Bangkitlah, kemuliaan Tuhan terbit atasmu

Yesaya 60:1-6; Mazmur 72:1-7, 11-15; Efesus. 3:1-12; Matius 2:1-12

Belum ada komentar 1138 Views

Epifani mengingatkan kita pada tindakan penyelamatan Allah bagi dunia. Kedatangan-Nya yang disimbolkan sebagai terang illahi. Terang yang membawa perubahan (transformasi) dalam kehidupan. Ketika seluruh kehidupan telah rusak, kehilangan harapan maka terang illahi mengubah segala sesuatunya. Terang itu bukan milik Israel, bukan juga milik kita. Bukan karena pengetahuan moralitas, apa yang baik dan benar maka kita mampu menyatakan terang tetapi terang itu adalah anugerah. Terang itu adalah Allah.

Perubahan hidup tidak terjadi seperti sulap, terang illahi mengundang kita bukan saja untuk menerima terang dan hidup di dalamnya tetapi juga mengutus kita untuk menyatakan terang dalam kehidupan. Bangkitlah dan menjadi teranglah adalah sebuah seruan dan undangan bagi Israel untuk mengalami transformasi hidup. Bangkitlah! Undangan semangat untuk memulai hidup yang baru dalam nilai dan sukacita yang baru yang berasal dari terang illahi. Terang Tuhan terbit atasmu (ayat 2). Terang Allah telah menjadi dasar bagi perubahan hidup umat. Apa yang terjadi ketika terang illahi itu dinyatakan? Orang lain ikut melihat, mengenal terang itu dan datang kepada terang tersebut (ayat 3-4).

Minggu epifani ini mengajak kita untuk melanjutkan hidup kita dalam terang Kristus yang telah lahir di tengah dunia dan menerangi dunia. Semangat natal adalah semangat untuk hidup dalam terang. Memberi hidup kita untuk menyatakan terang illahi dan inilah adalah perjuangan sepanjang hidup kita. Allah memampukan kita untuk terus mengerjakannya sebab di dalam kemuliaan dan kuasa-Nya, Ia terus meneguhkan kita untuk bersinar terang bagi kemuliaan Tuhan.

Yang illahi telah menampakkan terang-Nya agar kita mengenal dan hidup dalam terang itu. Terang illahi yang bersinar dalam kata dan perbuatan, dalam kerja dan perjuangan agar dunia ini terus mengalami perubahan, menghadirkan damai sejahtera bagi kemuliaan nama Kristus.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Rumah Tanpa Alibi
    Matius 22:34-46
    Dalam bacaan ini, Yesus menghadapi pertanyaan dari orang-orang Farisi dan kemudian bertanya tentang identitas Mesias. Percakapan tersebut mengajak kita...
  • RUMAH TANPA KEMUNAFIKAN
    Matius 22:15-22
    Dalam Matius 22:15-22, orang-orang Farisi berusaha menjebak Yesus melalui pertanyaan tentang pajak kepada Kaisar. Mereka memuji Yesus seolah-olah tulus,...
  • RUMAH YANG HADIR
    Matius 22:1-14
    Apa yang membuat sebuah rumah menjadi “rumah?” Bukan semata mata karena ada bangunan, keluarga, dan orang-orang yang tinggal di...
  • RUMAH YANG DIUJI
    Matius 21:33-46
    Setiap rumah pasti pernah mengalami ujian. Diuji oleh masalah ekonomi, sakit penyakit, konflik suami-istri, persoalan anak, perbedaan pendapat, bahkan...
  • Taat, Butuh Satu Tekad
    Filipi 2:1-13, Matius 21:23-32
    Taat. Kadang, saya bertanya-tanya dalam hati, apakah laku rohani ini masih menjadi sesuatu yang kita upayakan? Apalagi kalau sudah...