Waspadai Bahaya Perpecahan

Waspadai Bahaya Perpecahan

Belum ada komentar 223 Views

Bahaya perpecahan dapat terjadi di setiap lingkup kehidupan kita dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga, gereja dan berbangsa. Kita sering kali berfikir bahwa sumber dari perpecahan karena adanya perbedaan sehingga kita lebih senang mengusahakan kesamaan ketimbang menerima perbedaan. Sumber perpecahan adalah sikap superior, merasa paling. Merasa paling hebat daripada pihak lain. Merasa paling berjasa, merasa paling berpengalaman, merasa paling lainnya. Sikap superior berarti mengabaikan peranan pihak lain. Inilah yang menjadi bibit perselisihan dan dapat berujung pada perpecahan.

Pelayanan siapa yang paling hebat, pelayanan Paulus atau Apolos, golongan Kefas atau Kristus? Jemaat Korintus ada di ujung perpecahan ketika orang mulai mencari-cari peringkat siapa yang lebih hebat ketimbang yang lain (terjadi juga di antara para murid). Di tengah situasi ini Paulus mengarahkan jemaat untuk berpusat kepada Kristus. Ketika Kristus menjadi pusat dan tujuan dalam setiap karya maka pertanyaan siapa yang lebih berperan atau paling berjasa tidaklah menjadi penting. Kesatuan hati dan pikiran di dalam Kristus memampukan kita menghalau bahaya perpecahan.

Yesus memberi makna tentang menjadi terbesar yaitu dengan sikap menghamba (paradoks : terbesar berarti menjadi hamba). Sikap merendahkan diri muncul pada saat pemuliaan tertuju ke pihak luar yaitu Yesus Kristus. Keterbukaan akan menjadi berkat ketika kita mengerti tujuan kita untuk bertindak dan memperlakukan sesama, yaitu hanya demi kemuliaan nama Kristus, bukan kemuliaan nama diri atau kelompok. Berpusat kepada Kristus menghalau perpecahan.

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Ini Aku, Jangan Takut
    Semua orang memiliki rasa takut. Rasa takut bisa disebabkan oleh berbagai penyebab dan faktor. Wajarkah manusia merasa takut? Tentu...
  • Menjadi Gembala, Membangun Relasi Dengan Sesama
    Yeremia 23:1-6; Mazmur23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56
    Sang Gembala Agung itu Allah, la membimbing kita dengan begitu baik adanya. Allah juga melibatkan kita untuk menjadi gembala-gembala...
  • Harga Dari Sebuah Kebenaran
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:9-14; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Apakah mengatakan hal yang benar itu mudah? Sangat tidak mudah? Apa yang membuatnya menjadi begitu sulit untuk diwujudkan? Resikonya!...
  • Allah Yang Hadir Dalam Kelemahan Dan Keterbatasan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur 123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Membicarakan kelemahan bukanlah hal mudah bagi kita karena kita terbiasa menyim- pan atau menutupi kelemahan dengan berbagai cara dan...
  • Iman Menembus Batas Ketakutan
    Markus 5:21-43
    Perikop ini berisi dua kisah yang dijalin bersamaan. Kisah pertama tentang Yairus, seorang kepala rumah ibadat, yang meminta Yesus...