Melihat hal itu, semua orang mulai bersungut-sungut, katanya, “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” (Lukas 19:7)
Pada zaman Yesus, pemungut cukai adalah figur yang sangat tidak disukai. Hidup mereka bergelimang harta karena mendapatkan upah dari menarik pajak atau cukai yang mencekik leher. Mereka dianggap sebagai orang yang berdosa. Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang kaya, sehingga ia pun tidak disukai oleh banyak orang.
Orang-orang bersungut-sungut saat mengetahui Yesus menumpang di rumah Zakheus. Hal ini menarik untuk diperhatikan. Di tengah keramaian, Yesus justru melihat Zakheus. Tidak hanya melihat Zakheus, tetapi Yesus juga memberi kesempatan kepadanya untuk menyambut- Nya di rumahnya. Di tengah begitu banyak orang, Yesus memperhatikan seorang pemungut cukai, seorang pendosa. Hal ini membuat Zakheus merasa dianggap.
Dalam kehidupan, kita mungkin pernah berada dalam situasi seperti Zakheus. Kita tidak diperhatikan oleh orang lain, kita bukan siapa-siapa. Kita hanyalah orang biasa, bahkan mungkin, seperti Zakheus, kita adalah manusia yang penuh kesalahan dan dosa. Saat kita merasa tidak berharga dan tidak diperhatikan, ingatlah kisah Zakheus. Zakheus, seorang pemungut cukai yang dianggap berdosa, tetap terlihat dan diperhatikan Tuhan di tengah kerumunan. Demikian pula kita. Sebagaimana Yesus melihat Zakheus, Tuhan juga melihat dan memperhatikan kita. Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada kita.
REFLEKSI:
Tuhan melihat Zakheus bukan karena ia luar biasa dan istimewa. Zakheus adalah orang berdosa, tetapi Tuhan memperhatikan.




Komentar Anda
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.