagi Israel untuk mengalami transformasi hidup. Bangkitlah! Undangan semangat untuk memulai hidup yang baru dalam nilai dan sukacita yang baru yang berasal dari terang illahi. Terang Tuhan terbit atasmu (ayat 2). Terang Allah telah menjadi dasar bagi perubahan hidup umat. Apa yang terjadi ketika terang illahi itu dinyatakan? Orang lain ikut melihat, mengenal terang itu dan datang kepada terang tersebut (ayat 3-4).

Minggu epifani ini mengajak kita untuk melanjutkan hidup kita dalam terang Kristus yang telah lahir di tengah dunia dan menerangi dunia. Semangat natal adalah semangat untuk hidup dalam terang. Memberi hidup kita untuk menyatakan terang illahi dan inilah adalah perjuangan sepanjang hidup kita. Allah memampukan kita untuk terus mengerjakannya sebab di dalam kemuliaan dan kuasa-Nya, Ia terus meneguhkan kita untuk bersinar terang bagi kemuliaan Tuhan.

Yang illahi telah menampakkan terang-Nya agar kita mengenal dan hidup dalam terang itu. Terang illahi yang bersinar dalam kata dan perbuatan, dalam kerja dan perjuangan agar dunia ini terus mengalami perubahan, menghadirkan damai sejahtera bagi kemuliaan nama Kristus.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan