Apakah Anda Dapat Diajar atau Tidak Dapat Diajar?

Belum ada komentar 5 Views

Bacaan Hari ini:
Matius 11:25 “Pada waktu itu berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”

Yesus ingin kita menjadi seperti anak kecil, karena kita harus terus memiliki hati yang mau diajar, sehingga kita dapat menjadi dewasa dan memahami rancangan-rancangan Tuhan. Anak-anak sangat ingin belajar. Mereka tidak defensif. Mereka tidak berkata, “Aku tidak butuh belajar berjalan. Aku tidak butuh belajar berbicara. Anda tidak perlu mengajariku apa pun tentang membaca.” Mereka tahu bahwa mereka tidak tahu segala hal, maka sebab itulah mereka bersemangat sekali belajar.

Itulah yang Yesus inginkan dari Anda: mau mendengar, mau belajar, mau terbuka untuk saran dan kritikan dari orang lain. Orang yang punya hati mau diajar mengerti bahwa mustahil bagi siapa pun untuk mengetahui segala sesuatu. Anda tidak akan punya kesempatan dalam hidup ini untuk mempelajari semuanya atau belajar dari pengalaman sendiri. Sebab itu, lebih bijak jika kita belajar dari pengalaman orang lain.

Alkitab mengatakan dalam Amsal 15:12, “Si pencemooh tidak suka ditegur orang; ia tidak mau pergi kepada orang bijak.”
Kesombongan diri, pada akarnya, sebenarnya merupakan rasa tidak aman. Karena kesombongan diri itulah, orang bertingkah seolah-olah mereka tahu semuanya. Apakah itu terdengar familiar buat Anda?

Anda punya pilihan: Akankah Anda menjadi rendah hati dan terbuka untuk belajar, atau akankah Anda hidup dalam penyangkalan dan kesombongan?
Apakah Anda mau untuk diajar, atau menjadi seorang yang keras kepala? Tuhan ada untuk Anda, dan Dia akan menopang Anda saat Anda mempelajari hal-hal baru. Dan seperti seorang anak yang tengah bertumbuh dewasa, Anda harus terus belajar — itu yang Tuhan kehendaki atas hidup Anda.

Renungkan hal ini: 
– Ketika seseorang mencoba mengkritisi Anda, bagaimana biasanya Anda bereaksi? Apakah reaksi Anda itu menunjukkan kerendahan hati atau kesombongan?
– Pikirkan tentang satu pertengkaran dengan seseorang. Bagaimana Anda berdua menunjukkan kerendahan hati? Bagaimana itu membuat perbedaan?
– Mengapa penting untuk terus belajar?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 79-80; Roma 11

Ketika Anda takut terlihat tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu atau bagaimana menjawab suatu pertanyaan, itu mungkin jadi sebuah sinyal bahwa Anda tidak bisa diajar. Jika Anda bersikap defensif ketika seseorang mengoreksi atau mengkritik Anda, itu mungkin pertanda Anda tidak bisa diajar.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
Kegiatan