Waspadai Bahaya Perpecahan

Waspadai Bahaya Perpecahan

Belum ada komentar 216 Views

Bahaya perpecahan dapat terjadi di setiap lingkup kehidupan kita dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga, gereja dan berbangsa. Kita sering kali berfikir bahwa sumber dari perpecahan karena adanya perbedaan sehingga kita lebih senang mengusahakan kesamaan ketimbang menerima perbedaan. Sumber perpecahan adalah sikap superior, merasa paling. Merasa paling hebat daripada pihak lain. Merasa paling berjasa, merasa paling berpengalaman, merasa paling lainnya. Sikap superior berarti mengabaikan peranan pihak lain. Inilah yang menjadi bibit perselisihan dan dapat berujung pada perpecahan.

Pelayanan siapa yang paling hebat, pelayanan Paulus atau Apolos, golongan Kefas atau Kristus? Jemaat Korintus ada di ujung perpecahan ketika orang mulai mencari-cari peringkat siapa yang lebih hebat ketimbang yang lain (terjadi juga di antara para murid). Di tengah situasi ini Paulus mengarahkan jemaat untuk berpusat kepada Kristus. Ketika Kristus menjadi pusat dan tujuan dalam setiap karya maka pertanyaan siapa yang lebih berperan atau paling berjasa tidaklah menjadi penting. Kesatuan hati dan pikiran di dalam Kristus memampukan kita menghalau bahaya perpecahan.

Yesus memberi makna tentang menjadi terbesar yaitu dengan sikap menghamba (paradoks : terbesar berarti menjadi hamba). Sikap merendahkan diri muncul pada saat pemuliaan tertuju ke pihak luar yaitu Yesus Kristus. Keterbukaan akan menjadi berkat ketika kita mengerti tujuan kita untuk bertindak dan memperlakukan sesama, yaitu hanya demi kemuliaan nama Kristus, bukan kemuliaan nama diri atau kelompok. Berpusat kepada Kristus menghalau perpecahan.

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Peace Maker or Peace Lover
    Saudara, ada banyak peristiwa yang terjadi belakangan ini. Berbagai bencana alam yang baru-baru saja terjadi seolah menambah rangkaian permasalahan...
  • Ketika Iman Menuntut Bukti
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1 -2:2: Yohanes 20:19-31
    Saudara, manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup tanpa rasa percaya. Setiap hal yang kita lakukan, selalu berdasar pada...
  • Kebangkitan
    Yohanes 20:1-18
    Para murid dalam duka mendalam setelah melihat Sang Guru mati disalibkan, memilih jalan masing-masing, menyibukan diri demi menghilangkan rasa...
  • Pengosongan Diri
    Filipi 2:5-11, Markus 11:1-11
    Yesus memasuki Yerusalem dengan kesadarannya akan jalan sengsara-Nya, menyambut sengsara itu dengan tangan terbuka. Kesaksian penulis injil Markus, menunjukan...
  • Pemberitaan
    Yeremia 31:31-34; Mazmur 51:2-13; Ibrani 5:5-10; Yohanes 12:20-33
    Pemberitaan apa yang menurut Saudara paling heboh akhir-akhir ini? Vaksin? Varian baru Covid 19? Atau berita tentang KLB Partai...