warta mabid ibadah 6 Oktober 2019

Belum ada komentar 699 Views
Persembahan Bunga Mimbar
6 Oktober 2019G. H
13 Oktober 2019S. P
20 Oktober 2019N. N
27 Oktober 2019H. T. P. S

Bagi Jemaat dan Simpatisan GKI Pondok Indah yang tergerak hatinya dan bersedia untuk menyumbangkan bunga mimbar dalam Ibadah Minggu/Hari Raya Kristen, dapat menghubungi kantor gereja.

Tema Ibadah
TanggalBacaanTema
Tema Besar: MARI TUHAN, TINGGALLAH!
20 OktoberKej. 32:22-31; Mzm. 121; 2Tim. 3:14-4:5; Luk. 18:1-8Belalah Hakku!
27 OktoberYer. 14:7-10, 19-22; Mzm. 84:2-8; 2Tim. 4:6-8, 16-18; Luk. 18:9-14Engkau Menabur, Engkau Menuai
Kalender Gerejawi 2019
TANGGALKEGIATAN
Minggu, 06 Oktober 2019Perjamuan Kudus Sedunia
Minggu, 20 Oktober 2019Baptis Anak
Minggu, 24 November 2019Kristus Raja
Minggu, 01 Desember 2019Advent 1
Minggu, 08 Desember 2019Advent 2
Minggu, 15 Desember 2019Advent 3
Minggu, 22 Desember 2019Advent 4  
Selasa, 24 Desember 2019Malam Natal
Rabu, 25 Desember 2019Natal
Selasa, 31 Desember 2019Malam Tahun Baru & Perjamuan Kudus 2019
Rabu, 01 Januari 2020Tahun Baru 2019
JADWAL PELAYANAN KOMISI SEMAWI GKI PONDOK INDAH

Oktober 2019

TGLJAMPEMADAHPEMANDUPEMUSIK
206.00PS Wil. Lebak BulusChocolateChocolate
8.00PS Wil. Pondok IndahOhanaOhana
10.00PS Paguyuban Pelangi
17.00OK KidungK.A.TK.A.T
276.00PS SerafimTutti FrutiTutti Fruti
8.00Kol. Philia 
10.00Kol. GloriaBilanganBilangan
17.00Kol. EmanuelIbu Lydia, Ibu MiekeThomas, Allegra, Lexa, Pieter, Salmon
Sakramen Perjamuan Kudus

Sakramen Perjamuan Kudus
Pada hari Minggu, 6 Oktober 2019 di GKI Pondok Indah dalam kebaktian pukul 06.00, 08.00, 10.30 dan 17.00; di Bapos Telaga Kahuripan pukul 07:00 WIB dan Bapos Desa Kemang pukul 09:30 WIB akan dilayankan Perayaan Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus ini juga terbuka bagi anak-anak yang sudah menerima sakramen baptis. Untuk menyambut dan ikut serta dalam perayaan itu, marilah kita mempersiapkan diri secara bersama-sama.

  1. Pada perjamuan malam terakhir, Kristus menghendaki kita merayakan Perjamuan Kudus untuk mengenang-Nya. Mengenang Kristus berarti mengalami kehadiran-Nya seperti murid-murid-Nya dahulu mengalami kehadiran-Nya bersama mereka. Mengenang Kristus juga berarti menyadari secara pribadi seluruh kehidupan Kristus yang diberikan-Nya bagi keselamatan dunia, sejak Ia lahir, melayani, menderita sengsara, mati, dibangkitkan, dan dimuliakan di surga.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah Saudara benar-benar rindu untuk berjumpa secara pribadi dengan Kristus, untuk mengalami kasih, kuasa dan kebenaran-Nya yang membarui hidup Saudara?
    • Apakah Saudara menghayati bahwa seluruh kehidupan dan karya Kristus, yaitu kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke surga, sampai dengan kedatangan-Nya kembali, terkait erat dengan kehidupan Saudara?
  2. Pada perjamuan malam terakhir, ketika Kristus memecah roti dan mengangkat cawan, Ia membagikan tubuh dan darah-Nya sendiri kepada murid-murid-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan Kristus sehingga Ia menjadi kepala dan kita tubuh-Nya. Menerima tubuh dan darah-Nya berarti dipersatukan dengan semua orang yang menerima-Nya juga menjadi satu tubuh dan satu roh.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah Saudara menghayati bahwa Kristus adalah kepala seluruh kehidupan Saudara, dalam hidup berjemaat dan bermasyarakat, dalam keluarga dan pekerjaan Saudara?
    • Apakah Saudara menghayati bahwa Saudara adalah anggota tubuh Kristus, yang saling mengasihi seorang terhadap yang lain?
  3. Ketika kita bersatu dengan Kristus, Roti Hidup yang dipecah-pecahkan bagi dunia ini, kitapun dipersatukan dalam kematian dan kebangkitan Kritus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk mengosongkan dan menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dipersatukan dengan Kristus berarti diutus untuk memberi hidup kita demi keselamatan dunia.
    Marilah kita merenungkannya:

    • Apakah dalam persekutuan dengan Kristus, Saudara mau berkurban dan menjadi berkat bagi sesama Saudara?
    • Apakah Saudara menyadari bahwa sebagai anggota tubuh Kristus ditengah dunia, Saudara menjadi mata dan telinga bagi Kristus yang melihat dan mendengarkan, serta peduli terhadap kebutuhan dan masalah sesama Saudara?
    • Sudahkah Saudara menjadi mulut bagi Kristus yang menyuarakan kebenaran dan keadilan dalam lingkungan Saudara? Sudahkah Saudara menjadi tangan bagi Kristus yang berkarya memperjuangkan damai sejahtera di muka bumi?

Kiranya Roh Kudus menolong kita semua dalam mempersiapkan diri untuk merayakan Perjamuan Kudus tersebut.

* Tamu dari Gereja lain mohon mengisi formulir warna hijau, untuk dikirim ke gereja asal.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Warta Majelis Bidang Ibadah
Kegiatan