Di Balik Alasan

Yeremia 1:4-10

Belum ada komentar 39 Views

Maka aku menjawab, “Ah, Tuhan ALLAH, sesungguhnya aku tidak pandai bicara….” Akan tetapi, TUHAN berfirman kepadaku…”Jangan takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau….” (Yeremia 1:6,7,8)

Pernahkah kata-kata seperti, “Aku tidak pandai bicara,” atau, “Aku tidak punya waktu,” atau juga, “Aku masih muda,” menjadi alasan kita ketika diminta terlibat dalam sebuah kepanitiaan, badan pelayanan, atau kemajelisan?

Yeremia pernah mengucapkan alasan serupa ketika TUHAN memintanya menjadi nabi. Bagi orang Israel, menjadi nabi bukanlah sekadar soal kemauan pribadi, seperti ketika seseorang ingin menjadi tukang kayu, nelayan, atau penjual kain ungu. Menjadi nabi adalah pilihan TUHAN sendiri. Oleh karena itu dapat dimengerti bila Yeremia merasa sungkan dan gentar saat diminta menjalani “profesi” yang TUHAN pilihkan untuknya. la takut gagal menyampaikan perintah-Nya. la khawatir orang tidak percaya kepadanya. Bagaimana jika begini atau begitu? Syukurlah, TUHAN mengenal Yeremia dengan sangat baik. TUHAN mengerti bahwa Yeremia bukan tidak mau bekerja bagi-Nya, melainkan ia takut tidak mampu mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Memahami hal ini, TUHAN berkata kepada Yeremia, “Jangan takut….”

Kita pun kerap bersikap seperti Yeremia. Ketika Tuhan meminta kita melakukan sesuatu, kita takut gagal. Kita berpikir, daripada Tuhan kecewa, lebih baik bukan kita yang mengerjakannya. Namun, Tuhan tidak menghendaki kita menjadi serba bisa dalam melaksanakan kehendak- Nya, melainkan bersedia mengerjakannya bersama-Nya. Jadi, masihkah kita menolak ajakan-Nya? [Pdt. Timur Citra Sari]

REFLEKSI:
Tuhan bukan mencari seorang yang serba bisa. Dia mencari seorang yang mau bekerja bersama-Nya.

Ayat Pendukung: Yer. 1:4-10; Mzm. 89:5-37; Kis. 8:4-13
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Sahabat Dalam Perjalanan
    Lukas 24:13-35
    Lalu kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenali Dia pada waktu...
  • Tanpa Pamrih
    Lukas 14:12-14
    Tetapi, apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh,…. Engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai...
  • Damai Di Tengah Badai
    Yesaya 26:1-4
    Yang teguh hatinya Kaujaga dengan damai sejahtera, …sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah...
  • Merespons Kasih Tuhan
    Mazmur 116:1-4, 12-19
    Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (Mazmur 116:12) Rasa syukur bukan hanya tentang mengucapkan terima kasih, tetapi...
  • Tanda Yunus
    Matius 12:38-42
    Jawab-Nya kepada mereka, “Generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan...